Pada laga matchday ke-9 grup C babak kualifikasi Piala Dunia 2026 round 3 zona Asia antara Indonesia vs Cina, salah satu pemain sukses mencuri perhatian khayalak ramai, khususnya fans skuad garuda. Pemain tersebut adalah kiper keturunan Indonesia-Italia, yakni Emil Audero.
Dilansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), Emil Audero yang melakoni laga debutnya melawan Cina pada Kamis (5/6/2025) kemarin sukses menunjukkan aksi memukau di bawah mistar gawang.
Ditunjuk menggantikan Maarten Paes yang harus absen karena mendapatkan hukuman kartu kuning di laga sebelumnya tentunya membuat Emil Audero Mulyadi menjadi sorotan banyak pihak sejak sebelum laga tersebut.
Pasalnya, kendati merupakan kiper yang dididik dan berkarier di atmosfer sepak bola Eropa sejak usia belia, banyak pihak yang sempat meragukan kualitas kiper asal klub Italia, Palermo tersebut.
Dalam laga kontra Cina yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta kemarin, Emil Audero sukses menunjukkan kualitasnya di bawah mistar gawang Indonesia.
Dirinya sukses menjadi palang pintu terakhir skuad garuda dan mengamankan kemenangan timnas Indonesia atas Cina dengan skor akhir 1-0 melalui gol Ole Romeny. Hal ini juga sekaligus membuat skuad garuda lolos ke babak round 4 ajang kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia untuk pertama kalinya.
Di sisi lain, performa gemilang yang dipertontonkan oleh Emil Audero Mulyadi saat melakoni laga debutnya melawan Cina juga menimbulkan satu pertanyaan, akankah dirinya menggeser posisi dari Maarten Paes di sektor penjaga gawang utama timnas Indonesia?
Performa Gemilang Emil Audero Bisa Membuat Maarten Paes Dicadangkan?
Sejauh ini, kiper utama timnas Indonesia memang masih dipegang oleh Maarten Paes. Dilansir dari laman transfermarkt.co.id, kiper berusia 27 tahun tersebut memang sudah mengoleksi 8 caps bersama timnas Indonesia sejak resmi menjalani naturalisasi dan debut pada bulan September 2024 silam.
Kiper keturunan Belanda yang kini berkarier di liga Amerika Serikat bersama klub FC Dallas tersebut juga menjadi salah satu pemain berstatus keturunan atau naturalisasi di skuad timnas Indonesia.
Namun, sejak hadirnya nama Emil Audero Mulyadi yang resmi dinaturalisasi pada akhir bulan Februari 2025 lalu, banyak pihak yang mempertanyakan siapakah kiper yang pantas menyandang status penjaga gawang utama di bawah mistar timnas Indonesia? Seperti yang diketahui, baik Emil Audero Mulyadi ataupun Maarten Paes dianggap memiliki kualitas yang hampir setara.
Maarten Paes sendiri meskipun kini bermain di liga Amerika Serikat yang secara kualitas masih di bawah liga Eropa, bukan berarti dirinya tak memiliki kualitas yang memukau.
Pemain jebolan akademi NEC Nijmegen ini pernah membela 2 klub di kasta tertinggi sepak bola Belanda atau Eredivisie, yakni NEC Nijmegen dan FC Utrecht sebelum memutuskan berkarier di FC Dallas. Selain itu, kariernya bersama 2 klub asal Belanda tersebut juga terbilang cukup baik karena menjadi kiper utama.
Di sisi lain, Emil Audero Mulyadi dianggap sebagai salah satu kiper yang besar dengan iklim sepak bola Eropa sejak usia belia.
Meskipun hanya menjadi kiper cadangan di beberapa klub di liga Italia seperti Juventus, Inter Milan, Samporia, dan FC Como 1907, akan tetapi siapa yang tak tahu jika atmosfer liga Italia sebagai salah satu liga terbaik di benua Eropa pastinya akan membuat performa Emil Audero kian menanjak dari waktu ke waktu.
Kini, dengan performa Emil Audero yang sangat memukau di laga debutnya melawan Cina, banyak pihak yang memprediksi bahwa dirinya bisa saja menggeser posisi dari Maarten Paes di bawah mistar timnas Indonesia.
Hal ini bisa pula membuat Patrick Kluivert menurunkan kembali kiper berusia 29 tahun tersebut kendati Maarten Paes sudah bebas dari hukuman saat laga matchday ke-10 melawan Jepang nanti.
Sejatinya memiliki 2 kiper dengan kualitas atas seperti Maarten Paes dan Emil Audero merupakan hal yang cukup baik, khususnya untuk memunculkan persaingan memperebutkan posisi kiper utama di skuad garuda.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik
Artikel Terkait
-
4 Alasan Laga Tandang vs Jepang Tetap Penting untuk Timnas Indonesia
-
Meski Tak Ada Tendensi, Timnas Indonesia Harus Targetkan Kemenangan atas Jepang di Laga Terakhir!
-
Joey Pelupessy Antusias Ladeni Jepang, Ungkap Bekal Positif Skuad Garuda!
-
Patrick Kluivert Akui Belum Bisa Tinggalkan Sistem Warisan Shin Tae-yong, Lho Kok Bisa?
-
3 Alasan Laga Indonesia vs Jepang Bakal Lebih Seru dari Pertemuan Pertama, Bisa Menebak Kenapa?
Hobi
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Bos Aprilia Puji Marc Marquez: Dia Favorit Juara Dunia Musim Ini
-
Gabung Aprilia, Pecco Bagnaia Balas Dendam pada Marc Marquez dan Ducati?
-
Tak Gentar! Davide Tardozzi Yakin Ducati Bisa Raih Gelar Juara Dunia
-
Toprak Razgatlioglu Masih Terpuruk sampai Paruh Musim MotoGP, Salah Jalan?
Terkini
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang
-
Samakdo: Film Horor Korea Selatan Terbaik dengan Misteri Sekte yang Sesat!