Kapal Api Indonesia Open 2025 telah merampungkan semua pertandingan di babak 16 besar pada Kamis (05/06/2025) di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta. Sayangnya, hasil yang kurang maksimal didapat tuan rumah sebab hanya lima wakil yang lolos ke perempat final.
Perjuangan Putri Kusuma Wardani masih akan terus berlanjut usai raih kemenangan di babak kedua. Melawan tunggal putri Thailand, Supanida Katethong, Putri KW bermain cukup baik meski harus melalui rubber set.
Putri KW yang tertinggal di gim pertama mulai tampil lebih percaya diri dan curi kemenangan pada gim kedua. Sukses paksakan rubber, Putri tidak melepas kesempatan menang dan menyudahi perlawanan Katethong dengan skor 17-21, 21-9, 21-8.
Tren positif juga ditunjukkan oleh dua wakil ganda putra tanah air yang tersisa. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani kompak raih kemenangan.
Fajar/Rian menang straight game 21-18, 21-12 atas wakil China, Chen Bo Yang/Liu Yi. Sementara Sabar/Reza taklukkan Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh asal Thailand dengan skor meyakinkan 21-13 dan 21-9.
Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi menjadi satu-satunya wakil ganda putri yang melaju ke perempat final. Hasil ini diraih usai memenangi laga perang saudara kontra Siti Sarah Azzahra/Agnia Sri Rahayu dengan skor akhir 15-21, 21-12, dan 21-9.
Sedangkan Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti dipaksa menyerah di hadapan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, 21-18, 16-21, dan 17-21. Di sisi lain, Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum juga takluk dari Baek Ha Na/Lee So Hee dengan skor akhir 21-16, 16-21, 14-21.
Tidak jauh berbeda, sektor ganda campuran juga hanya berhasil meloloskan satu wakil. Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil tampil sangat baik saat melawan Hee Yong Kai Terry/Jin Yu Jia asal Singapura.
Adnan/Nita berhasil meredam potensi Hee/Jin dalam dua gim dengan skor 21-19, 21-11. Hasil yang cukup konsisten setelah sebelumnya Adnan/Indah sukses memulangkan Tang Chun Man/Tse Ying Suet di babak pertama.
Sayang, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu harus kalah kembali dari Hiroki Midorikawa/Natsu Saito. Jafar/Felisha dipaksa menyerah usai lakoni drama rubber game yang sengit dengan skor akhir 21-23, 21-14, dan 20-22.
Di sisi lain, langkah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah juga harus terhenti. Amri/Nita harus mengakui keunggulan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dalam dua gim langsung, 12-21 dan 17-21.
Sektor tunggal putra dipastikan habis setelah Alwi Farhan dan Jonatan Christie gagal menuntaskan tantangan rubber game. Alwi Farhan kalah dari Anders Antonsen, 16-21, 21-18, dan 14-21.
Sementara Jojo takluk dari Lee Cheuk Yiu dengan skor akhir 21-12, 12-21, dan 10-21. Hasil minor di kandang sendiri yang mengecewakan mengingat wakil tunggal putra Indonesia cukup lama tidak naik podium juara.
Rekap Laga Wakil Indonesia di Babak 16 Besar Indonesia Open 2025
Tunggal Putra
- Alwi Farhan vs Anders Antonsen (16-21, 21-18, 14-21)
- Jonatan Christie vs Lee Cheuk Yiu (21-12, 12-21, 10-21)
Tunggal Putri
- Putri Kusuma Wardani vs Supanida Katethong (17-21, 21-9, 21-8)
Ganda Putra
- Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Chen Bo Yang/Liu Yi (21-18, 21-12)
- Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh (21-13, 21-9)
Ganda Putri
- Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (21-18, 16-21, 17-21)
- Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum vs Baek Ha Na/Lee So Hee (21-16, 16-21, 14-21)
- Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi vs Siti Sarah Azzahra/Agnia Sri Rahayu (15-21, 21-12, 21-9)
Ganda Campuran
- Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu vs Hiroki Midorikawa/Natsu Saito (21-23, 21-14, 20-22)
- Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (12-21, 17-21)
- Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil vs Hee Yong Kai Terry/Jin Yu Jia (21-19, 21-11)
Tag
Baca Juga
-
Quiet Quitting atau Self-Respect? Cara Gen Z Memandang Dunia Kerja Modern
-
Overthinking di Era Informasi Digital: Semua Mendesak, Gamang Prioritas?
-
Perempuan Harus Mandiri, tapi Tetap Dihakimi: Realita yang Sering Terjadi
-
Validasi di Media Sosial: Kebutuhan atau Ketergantungan yang Tak Disadari?
-
Menjadi Dewasa Tanpa Panduan: Proses Hidup Belajar dari Kesalahan Sendiri
Artikel Terkait
Hobi
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
Terkini
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin
-
3 Rekomendasi HP POCO Rp1 Jutaan 2026: Performa Ngebut, Harga Bersahabat
-
Menenun Kembali Persahabatan di Ujung Cakrawala Aldebaran
-
Resep Ketenangan di Pojok Kopi Dusun: Saat Modernitas Bertemu Tradisi di Kawasan Candi Muaro Jambi