Deretan para pemain yang dipanggil untuk bergabung ke Timnas Indonesia akhirnya dirilis secara resmi. Menyadur unggahan akun Instagram @timnasindonesia (18/5/2025) yang merupakan akun media sosial resmi dari skuat Garuda, sebanyak 32 nama telah diumumkan dan diharapkan segera merapat ke Bali untuk memulai pemusatan latihan pada tanggal 26 Mei mendatang.
Meskipun untuk saat ini pemanggilan ke Timnas Indonesia didominasi oleh para pemain yang berkarier di luar negeri, namun ternyata Patrick Kluivert tak menutup mata terhadap kemampuan para pemain lokal yang berkiprah di pentas Liga 1 Indonesia.
Para pemain dengan nama besar dan kerap menjadi langganan Timnas Indonesia di pemanggilan edisi sebelumnya, kembali menghiasi garuda calling kali ini, termasuk di antaranya adalah penggawa Macan Kemayoran Persija Jakarta, Rizky Ridho.
Dalam pemanggilan tersebut, pemain belakang yang kini berusia 23 tahun itu kembali menjadi salah satu penggawa untuk mengisi lini sentral pertahanan tim. Uniknya, jika kita melihat dalam daftar panggil yang diumumkan, Ridho adalah satu-satunya pemain dari kompetisi dalam negeri yang menempati posisi jantung pertahanan.
Ibarat kata, Ridho yang saat ini berkiprah di Liga 1 Indonesia, berada dalam kepungan para pemain diaspora, yang semuanya berkarier abroad mulai dari Liga di kawasan Asia, hingga liga di benua Eropa.
Akun Instagram @timnasindonesia mengunggah, untuk pemanggilan kali ini, Patrick Kluivert dan staf kepelatihannya memutuskan untuk memanggil lima pemain yang berposisi sebagai center back.
Selain Rizky Ridho dari Persija Jakarta, di posisi yang sama Kluivert juga memanggil Jordi Amat, Mees Hilgers, Justin Hubner, dan tentu saja sang kapten tim, Jay Idzes.
Dari nama-nama yang ada, tentunya kita sudah bisa menebak bahwa Ridho adalah satu-satunya pemain yang menjadi produk dalam negeri.
Karena kita ketahui bersama, keempat penggawa lainnya di posisi tersebut, semuanya merupakan pemain klub luar negeri. Jordi Amat hingga saat ini masih tercatat sebagai pemain JDT, kemudian Justin Hubner masih berkompetisi di Eropa bersama Wolverhampton Wanderer, Mees Hilgers masih menjadi pemain FC Twente di Eredivisie, sementara Jay Idzes adalah penggawa penting dari klub liga Italia Serie A, Venezia FC.
Satu-satunya Produk Lokal, Bukan Berarti Kalah Bersaing
Meskipun Rizky Ridho menjadi satu-satunya pemain dari klub dalam negeri dan berada di kepungan para pemain diaspora pada posisi center back, namun hal tersebut tentu tak lantas berarti dirinya kalah kualitas dengan para pemain lain.
Selain masih menjadi center back dengan catatan caps tertinggi, yang mana menurut data dari laman transfermarkt Ridho sudah bermain sebanyak 44 kali bagi Pasukan Merah Putih, kapten Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 tahun lalu tersebut juga tetap menjadi andalan di lini pertahanan Pasukan Merah Putih, meskipun skuat Garuda kedatangan para pemain berkualitas.
Kekompakan serta chemistry yang dibangunnya bersama Jay Idzes dan Justin Hubner dalam skema permainan tiga bek sejajar Timnas, sejauh ini menjadi komposisi yang paling memuaskan di antara kolaborasi-kolaborasi para pemain lainnya.
Meskipun posisinya sempat digadang-gadang bakal terancam dengan kedatangan pemain diaspora dari Eropa, namun hingga sejauh ini kenyataan menunjukkan bahwa Ridho masih tak tergoyahkan.
Bahkan dalam berbagai pertandingan terbuktikan secara nyata, sejatinya lini belakang Indonesialah yang membutuhkan keberadaanya dalam pembangunan sistem pertahanan yang solid, bukan pemain lain.
Jadi, meskipun untuk saat ini Ridho adalah satu-satunya center back Timnas Indonesia yang berkompetisi di liga dalam negeri, namun untuk menggeser dirinya dari lini belakang Pasukan Garuda bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan, termasuk oleh mereka, para pemain diaspora yang memiliki nama besar sekalipun.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
-
John Herdman, Timnas Indonesia, dan Formasi Laga Debutnya yang Amat Intimidatif
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
-
John Herdman, FIFA Series 2026 dan Lini Tengah Skuat Final yang Tak Lagi Jadi Dapur Pacu Serangan
Artikel Terkait
-
Patrick Kluivert Putus Kebiasaan STY, Apa Alasan Panggil Stefano Lilipaly ke Timnas Indonesia?
-
Potret Ayah Stefano Lilipaly: Kakek Rasa Atlet, Badannya Masih Kekar
-
Tak Perlu Dibantah, Sektor Sayap Kiri Garuda Paling Layak Diberikan kepada "si Loopy"
-
3 Kondisi Sulit Venezia, Jay Idzes Cs Semakin Dekat Degradasi ke Serie B Italia
-
Elkan Baggott Kasih Bocoran Kapan Bela Timnas Indonesia? Ternyata Hoaks Buatan TikTokers
Hobi
-
Max Verstappen Isyaratkan Pensiun, Regulasi F1 2026 Dinilai Rusak Esensi Balap
-
Ducati Superleggera V4 Centenario, Pertama yang Pakai Carbon Ceramic Brakes
-
Menang di F1 GP Jepang 2025, Andrea Kimi Antonelli Pecahkan Rekor Lagi
-
Drama Sprint Race MotoGP Amerika 2026: Jorge Martin Taklukkan Austin, Marquez dan Diggia Tergelincir
-
Menolak Jemawa, Marco Bezzecchi Masih Enggan Bicara Soal Gelar Juara Dunia
Terkini
-
Novel Lebih Senyap dari Bisikan, Jeritan Sunyi Seorang Ibu Pascamelahirkan
-
3 Rekomendasi HP iQOO Murah Terbaru 2026: Performa Ngebut, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
8 Cara Menghidupkan HP yang Mati Total Tanpa Tombol Power dan Volume
-
Fakta Hukum Mengejutkan: Mengapa Menteri Korupsi, Presiden Tetap 'Kebal Hukum'?
-
Menjadi Cantik di Mata Sendiri, Kiat Self Love di Novel Eat Drink Sleep