Bek asal klub Inggris, Leeds United, yakni Pascal Struijk kini kembali menjadi sorotan publik sepakbola Indonesia. Pasalnya, pemain yang baru saja sukses menghantarkan klubnya promosi ke kasta tertinggi Liga Inggris atau Premier League tersebut disebut sedang menjalani proses naturalisasi dan membela timnas Indonesia kedepannya.
Melansir dari laman suara.com (29/04/2025), Pascal Struijk sendiri memang dirumorkan kian dekat untuk membela timnas Indonesia kedepannya. Dirinya juga sempat disebut tengah didekati oleh pihak PSSI guna mempertanyakan keinginannya untuk bisa membela timnas Indonesia di kemudian hari.
Tentunya hal ini akan sangat menguntungkan bagi timnas Indonesia jika Pascal Struijk setuju dan benar-benar dinaturalisasi nantinya. Pasalnya, pemain yang kini berusia 25 tahun ini merupakan sosok bek tengah yang cukup memiliki performa yang baik bersama klubnya saat ini, yakni Leeds United. Sebagai seorang bek tengah, posturnya yang cukup tinggi, yakni mencapai 190 cm menjadi modal baginya dalam duel-duel bola udara di lini pertahanan dan juga saat melalukan overlap ke depan.
Namun, ternyata Pascal Struijk sendiri tak hanya bisa bermain sebagai seorang bek tengah semata. Ada beberapa posisi yang bisa pula ditempati oleh mantan pemain timnas Belanda U-18 ini. Berikut adalah 3 posisi yang mampu dimainkan oleh Pascal Struijk selain sebagai seorang bek tengah.
1. Bek Kiri
Melansir dari laman transfermarkt.co.id, Pascal Struijk sendiri diketahui juga bisa bermain sebagai seorang bek kiri. Hal ini dikarenakan pemain berpostur jangkung tersebut memiliki kaki dominan di sisi kiri yang tentu membuatnya bisa beradaptasi di posisi sektor kiri. Hal ini tentunya cukup menarik mengingat secara postur dirinya memang cukup tinggi sebagai seorang full-back atau bek sayap.
Namun, ternyata performanya sebagai seorang bek kiri tidak bisa dianggap remeh. Pascal Struijk sendiri sudah bermain sebanyak 28 pertandingan menjadi bek kiri sudah dijalaninya sepanjang karir profesionalnya. Uniknya, saat bermain di posisi bek kiri dirinya sukses mencetak 3 gol dan mencatatkan 1 assist.
2. Gelandang Bertahan
Memiliki postur yang cukup tinggi membuat Pascal Struijk juga bisa bermain sebagai seorang gelandang bertahan atau gelandang jangkar. Posisi ini tentunya membutuhkan stamina yang cukup tinggi karena selain sebagai garis pertama pemutus serangan lawan, juga sebagai pengatur aliran bola dari lini belakang ke lini tengah atau ke depan.
Namun, Pascal Struijk sepertinya cukup cocok memainkan peran di posisi ini dengan 16 kali bermain sebagai seorang gelandang bertahan. Hal ini membuktikan bahwa dirinya juga bisa bermai sebagai seorang gelandang jangkar dan memiliki performa yang cukup baik. Kondisi ini bisa sangat menguntungkan skuad timnas Indonesia yang memang masih memiliki komposisi pemain yang minim di sektor gelandang bertahan.
3. Gelandang Tengah
Hampir mirip seperti gelandang bertahan, posisi gelandang tengah juga memiliki peran untuk mengalirkan bola dari lini pertahanan ke lini depan. Namun, porsi tugas bertahan pemain dengan posisi gelandang tengah jauh lebih sedikit dibandingkan pemai yang berposisi sebagai gelandang bertahan. Pascal Struijk diketahui juga bisa bermain di posisi ini selama membela Leeds United.
Tercatat, Pascal Struijk sempat diturunkan sebanyak 4 laga sebagai seorang gelandang tengah. Hal ini cukup menarik dikarenakan sangat sedikit seorang bek yang bisa memainkan peran sebagai seorang geladang tengah disamping posisi aslinya sebagai bek tengah. Kemampuan ini tentunya bisa memberikan dampak positif bagi timnas Indonesia, khususnya dalam kemampuan rotasi pemain di beberapa lini.
Nah, itulah beberapa posisi yang bisa dimainkan oleh seorang Pascal Struijk selain sebagai seorang bek tengah yang merupakan posisi aslinya.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Cetak Rekor, Erling Haaland Kian dekat Raih Gelar Topskor
-
Fenomena Kiper 'Pahlawan' di Piala Dunia 2026: Dari Fase Grup Langsung Dilirik Klub Elite
-
Portugal Unjuk Gigi Lumat Uzbekistan! Inikah Tahun Kejayaan Ronaldo di Piala Dunia Terakhirnya?
-
Piala Dunia 2026: Cetak Brace, Cristiano Ronaldo Panaskan Perburuan Topskor
-
Piala Dunia 2026: Nestapa Timnas Turki, Gagal karena Kutukan Hakan Sukur?
Artikel Terkait
-
Pascal Struijk dan Potensi Terganggunya Kestabilan Trio Lini Pertahanan Timnas Indonesia
-
Dean James Kabarkan Kondisi Cederanya, Kans Bela Timnas Indonesia Makin Besar
-
Erick Thohir Tak Mengelak! Teka-teki Indra Sjafri Masih di PSSI Akhirnya Terungkap
-
Nasib Muhammad Ferarri dan Asnawi Mangkualam Lawan MU Masih Abu-Abu, PSSI Angkat Bicara
-
Blackpool Berikan Penghargaan untuk Elkan Baggott
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Cetak Rekor, Erling Haaland Kian dekat Raih Gelar Topskor
-
Prediksi Curacao vs Pantai Gading: Misi Panas Kedua Tim di Philadelphia
-
Analisis Taktik Ekuador vs Jerman: Die Mannschaft Jaga Mental Juara
-
Turki vs Amerika Serikat: Ujian Mental di Akhir Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Tumbang Lagi, Pelatih Korea Selatan Buka Suara soal Rumor Keracunan Makanan
Terkini
-
The Bodyguard From Beijing: Film Jet Li yang Bikin Masa Kecil Kita Berdebar-debar
-
5 Serial Netflix Terbaik 2026 yang Wajib Masuk Daftar Tontonan
-
Ulasan The Auditors, Kisah Seru Tim Audit yang Bekerja Layaknya Detektif
-
Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Ego Anak, Penyesalan, dan Air Mata di Panti Jompo
-
Hospitality: Seni Memanusiakan Pelanggan di Tengah Persaingan Bisnis