PSSI pada bulan April 2025 ini resmi mengeluarkan program baru bernama Garuda Academy. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), program yang juga merupakan kerja sama dengan pihak FIFA selaku induk organisasi sepakbola dunia ini dibentuk guna mengembangkan bakat-bakat muda lokal yang ada di Indonesia. Program yang dimulai pada bulan April 2025 ini akan dibuka beberapa batch pendaftaran dan untuk batch pertama dibuka pada 19-24 April 2025.
“PSSI resmi meluncurkan program Garuda Academy yang didukung langsung oleh FIFA dan AFC. Garuda Academy kini membuka pendaftaran Batch 1 yang akan dilaksanakan pada tanggal 19–24 April 2025. Program ini menjadi langkah awal bagi para talenta muda Indonesia untuk mendapatkan pendidikan manajemen sepak bola bertaraf internasional yang terjangkau dan relevan dengan kebutuhan industry,” tulis laman resmi PSSI.
Garuda Academy sendiri adalah salah satu program kerja yang dicanangkan oleh Erick Thohir selaku ketua umum PSSI saat ini yang berfokus dalam pengembangan sepakbola lokal di usia kelompok umur. Hal ini tentunya merupakan langkah positif bagi pesepakbolaan Indonesia yang memang dalam kurun waktu 5 tahun terakhir tengah gencar-gencarnya melalukan pembenahan dan peningkatan kualitas liga, termasuk dalam pengembangan pesepakbolaan kelompok umur.
Di sisi lain, hadirnya program Garuda Academy ini sendiri juga sebagai bentuk langkah konkrit dan jawaban atas kritik beberapa pihak yang menanyakan komitmen PSSI terhadap pengembangan sepakbola kelompok umur dan tak hanya fokus ke program naturalisasi pemain keturunan untuk timnas Indonesia semata.
Sebelumnya, banyak pihak yang mengkritisi langkah PSSI yang memang menanyakan komitmen PSSI mengenai pengembangan bakat sepakbola di usia muda. Belum lagi banyak pihak yang mengkritisi PSSI terlaku fokus dengan program naturalisasi pemain keturunan dan seakan-akan melupakan pengembangan bakat lokal muda di Indonesia.
Garuda Academy Diklaim Miliki Keunggulan Progresif Dibandingkan Program Sebelumnya
Garuda Academy yang dirintis oleh PSSI dan FIFA ini memang dianggap merupakan salah satu program yang memiliki beragama keunggulan dan dampak positif bagi pengembangan sepakbola Indonesia di kelompok umur. Melansir dari sumber suara.com (22/04/2025), beberapa keunggulan tersebut meliputi:
1. PSSI mengklaim tak mematok biaya tinggi dalam keikutsertaan Garuda Academy. Bahkan, ada peluang peserta terpilih akan mengikuti kegiatan pelatihan tersebut secara gratis kedepannya.
2. Kurikulum yang lebih lengkap dan praktis. Sebelumnya, pelatiha serupa yang diselenggarakan oleh PSSI dikritik hanya memberikan pemahaman bola mendasar dan tak terlalu mengedepankan program jangka panjang. Nah, dalam program Garuda Academy kali ini peserta akan dididik dengan bertahap yang melibatkan tenaga ahli profesional baik dari dalam maupun luar negeri.
3. Difasilitasi oleh FIFA dan AFC. Salah satu keunggulan lainnya adalah program Garuda Academy sendiri tak hanya dirancang oleh PSSI selaku induk sepakbola Indonesia. Akan tetapi, program ini juga difasilitasi oleh FIFA dan AFC. Hal ini membuat program Garuda Academy sendiri memiliki kualifikasi dan kualitas pelaksanaan yang jauh lebih baik dibandungkan program-program PSSI sebelumnya yang sejenis.
4. PSSI memberikan beasiswa S2 atau masters kepada peserta terbaik. Tindak lanjut dari program ini sendiri adalah pemberian beasiswa S2 atau masters bagi para peserta terbaik yang dibiayai langsung oleh negara dan PSSI, serta pihak sponsor. Bahkan, beasiswa S2 ini sendiri juga mencakup universitas-universitas yang ada di luar negeri selaku mitra kerjasama program
Melihat dari keunggulan yang dijelaskan dari program Garuda Academy, tak heran banyak pihak yang menaruh ekspektasi tinggi dalam program tersebut. Bahkan, banyak pihak yang juga mengharapkan adanya dampak positif bagi pesepakbolaan Indonesia dengan adanya program Garuda Academy.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Selain Kevin Diks, 3 Pemain Ini Berpeluang Absen saat Timnas Lawan China
-
Catatan Gol Dean Zandbergen, Striker Keturunan Indonesia yang Sudah Kontak dengan PSSI
-
Mengejutkan! Thom Haye Dikabarkan Dibenci oleh Fans Bola Belanda, Mengapa?
-
Kevin Diks Dikabarkan Cedera Parah, Ini 3 Kerugiannya Bagi Timnas Indonesia
-
Erick Thohir Kenang Paus Fransiskus: Sosok Pemimpin Dunia yang Penuh Kesederhanaan
Hobi
-
Nyesek, Jorge Martin Bisa Tinggalkan Aprilia Walau Raih Gelar Juara Dunia?
-
Sprint Race GP Prancis 2026: Jorge Martin Menang, Marc Marquez Patah Tulang
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
Terkini
-
Anti-Apek! 4 Parfum Lokal Citrus Cocok untuk Aktivitas Outdoor Akhir Pekan
-
Mengalah Atas Nama Cinta
-
Jangan Biarkan 'Homeless Media' Jadi Humas Pemerintah: Mengapa Independensi Itu Harga Mati
-
Donasi Buku dan Ilusi Pemerataan Pengetahuan
-
Pertarungan Masyarakat Urban Memperoleh Akses Air Bersih di Sudut Kota