Pertarungan babak delapan besar gelaran Piala Asia U-17 mempertemukan Timnas Indonesia dengan Korea Utara. Sesuai dengan bracket pertandingan yang dirilis oleh AFC, Indonesia yang berstatus sebagai pemuncak klasemen akhir grup C, bakal bertarung melawan runner-up grup D yang diisi oleh tim asal semenanjung Korea tersebut.
Menyadur unggahan akun instagram resmi Timnas Indonesia, @timnasindonesia, pertandingan antara Pasukan Muda Merah Putih melawan Pasukan Merah asal Asia Timur tersebut bakal berlangsung pada Senin (14/4/2025) mulai pukul 21.00 WIB.
Melihat track record yang telah dicatatkan oleh Timnas Indonesia di fase penyisihan grup C, sejatinya anak asuh Nova Arianto tersebut memiliki peluang besar untuk bisa memenangi laga fase gugur ini.
Terlebih, jika melihat permainan Korea Utara di tiga laga penyisihan grup D, sang calon lawan cenderung bermain pragmatis, dan sangat textbook.
Sehingga, secara teori, permainan yang dikembangkan oleh Korea Utara ini seharusnya bisa diantisipasi dengan baik oleh Evandra Florasta dan kolega di lapangan.
Sepertimana video pertandingan yang diunggah oleh kanal YouTube AFC Asian Cup, hingga fase penyisihan grup D berakhir, Korea Utara sejatinya memainkan skema permainan dengan dua cara mendasar.
Yang pertama adalah, mereka bermain dengan mengandalkan bola-bola panjang di sektor sayap, kemudian mengakhirinya dengan tiga pilihan.
Pilihan tersebut adalah, mengakhiri kejaran bola panjang itu dengan melakukan cut-inside, umpan cut-back, atau mengirimkan umpan lambung ke area penalti tim lawan.
Patut dicatat, meskipun pakem ini terkesan pragmatis, namun cara bermain Korea Utara ini secara statistik sangatlah efektif.
Seperti misal di momen gol pertama melawan Oman. Pemain Korea Utara melakukan umpan panjang dari belakang, bola dikejar, dikuasai, melakukan cut-inside, dan mengakhirinya dengan tembakan mematikan yang menggetarkan jala lawan.
Bukan hanya itu. Dua gol yang mereka ciptakan ke gawang Tajikistan juga berawal dari pakem serangan ini. Sehingga, pada pertandingan nanti, pakem serangan yang mengandalkan bola panjang dan kemudian diakhiri dengan tiga opsi ini, harus mendapatkan perhatian tersendiri dari para pemain Pasukan Garuda Muda..
Selain mengandalkan serangan cepat dengan bola-bola panjang dari sektor sayap, Korea Utara juga sering memeragakan permainan dengan mengandalkan bola-bola udara.
Dari pakem ini, setidaknya dua gol telah berhasil mereka ciptakan. Yang pertama adalah gol melawan Iran dan yang kedua adalah ketika menjebol gawang Oman.
Akan tetapi, meskipun Korea Utara bermain dengan skema yang sangat pragmatis berbasis permainan yang textual seperti ini, Pasukan Muda Merah Putih pantang untuk meremehkan permainan mereka.
Pasalnya, Korea Utara sendiri memiliki deretan pemain yang tajam dan berkualitas untuk menyelesaikan peluang sekecil apapun. Dalam daftar topskorer yang dirilis oleh AFC, negara tetangga Korea Selatan tersebut saat ini menempatkan dua pemainnya, Pak Kwang-song dan Ri Kang-rim di tangga top skor sementara turnamen dengan koleksi masing-masing dua gol.
Dan lagi, yang perlu dicatat adalah, meskipun permainan Korea Utara ini pragmatis, namun mereka melakukan itu untuk memanfaatkan segala sumber daya yang mereka miliki di skuat.
Dalam komposisi pemain yang ada, mereka memiliki pemain yang cepat dan kuat, sehingga menerapkan permainan bola-bola panjang dan cepat.
Pun demikian halnya ketika mereka menyadari di dalam tim ada deretan pemain yang memiliki tinggi menjulang, maka mereka mengonsep permainan dengan mengandalkan bola-bola udara untuk menaklukkan lini pertahanan sang lawan.
Jadi, sekali lagi, Pasukan Muda Merah Putih wajib berhati-hati meskipun lawannya kali ini bermain dengan cara yang pragmatis.
Baca Juga
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
-
John Herdman, Timnas Indonesia, dan Formasi Laga Debutnya yang Amat Intimidatif
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
-
John Herdman, FIFA Series 2026 dan Lini Tengah Skuat Final yang Tak Lagi Jadi Dapur Pacu Serangan
Artikel Terkait
-
Yakob Sayuri Menggila di BRI Liga 1, Tambah Opsi Kluivert Racik Lini Depan Timnas Indonesia
-
Kegilaan Ri Kang-rim yang Hukum Lawan-lawan Korut, Timnas Indonesia U-17 Wajib Waspada!
-
Gelagat Buruk China Jelang Lawan Timnas Indonesia, Media Asing: AFC di Pihak Mereka
-
Hadapi Korea Utara, Timnas Indonesia U-17 Harus Mampu Maksimalkan Keunggulan Serangan Balik
Hobi
-
Max Verstappen Isyaratkan Pensiun, Regulasi F1 2026 Dinilai Rusak Esensi Balap
-
Ducati Superleggera V4 Centenario, Pertama yang Pakai Carbon Ceramic Brakes
-
Menang di F1 GP Jepang 2025, Andrea Kimi Antonelli Pecahkan Rekor Lagi
-
Drama Sprint Race MotoGP Amerika 2026: Jorge Martin Taklukkan Austin, Marquez dan Diggia Tergelincir
-
Menolak Jemawa, Marco Bezzecchi Masih Enggan Bicara Soal Gelar Juara Dunia
Terkini
-
Novel Lebih Senyap dari Bisikan, Jeritan Sunyi Seorang Ibu Pascamelahirkan
-
3 Rekomendasi HP iQOO Murah Terbaru 2026: Performa Ngebut, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
8 Cara Menghidupkan HP yang Mati Total Tanpa Tombol Power dan Volume
-
Fakta Hukum Mengejutkan: Mengapa Menteri Korupsi, Presiden Tetap 'Kebal Hukum'?
-
Menjadi Cantik di Mata Sendiri, Kiat Self Love di Novel Eat Drink Sleep