Scroll untuk membaca artikel
Hikmawan Firdaus | zahir zahir
Skuad Timnas Indonesia U-17. (pssi.org)

Beberapa waktu yang lalu induk federasi sepakbola Indonesia atau PSSI resmi mengumumkan nama-nama pemain yang akan masuk ke dalam skuad timnas Indonesia U-17. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), pelatih timnas Indonesia U-17, Nova Arianto memanggil 23 nama pemain yang masuk ke dalam skuad garuda U-17 yang akan berlaga di ajang Piala Asia U-17 2025 mendatang.

Timnas Indonesia sendiri memang menjadi salah satu dari 16 kontestan ajang Piala Asia U-17 2025 mendatang. Melansir dari laman resmi AFC (the-afc.com), ajang Piala Asia U-17 2025 akan digelar pada tanggal 3-20 April 2025 di Saudi Arabia. Timnas Indonesia U-17 sendiri dalam ajang Piala Asia U-17 2025 kali ini tergabung di grup C bersama Yaman, Afghanistan dan Korea Selatan.

Sorotan langsung ditujukan kepada anak asuh pelatih Nova Arianto jelang ajang Piala Asia U-17 2025 nanti. Selain timnas Indonesia yang ditargetkan untuk lolos ke babak perempat final dan putaran final Piala Dunia U-17 2025, beberapa pihak juga menyoroti kondisi skuad timnas Indonesia U-17. Salah satunya adalah media asal Vietnam, Soha.

Melansir dari laman resminya, soha.vn, media tersebut menyebut bahwa timnas Indonesia memiliki postur pemain yang terbilang cukup pendek dibandingkan kontestan-kontestan lainnya di ajang tersebut. Bahkan, media asal Vietnam tersebut juga menyindir keberadaan pemain keturunan di skuad timnas Indonesia U-17 yang tak menyumbang keunggulan dari segi postur tubuh.

Tidak mengherankan jika U17 Vietnam kurang beruntung dalam hal kekuatan fisik di turnamen kontinental. Namun, kasus U17 Indonesia ini menimbulkan rasa penasaran di kalangan penggemar. Rata-rata tinggi badan tim Indonesia di Piala Asia U-17 2025 hanya 173,1 cm, menduduki peringkat kedua terbawah,” tulis media Soha.

Timnas Indonesia sendiri memang di ajang Piala Asia U-17 2025 kali ini terbilang memiliki skuad yang cukup pendek dari segi postur tubuh. Tercatat, rata-rata tinggi pemain skuad garuda U-17 hanya sekitar 173, 1 cm dan menjadi negara ke-2 terpendek dari kontestan-kontestan lainnya di ajang tersebut.

Kontestan dengan tinggi badan terendah dimiliki oleh Yaman yang akan menjadi lawan Indonesia di babak grup, yakni 172,4 cm. Sementara itu, negara dengan rata-rata postur tinggi pemain paling tinggi adalah Iran dengan 182,1 cm.

Hanya Bawa 1 Pemain Keturunan Jadi Sebab Postur Timnas Indonesia Cukup Pendek

Media Vietnam, Soha juga menyoroti timnas Indonesia yang hanya membawa 1 pemain keturunan di ajang Piala Asia U-17 2025 kali ini. Nama Mathew Baker yang merupakan pemain keturunan Australia-Indonesia menjadi satu-satunya nama keturunan di skuad garuda U-17. Namun, sayangnya pemain yang berposisi sebagai bek kiri tersebut ternyata tak terlalu tinggi meskipun berstatus pemain keturunan. Tinggi Mathew Baker tercatat hanya 176 cm.

Timnas U-17 Indonesia datang ke turnamen Asia hanya dengan 1 pemain naturalisasi, Mathew Ryan Baker. Bek yang saat ini bermain di Australia ini juga merupakan pemain naturalisasi pertama yang bermain untuk tim Indonesia U-17 di putaran final Asia U-17,” tulis media Vietnam.

Di sisi lain, pemain dengan postur tertinggi di timnas Indonesia U-17 dimiliki oleh Rendy Razzaqu yang berposisi sebagai kiper dengan postur 187 cm. Sementara itu, pemain dengan postur terpendek dimiliki oleh Fandi Ahmad yang berposisi sebagai winger dengan postur 156 cm.

Tentunya diharapkan kekurangan di segi postur tubuh tak menjadi titik lemah bagi timnas Indonesia U-17 yang akan mengikuti ajang Piala Asia U-17 2025 yang digelar di Saudi Arabia nantinya dan tetap mampu mencapai target lolos ke babak 8 besar dan putaran final Piala Dunia U-17 2025.

zahir zahir