Marc Marquez pulang dari MotoGP Assen dengan senyum lebar terpancar di wajahnya. Akhir pekan balapan kali ini benar-benar terasa sempurna baginya karena ia mampu menuntaskan semua tantangan dengan hasil maksimal.
Meskipun memulai balapan bukan dari barisan depan, melainkan posisi keempat, Marc menunjukkan kelasnya sebagai pembalap papan atas.
Di sprint race, ia berhasil menyalip lawan-lawannya dengan cepat dan menuntaskan balapan sebagai pemenang. Tak berhenti di situ, di main race pun ia tampil sangat baik dan kembali menorehkan kemenangan.
Dengan tambahan poin penuh dari dua balapan tersebut, kini Marc telah mengoleksi total 307 poin di klasemen musim ini. Raihan tersebut membuat posisinya di puncak semakin kokoh dan sulit digeser siapa pun. Menariknya, selisih poin antara dirinya dengan Sang Adik, Alex Marquez, kini mencapai 68 angka yang berarti semakin jauh.
Hasil ini tentu menjadi modal berharga bagi Marc untuk menghadapi sisa musim dengan lebih percaya diri. Dominasi yang ia tunjukkan akhir pekan ini juga semakin menegaskan bahwa dia masih sangat kompetitif untuk mengikuti ajang balap MotoGP dan pantas disebut raja lintasan di MotoGP musim ini.
Sayangnya, kemenangan Marc Marquez ini juga tidak dibarengi dengan respon positif dari penonton. Sebagian dari mereka menuding para rival Marquez di lintasan tidak cukup agresif saat bersaing dengan Marc. Hal ini dipicu oleh kemenangan tipisnya di GP Belanda 2025.
Sebut saja Alex Marquez, adik sekaligus musuh terdekat Marc di setiap balapan ini juga dikritik lantaran tidak memberi perlawanan yang sesungguhnya saat membalap dengan Marc di sesi sprint GP Belanda kemarin.
"Saya ingin mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka perlu menghormati semua pembalap karena kemarin di kerumunan media mereka mulai berkata 'ah, saudaramu (Alex) tidak menyerangmu seperti pembalap lainnya' dan bahkan beberapa mekanik mengatakan kepada saya di media sosial orang-orang mulai bicara aneh-aneh," ujar Marc, dilansir dari laman Crash.
Kemudian, Marc memenangkan sesi balap utama GP Belanda atas Marco Bezzecchi, juga dengan selisih yang tipis, yakni 0,635 detik. Marc pun turut memberi komentarnya atas hal ini.
"Dan hari ini Marco, mengapa dia tidak menyerang saya? Pada akhirnya, jika pembalap terdepan berada pada level yang sangat setara, di lintasan balap yang sangat sempit ini, Anda tidak dapat menyerang pembalap terdepan," tambahnya.
Di sisi lain, Alex Marquez dan Marco Bezzecchi sendiri juga memberikan alasan tentang mengapa mereka tidak menyalip Marc.
Menurut Alex, meskipun dia lebih cepat dari Marc, masalahnya itu hanya terjadi di titik yang sulit untuk menyalip.
"Masalah utamanya adalah saya lebih cepat darinya (Marc) di titik-titik yang lebih sulit untuk disalip, yaitu sektor tiga, terutama dengan sayap-sayap ini dan sebagainya. Saya tidak mampu menyerangnya, saya sangat dekat dengannya, tapi saya tidak cepat di titik-titik yang mengharuskan saya untuk cepat menyerang seorang pembalap," ujar Alex, dilansir dari laman The Race.
Sedangkan Marco Bezzecchi, dalam sebuah video yang diunggah di situs resmi MotoGP, motogp.com, dia mengaku sudah mengerahkan segalanya untuk menyalip Marc, tapi kenyataannya dia belum bisa.
"Saya kerahkan segalanya untuk melawan Marc. Bagian pertama balapan, saya dekat. Tapi di bagian kedua, dia meningkatkan kecepatannya. Saya kompetitif di chicane, tapi harus saya katakan, dengan Marc, hampir mustahil (untuk menyalip)," ujar Bezz.
Pada akhirnya, Marc meminta agar semua orang menghormati para pembalap karena mereka semua berjuang untuk kemenangan diri mereka sendiri dan tim, sehingga tidak ada istilah tidak memberi perlawanan atau mengalah dalam kompetisi ini karena semua punya ambisi untuk jadi yang nomor satu.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Salut! Marc Marquez Minta Dihukum Usai Buat Fabio Di Giannantonio Jatuh
-
Menang di F1 GP Jepang 2025, Andrea Kimi Antonelli Pecahkan Rekor Lagi
-
Drama Sprint Race MotoGP Amerika 2026: Jorge Martin Taklukkan Austin, Marquez dan Diggia Tergelincir
-
Menolak Jemawa, Marco Bezzecchi Masih Enggan Bicara Soal Gelar Juara Dunia
-
Harapan Sederhana Oscar Piastri di F1 GP Jepang 2026: Hanya Ingin Memulai
Artikel Terkait
-
Bukan Hanya GP25, Sprint Race Juga Masih Jadi PR Pecco Bagnaia Musim Ini
-
MotoGP Belanda 2025: Marc Marquez Hattrick, Marco Bezzecchi Gendong Aprilia
-
Jorge Martin Bebas dari Kontrak Tahun 2026, Apa Kata Aprilia?
-
Podium Sprint Pecco Bagnaia Pupus, Davide Tardozzi Ungkap Masalahnya
-
Sprint Race MotoGP Belanda 2025, Memang Bukan Harinya Fabio Quartararo
Hobi
-
Ferrari F40, Proyek Supercar Terakhir Karya Enzo Ferrari yang Jadi Legenda
-
Salut! Marc Marquez Minta Dihukum Usai Buat Fabio Di Giannantonio Jatuh
-
Max Verstappen Isyaratkan Pensiun, Regulasi F1 2026 Dinilai Rusak Esensi Balap
-
Ducati Superleggera V4 Centenario, Pertama yang Pakai Carbon Ceramic Brakes
-
Menang di F1 GP Jepang 2025, Andrea Kimi Antonelli Pecahkan Rekor Lagi
Terkini
-
Modal 2 Juta Bisa Punya "Laptop" Mini? Cek 5 Rekomendasi Tablet Kece Buat Nulis
-
Menimbang Ulang Sekolah Daring di Tengah Krisis Global
-
Dari Perpustakaan ke Hamburg: Manis-Pahit Kisah Alster Lake
-
4 Toner Lokal Ukuran 200-500 ML, Solusi Awet Andalan Kulit Cerah dan Lembap
-
Selat Hormuz Ditutup, Laptop Dibuka: Apakah WFH Solusi Penghematan BBM Nasional?