Musim ini tampaknya bukan awal yang mudah bagi Pecco Bagnaia. Sang juara bertahan MotoGP itu masih berjuang menemukan ritme terbaiknya bersama motor baru Ducati GP25.
Performanya belum konsisten, tanda-tanda kesulitan semakin terlihat saat tampil di Mugello pekan lalu, sirkuit yang selama ini menjadi favoritnya.
Di Mugello, Bagnaia hanya mampu finis di posisi ketiga pada sesi sprint race dan keempat di main race. Hasil ini tentu jauh dari harapan, terutama jika dibandingkan dengan pencapaiannya musim lalu, di mana ia tampil dominan dengan meraih pole position dan menang di kedua sesi balapan.
Sebelum balapan digelar, Bagnaia bahkan sempat mengungkapkan bahwa akan ada yang salah jika ia tidak tampil kompetitif di Mugello. Pernyataan itu bukan tanpa alasan, mengingat dalam tiga musim terakhir, ia selalu berhasil meraih kemenangan di trek ini.
Hasil di Mugello semakin menegaskan bahwa Bagnaia belum sepenuhnya menemukan kenyamanan dengan GP25. Tekanan untuk segera bangkit pun semakin besar, terutama dengan persaingan musim ini yang semakin ketat dan tidak memberi ruang untuk kesalahan sedikit pun.
Terkait dengan masalah yang masih dialami Pecco, Manajer Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, mengatakan bahwa Ducati belum menemukan solusi. Kendati demikian, Tardozzi masih tetap yakin dengan kemampuan Pecco melihat dari data yang ada.
"Ya, jelas setelah tiga kemenangan berturut-turut (di Mugello) seperti yang ia lakukan dalam tiga tahun terakhir, ia mengharapkan sesuatu yang lebih. Sejak awal kejuaraan, kami menghadapi beberapa masalah bagi Pecco yang tidak memberinya kepercayaan diri yang dimilikinya di area utama. Saat ini kami belum menemukan solusi. Namun, kami benar-benar tahu dan melihat data bahwa Pecco masih jadi pembalap tercepat tahun lalu," ujar Tardozzi dilansir dari laman Crash.
Kendati terus menemui masalah dan belum menemukan solusi, Tardozzi mengungkapkan bahwa dia akan tetap mendukung Pecco apa pun yang terjadi.
Lebih-lebih ada kesenjangan yang tercipta di antara Pecco dan Marc, di mana posisi Pecco sekarang tertinggal jauh di belakang Marc. Sebagai manajer yang bertugas memberikan yang terbaik untuk dua pembalapnya, Tardozzi tidak lantas meninggalkan Pecco yang sedang berada dalam masa sulit.
"Ketika Anda memiliki dua pembalap, yang satu naik podium dan yang lainnya sedikit menderita, saya selalu berada di pihak yang lebih bermasalah," kata Tardozzi, dilansir dari laman Motorsport.
Mantan pembalap WorldSBK tersebut tentu senang dengan hasil yang diperoleh oleh Marc Marquez, tapi juga menegaskan bahwa Ducati tidak pernah meragukan Bagnaia, mereka percaya bahwa Pecco tidak kehilangan kecepatan dan bakatnya.
"Pecco tetaplah Pecco. Kami tidak meragukan kecepatannya. Kami belum menemukan solusinya, tapi Pecco adalah juara yang kamu kenal dari tahun lalu, dan dia memiliki kecepatan untuk bertarung dengan Marc dan Alex di setiap balapan," tambahnya.
Masa-masa sulit yang dialami oleh Pecco Bagnaia memang sangat disayangkan, melihatnya bisa bertarung lebih banyak dengan Marc di tahun ini adalah impian dari penonton.
Di sisi lain, ini juga menjadi fase yang wajar terjadi bagi setiap pembalap. Ada kalanya mereka mengalami penurunan performa, entah karena cedera atau motor yang tidak sesuai.
Bukan hanya Bagnaia, Marc Marquez bahkan Sang Guru, Valentino Rossi, pun dulu juga pernah melewati masa-masa suram seperti ini.
Namun, seperti yang dikatakan oleh Tardozzi, Pecco adalah pembalap yang memiliki bakat luar biasa, dia juga pernah menjadi juara dunia, maka tidak perlu diragukan lagi dia akan segera bangkit dari permasalahan ini. Semua hanya tinggal menunggu waktu.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
MotoGP 2026 Belum Dimulai, Rumor Transfer 4 Pembalap Ini Sudah Panas
-
Bangga! Mario Suryo Aji Pakai Helm Bertema Majapahit di Ajang Moto2 2026
-
Bukan Pembalap Biasa, Inilah 2 Rookie yang akan Tampil di MotoGP 2026
-
Kalender Lengkap Formula 1 Musim 2026, Seri Mana yang Paling Kamu Tunggu?
-
Ada Pendatang Baru! Inilah Daftar Tim dan Pembalap Formula 1 Tahun 2026
Artikel Terkait
-
Siap! Jorge Martin Tinggal Tunggu Keputusan Medis untuk Kembali ke MotoGP
-
Jadwal MotoGP Belanda 2025, Pertarungan Hidup dan Mati untuk Pecco Bagnaia
-
Tertinggal 110 Poin, Pecco Bagnaia Tak Lagi Pikirkan Gelar Juara Dunia
-
Davide Tardozzi Marah ke Penonton yang Ejek Marc Marquez: Ini Tidak Benar!
-
Siapa Veda Ega Pratama? Pembalap Asal Gunungkidul yang Jadi Juara di Italia
Hobi
-
Performa Timnas Indonesia U-17 Masih Jauh dari Ekspektasi, Perlu Tambahan Diaspora?
-
MotoGP 2026 Belum Dimulai, Rumor Transfer 4 Pembalap Ini Sudah Panas
-
Garasi Drift Pamer Project Baru, Lamborghini Murcielago Jadi Drift Bull
-
Nova Arianto Kritik Performa Timnas Indonesia U-17 usai Dibekuk China, Tak Puas?
-
Bangga! Mario Suryo Aji Pakai Helm Bertema Majapahit di Ajang Moto2 2026
Terkini
-
Budaya Adu Nasib di Media Sosial: Mengapa Kita Suka Membandingkan Penderitaan?
-
4 Serum Kombucha Rahasia Kulit Cerah, Kencang, dan Skin Barrier Sehat
-
Ekosida: Kejahatan Lingkungan yang Belum Diakui Negara
-
Makin Kompak! 6 Barang Couple Unik untuk Kado Valentine yang Berkesan
-
Arti di Balik Kata Mens Rea dalam Special Show Pandji Pragiwaksono