Drama sepak bola di kawasan Asia Tenggara terkait kedatangan tim tradisional Liga Inggris, Manchester United dan pembentukan tim ASEAN All Stars tampaknya belum sepenuhnya berakhir.
Setelah minimnya minat, penarikan para pemain bintang, penggantian dengan pemain kurang terkenal dan potensi sepinya para suporter yang mendatangi pertandingan secara langsung, kini muncul drama lain lagi.
Di tengah padatnya jadwal yang akan dilewati pada akhir bulan Mei 2025 mendatang, si Iblis Merah yang seharusnya menjadi magnet utama dalam pertandingan melawan tim ASEAN All Stars, berpotensi untuk datang tanpa membawa skuat penuh.
Setidaknya, jika dianalisis lebih mendalam, ada dua hal yang bisa membuat tim Manchester Merah tersebut hanya akan membawa para pemain mudanya untuk meladeni tantangan tim ASEAN All Stars di Kuala Lumpur, Malaysia.
Sudah tahu, apa sajakah dua alasan tersebut? Mari kita ulas bersama!
1. Padatnya Jadwal di Akhir Bulan Mei
Jika kita melihat perjalanan dari Manchester United di akhir bulan Mei ini, sejatinya mantan klub mega bintang Cristiano Ronaldo tersebut masih terikat dengan jadwal yang cukup padat.
Seperti misal, menyadur laman premierleague.com, tim Iblis Merah sejauh ini masih menyisakah dua laga terakhir pentas Liga Primer Inggris, yang mana menurut jadwal yang ada, mereka bakal meladeni tantangan tuan rumah Chelsea pada tanggal 17 Mei 2025, dan menjamu Aston Villa di tanggal 25 Mei 2025 mendatang pada laga terakhir EPL musim ini.
Bukan hanya itu, karena tim yang membesarkan nama David Beckham tersebut juga sukses melaju ke partai final Europa League musim ini, maka mereka masih menyisakan satu pertandingan lagi yang menentukan juara melawan Tottenhan Hotspurs.
Sepertimana informasi yang diunggah oleh akun Instagram @seasiagoal, pertandingan partai final Europa League antara The Red Devils melawan The Spurs tersebut akan dimainkan pada tanggal 22 Mei 2025 mendatang.
Dengan padatnya jadwal yang akan ditempuh oleh Setan Merah, maka akan sangat mungkin kelelahan bakal menghinggapi para pemain andalan Ruben Amorim tersebut.
Terlebih lagi, laga melawan ASEAN All Stars sendiri akan dimainkan pada tanggal 28 Mei, yang mana hanya berselang tak lebih dari tiga hari sejak laga terakhir Premier League melawan Aston Villa.
2. Banyak Pemain yang Dipanggil ke Timnas Masing-Masing
Bukan hanya terkait padatnya jadwal di akhir bulan Mei, hal lain yang bisa membuat Manchester United hanya akan membawa tim cadangan atau tim mudanya dalam lawatan ke Asia Tenggara nanti adalah karena banyaknya pemain utama yang dipanggil untuk memperkuat negaranya masing-masing.
Bukan hanya untuk memperkuat negaranya di ajang FIFA Matchday periode Juni, namun juga ada sebagian dari mereka yang dipanggil ke Timnas masing-masing dalam rangka memperkuat tim di ajang kualifikasi Piala Dunia 2026, yang tentu saja tak akan bisa mereka tolak.
Bahkan, menyadur informasi dari akun @seasiagoal, ada belasan pemain yang kemungkinan langsung bergabung bersama Timnasnya masing-masing, begitu pertandingan terakhir melawan Aston Villa terselesaikan.
Nama-nama besar seperti Harry Maguire, Luke Shaw, Toby Collyer, sudah pasti akan memilih untuk membersamai Timnas Inggris. Kemudian nama Lisandro Martinez dan Alejandro Garnacho, juga sudah pasti akan berada di Timnas Argentina untuk menjalani laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia melawan Cile.
Pun demikian halnya dengan Bruno Fernandes, Diogo Dalot, Matthijs de Ligt, Andre Onana, Noussair Mazraoui, dan sederet pemain bintang MU, sudah pasti akan memilih untuk pulang ke kampung halaman dan mengabdikan kemampuannya untuk tanah air masing-masing.
Jadi, akan sangat mungkin nantinya tim yang dibawa oleh Ruben Amorim, hanyalah berisi para pemain muda yang tak begitu terkenal pun jarang kita lihat penampilannya di layar kaca.
Jika seperti itu, maka siap-siap saja untuk kembali bertambah kecewa ya dengan proyek dari AFF ini.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
Artikel Terkait
-
Tottenham Hotspur Compang-camping Jelang Final Liga Europa, MU Diuntungkan?
-
Tanpa Wakil MU, Ini 8 Kandidat Pemain Terbaik Liga Inggris 2024/2025
-
Mantan Bintang MU, Luis Nani Dukung Partai Komunis di Portugal
-
Pelatih Malaysia: MU Lebih Cocok Lawan Timnas Indonesia Dibanding ASEAN All Stars
-
Sudah Sepi Peminat, Laga ASEAN All Stars Bisa Makin Tak Menjual Jika MU Lakukan Hal Ini
Hobi
-
BMW Rilis Vision K18 Concept Bike, Padukan Luxury Bagger dan Nuansa Aviasi
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
-
MotoGP Catalunya 2026: Diggia Menang Usai Drama Dua Kali Red Flag
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia
Terkini
-
Perebutan Takhta Kruger-Brent dan Ambisi Membunuh di Mistress of the Game
-
4 Skin Tint SPF 40 Lindungi Kulit dari Sinar Matahari agar Cegah Flek Hitam
-
Sinopsis The Crash, Film Dokumenter tentang Kecelakaan Maut yang Gegerkan Amerika Serikat
-
Taeyong NCT Luapkan Insting, Ambisi, dan Kebebasan Artistik di Lagu WYLD
-
Pecinan Kota Malang dan Luka Panjang Etnis Tionghoa Pasca G30S