Nama Pascal Struijk kembali terangkat ke permukaan seiring dengan getolnya PSSI melakukan pendekatan terhadap sang pemain untuk diproses alih kewarganegaraannya.
Sebagai pemain yang kini mentas di divisi Championship alias kasta kedua gelaran Liga Inggris, seorang Pascal Struijk memang sangat layak untuk dikejar.
Dengan harga yang saat ini menyentuh angka Rp278,11 miliar di laman transfermarkt, jaminan kualitas yang ditawarkan oleh pemain Leeds United ini tentu saja akan menjadi sebuah hal yang dibutuhkan oleh Timnas Indonesia untuk meneruskan persaingan di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran ketiga yang kini tengah memasuki fase krusial.
Namun di sini, yang menjadi kunci keberhasilan adalah PSSI. Induk sepak bola Indonesia tersebut harus segera bergerak cepat untuk bisa meyakinkan sang pemain agar berkenan untuk melakukan proses alih kewarganegaraan dan menjadi bagian dari skuat Garuda.
Karena jika kita melihat kualitas yang dimiliki oleh pemain berusia 25 tahun tersebut, akan sangat mungkin dirinya bakal lebih sulit untuk didekati ketika nanti sudah bertarung di Liga Primer Inggris musim depan.
Sekadar menginformasikan, klub Pascal Struijk saat ini, Leeds United memang secara resmi telah memegang tiket promosi ke Liga Primer Inggris musim depan.
Dengan koleksi 97 poin dari 45 pertandingan yang telah dijalani, Leeds United dengan kokohnya berada di puncak klasemen akhir Sky Bet Championship musim 2024/2025 ini.
Dan itu artinya, Struijk musim mendatang secara teori akan bermain di pentas tertinggi persepakbolaan negeri Raja Charles tersebut, mengingat sang pemain baru akan mengakhiri jalinan kerja samanya dengan Leeds pada 30 Juni 2027 mendatang.
Jika Struijk berkarier di EPL musim depan, tentu saja akan banyak pemandu bakat yang menyaksikan kualitas bermainnya, dan tak menutup kemungkinan untuk berpindah tim ke klub yang lebih baik.
Imbasnya tentu saja akan berantai. Jika Struijk berpindah ke klub yang lebih top, maka kans dirinya untuk dilirik oleh Timnas Pusat alias Timnas Belanda akan terbuka sangat lebar, dan sekaligus akan mematikan peluang PSSI untuk bisa mendapatkan sang pemain keturunan.
Kasus seperti ini sejatinya juga pernah terjadi beberapa waktu lalu, kepada mantan pemain AZ Alkmaar, Tijjani Reijnders.
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong kala itu sudah berkali-kali menyatakan keinginannya terhadap sang pemain untuk bisa memperkuat Pasukan Merah Putih.
Mata jeli STY menilai, Tijjani memiliki bakat besar, yang harus segera diamankan untuk kepentingan Timnas Indonesia sebelum negara lain menyadari dan menariknya ke dalam skuat mereka.
Bahkan, saat itu pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut sampai meminta kepada PSSI untuk meyakinkan dan memproses Tijjani agar bisa bermain untuk Timnas Indonesia, dengan cara apapun.
Namun sayangnya, upaya yang dilakukan oleh PSSI hanya menemukan jalan buntu. Semua pendekatan yang mereka lakukan, hanya menemukan penolakan dan tak mampu membuat sang pemain yakin untuk membela Timnas Indonesia.
Alhasil, waktu pun bergulir. Penampilan impresif Tijjani bersama AZ Alkmaar akhirnya menyadarkan bebagai pihak akan kualitas yang dimiliki oleh sang pemain. Berbagai klub pun kepincut, termasuk klub-klub besar dari berbagai daratan Eropa.
Setelah beradu penawaran dengan klub-klub lainnya yang tertarik dengan Tijjani Reijnders, klub Italia, AC Milan akhirnya menjadi pemenang dan mendapatkan jasa sang pemain.
Dan disinilah semuanya berakhir. Tijjani yang sudah lama diidam-idamkan oleh STY untuk bisa memperkuat Timnas negeri leluhurnya, memastikan keinginan itu tak akan pernah terwujud.
Pasalnya, kepindahan Tijjani ke AC Milan juga menjadi gerbang pembuka bagi sang pemain untuk bisa memperkuat Timnas Belanda.
Karena tak lama setelah kepindahannya ke AC Milan pada 19 Juli 2023, Tijjani secara resmi mendapatkan panggilan ke Timnas Pusat dan merasakan debut pertamanya bersama Timnas Belanda pada 7 September 2023.
Nah, jika kali ini PSSI tak segera bergerak cepat, bisa-bisa mereka bakal kembali kehilangan Pascal Struijk sepertimana yang terjadi pada Tijjani Reijnders saat masih berada di AZ Alkmaar dulu ya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
Artikel Terkait
-
Tak Hanya Bek Tengah, Pascal Struijk Ternyata Bisa Main di 3 Posisi Ini
-
Pascal Struijk dan Potensi Terganggunya Kestabilan Trio Lini Pertahanan Timnas Indonesia
-
Dean James Kabarkan Kondisi Cederanya, Kans Bela Timnas Indonesia Makin Besar
-
Erick Thohir Tak Mengelak! Teka-teki Indra Sjafri Masih di PSSI Akhirnya Terungkap
-
Nasib Muhammad Ferarri dan Asnawi Mangkualam Lawan MU Masih Abu-Abu, PSSI Angkat Bicara
Hobi
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
-
Angka 61 yang Ikonik: Menilik Statistik Gila Rivalitas Lewis Hamilton dan Max Verstappen
-
Forza Horizon 6 Belum Lama Rilis, Mobil MBG Sudah Nongol di Jalanan Tokyo
-
Gucci Resmi Masuk Formula 1! Brand Fashion Mewah Kini Ramaikan Dunia Balap
-
Dihantam Cedera dan Jatuh Berkali-kali, Marc Marquez: Saya Tidak Tertekan
Terkini
-
Gara-gara Bastian Steel, Kita Sadar Gombalan Bocah 2010-an Itu Sangat Genius
-
Sains di Balik Jatuh Cinta: Kenapa Otak Kita Mendadak Jadi "Gila"?
-
Habis 5 Jam di Cafe Catarina: Tempat Reuni yang Bikin Lupa Waktu Sekaligus Ramah Kantong!
-
Bahagia Tak Perlu Menunggu: Pelajaran dari Seni Membahagiakan Diri Sendiri
-
Review Leadership Mastery: Apakah Buku Ini Layak Jadi Kitab Wajib Para Pemimpin Masa Kini?