Salah satu kejadian yang mencuri perhatian di main race MotoGP Thailand 2025 adalah saat Marc Marquez tiba-tiba memberikan posisi pertama kepada adiknya, Alex Marquez, yang saat itu berada di belakangnya.
Marc yang sejak awal melakukan start dengan sangat baik serta memimpin di depan dengan jarak 1 detik, melambat di tikungan 3 putaran ketujuh untuk membiarkan Alex mengambil posisinya.
Sontak saja, semua orang merasa terkejut dengan apa yang dia lakukan. Pada saat siaran langsung, sempat terdengar wawancara dengan Davide Tardozzi yang ditanyai soal alasan mengapa Marquez melambat.
Davide pun saat itu masih belum mengetahui penyebab pasti melakukan hal tersebut dan tidak ada seorang pun yang tahu, tapi dugaan kuat mengarah ke masalah tekanan ban.
Setelah menimbulkan banyak tanda tanya, Marc Marquez membeberkan alasannya pada sesi konferensi pers usai balapan.
"Saya memulai dan pada dua putaran pertama saya merasa mulus, saya berkendara dengan sangat baik, kemudian saya melihat tekanan ban tidak dalam kisaran yang tepat. Terlalu rendah. Saya mulai mengerem lebih keras selama dua putaran untuk melihat apakah bisa sedikit pulih, tapi saya tidak bisa (mengembalikannya) sendiri," ujar Marc, dilansir dari laman The Race.
Dengan kondisi ini, Marc memutuskan untuk menunggu Alex dan tetap berada di belakangnya sampai tiga lap terakhir, Marc kemudian menyalip dari sisi dalam untuk mengambil kembali posisi terdepan dan melesat jauh dari Alex.
Di sisi lain, Alex Marquez pun mengaku awalnya juga bertanya-tanya mengapa Marc tiba-tiba membiarkannya lewat. Alex sempat menduga Marc mendapat red flag, tapi setelah melihat dekatnya jarak Marc dengan slipstream-nya, Alex pun menyadarri bahwa saudaranya sedang melakukan strategi.
Seperti yang kita ketahui, bahwa tahun lalu ditetapkan aturan baru mengenai tekanan ban. Melansir dari laman resmi MotoGP, motogp.com, pebalap harus mematuhi tekanan minimum minimal 60% putaran dalam jarak balapan lebih dari 15 putaran. Dalam Sprint, tekanannya 30%.
Tak hanya itu, ditetapkan pula hukuman bagi pembalap yang melanggar. Pelanggaran di Sprint akan dikenakan hukuman waktu delapan detik, dan untuk balapan Grand Prix akan dikenakan hukuman waktu 16 detik.
Dalam kasus ini, Marc Marquez melakukan strategi agar tidak terkena penalti. Di GP Assen tahun lalu, Marc juga pernah melakukan hal yang sama kepada Fabio Di Giannantonio.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jadi Rekan Setim, Marc Marquez Prediksi Bakal Dikalahkan oleh Pedro Acosta
-
MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Gendong KTM jadi Juara di Kampung Halaman
-
Bye Warna Kalem! Tren Cewek Buah Bikin Tampilan jadi Lebih Segar
-
Sprint Race MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Crash, Jorge Martin Sukses!
-
Upcycling Clothes: Solusi agar Baju Lama Tak Berakhir jadi Kain Lap
Artikel Terkait
-
Alex Marquez: Menggila di GP Thailand Tapi Mustahil Kalahkan Sang Kakak
-
Duo Ducati Podium di GP Thailand 2025, Davide Tardozzi Ngaku Masih Punya PR
-
Hasil MotoGP Thailand 2025: Marc Marquez Rajai Buriram, Salip Adiknya Jelang Lap Terakhir!
-
Finish P4 di Sprint Race GP Thailand, Ai Ogura Akui Nyontek Pecco Bagnaia
-
Marc Marquez Ragu Ducati Bisa Mendominasi: Ini MotoGP, Semua Pembalap Cepat
Hobi
-
Jadi Rekan Setim, Marc Marquez Prediksi Bakal Dikalahkan oleh Pedro Acosta
-
FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia
-
Atletico Madrid Bekuk Real Madrid 2-1, Mourinho Mengamuk Bawa Kertas Bukti Kesalahan VAR
-
Raphinha Mesin Gol Baru FC Barcelona: 12 Gol dan Jadi Top Scorer La Liga
-
MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Gendong KTM jadi Juara di Kampung Halaman
Terkini
-
Shangri-La Frontier Season 3 Tayang 10 Januari 2027, Berlangsung 2 Cour
-
Review Novel Bek: Kisah Anak Kampung yang Bertahan di Lapangan Kehidupan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Review Film Heart of the Beast: Drama Survival yang Sangat Menyentuh Hati
-
Rilis PV Perdana, Anime Fantasi Witch and Mercenary Tayang April 2027