Pembalap Ducati. Marc Marquez, mengaku ragu dengan prediksi bahwa Ducati akan mendominasi setiap balapan di tahun ini.
Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini MotoGP diprediksi tetap akan didominasi oleh pabrikan merah Italia, Ducati. Meskipun kali ini mereka tampil dengan susunan pembalap berbeda, serta spesifikasi motor tahun lalu, Ducati diyakini masih jadi yang terkuat.
Walau berbeda dengan tahun lalu, mereka kini memiliki susunan pembalap terbaik di grid, yakni Pecco Bagnaia dan Marc Marquez, tidak sedikit yang mengatakan bahwa mereka akan berebut posisi terdepan di setiap balapan.
Namun, hal sebaliknya justru dirasakan oleh Marc Marquez. Dia tak yakin bahwa Ducati benar-benar akan memonopoli kompetisi ini, meskipun dia berharap demikian. Menurutnya, di MotoGP segalanya bisa terjadi karena semua pembalap cepat dan sangat kuat.
"Tentu saja, saya dan Pecco akan mendorong warna merah (untuk jadi juara dunia). Namun, kami berada di MotoGP, semua orang cepat dan jika Anda mengharapkan (Bagnaia dan saya jadi) yang pertama di setiap balapan, maka Anda tidak tahu apa itu MotoGP," ujar Marc, dilansir dari laman Crash.
Musim lalu, ada beberapa pembalap dari tim lain yang sempat mengecoh dominasi Ducati, di antarannya adalah duo Aprilia saat itu, yakni Maverick Vinales dan Aleix Espargaro. Ditambah lagi dengan rookie KTM, Pedro Acosta.
Sementara itu, tahun ini mereka masih memiliki Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, dan juga Ai Ogura yang penampilannya di awal musim tampak menjanjikan.
Marc juga menjelaskan bahwa pembalap bermotor Ducati yang lain juga bisa menjadi tantangan jika ingin mendominasi barisan depan karena tahun ini, para pembalap Ducati akan memulai kompetisi dengan basis motor yang sama.
Kita bisa lihat sendiri bagaimana performa Alex Marquez (Gresini) dan Franco Morbidelli (VR46) yang cukup konsisten bersaing di barisan depan.
Belum lagi dengan kondisi trek yang berbeda-beda di setiap race, entah hujan, kering, atau lembab, yang mana hal ini bisa menjadi salah satu faktor kekuatan bagi rider-rider tertentu. Jadi, mari kita lihat akan semeriah apa persaingan gelar juara dunia musim ini.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tak Banyak Gaya, tapi Bikin Betah: Alasan Nganjuk Cocok untuk Slow Living
-
Penyetan Lamongan vs Madura: Serupa tapi Tak Sama, Mana Favoritmu?
-
David Alonso, Calon Rookie MotoGP 2027 Ini Ternyata Anak Didik Marc Marquez
-
Santai, Pedro Acosta Hadapi Musim Perdana dengan Ducati Tanpa Rasa Tertekan
-
Belum Punya Tim, Maverick Vinales Tegaskan Tak Akan Bertahan di KTM
Artikel Terkait
-
4 Kejutan di Sprint Race MotoGP Thailand 2025, Marquez Brothers Naik Podium
-
Temui Titik Terang, 2 Pembalap Honda Urungkan Niat untuk Bersenang-Senang
-
Ingat Masa Lalu, Marc Marquez Minta Jorge Martin untuk Fokus Sembuh Dulu
-
Alami Peningkatan yang Signifikan, Comeback Yamaha di MotoGP Makin Dinantikan
-
Jorge Martin Absen hingga GP Argentina, Mental Sang Juara Dunia Diuji Lagi
Hobi
-
David Alonso, Calon Rookie MotoGP 2027 Ini Ternyata Anak Didik Marc Marquez
-
Bambang Pamungkas Muncul Lagi di Selangor FC, Kali Ini Bawa Momen Nostalgia
-
Sinyal Kuat dari Kreator: The Simpsons: Hit & Run Bersiap Comeback Setelah 2 Dekade!
-
7 Fakta Menarik Transfer Rodri ke Barcelona: Dari Reuni Juara Dunia hingga Ganti Nama Jersey
-
Santai, Pedro Acosta Hadapi Musim Perdana dengan Ducati Tanpa Rasa Tertekan
Terkini
-
Huawei MatePad Mini Resmi di Indonesia,Tablet 8,8 Inci yang Nyaman Digenggam dan Memanjakan Mata
-
Luntang-Lantung Si Gadis Taat: Saat Iman Diuji Realitas Sosial
-
Review Flex x Cop Season 1: Aksi Anak Konglomerat Memburu Pelaku Kejahatan
-
Ulasan Na Willa: Ketika Dunia Sederhana Anak-Anak Mengajarkan Arti Bertumbuh
-
Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial