Dalam kurang lebih tiga hari terakhir, dunia persepakbolaan Eropa dan internasional dikejutkan dengan kabar duka yang menimpa striker andalan Liverpool, Diogo Jota. Menyadur laman Suara.com (4/7/2025), pemain berkebangsaan Portugal tersebut terlibat dalam sebuah kecelakaan tunggal yang tragis, dan berujung para meninggalnya sang pemain.
Sontak, kabar yang penuh dengan emosi ini pun membuat rekan-rekannya di Liverpool maupun para pemain sepak bola maupun fans di seluruh dunia menjadi patah hati. Pasalnya, diakui ataupun tidak, Diogo Jota saat ini tetaplah berada dalam barisan penyerang kelas dunia, karena kepiawaiannya dalam menghidupkan lini serang di Livepool, maupun saat dirinya membela Tim Selecao Portugal.
Dan ternyata, kepergian Jota juga msedikit banyak menyisakan kenangan bagi salah satu penggawa Timnas Indonesia, Joey Pelupessy. Karena pada faktanya, pemain tengah milik Indonesia tersebut, pernah merasakan sebuah pertarungan berkelas melawan pemain Portugal yang memiliki harga tertinggi di angka Rp1,042 triliun tersebut.
Menurut unggahan akun instagram @seasiagoal (5/7/2025) kenangan pertarungan kelas tinggi antara Joey Pelupessy melawan Diogo Jota sendiri terjadi pada 28 April 2018 lalu. Kala itu, Joey Pelupessy masih berseragam Sheffield Wednesday, sementara Diogo Jota, masih menjadi bagian dari klub sebelumnya, Wolverhampton Wanderers.
Pertarungan kedua pemain ini sendiri terjadi di gelaran Liga Inggris tier kedua alias Divisi Championship, yag mana saat itu pertandingan tersebut sudah tak lagi menentukan apapun, baik bagi Sheffield Wednesday maupun Wolverhampton Wanderers.
Menyadur laman match report transfermarkt.com, pada pertandingan yang berlangsung di Molineux Stadium yang merupakan markas dari Wolves, kedua kesebelasan mengakhiri pertarungan dengan hasil imbang. Diogo Jota yang turun sebagai starter, bermain sebagai sayap kiri dalam formasi 5-4-1 dari pelatih Nuno Espirito Santo, dan bermain selama 87 menit.
Sementara di sisi lain, Joey Pelupessy yang berada di kubu lawan, juga tampil sebagai starter dalam tim, mengawal lini tengah timnya yang turun dengan formasi sama, 5-4-1 dan menyelesaikan pertarungan dengan penuh waktu di pertandingan tersebut.
Sejarah mencatat, pertandingan tersebut menjadi satu-satunya pertandingan yang mempertemukan Joey Pelupessy dengan Diogo Jota, sebelum pada akhirnya kedua pemain terbawa arus dalam takdir kariernya masing-masing.
Sekadar menginformasikan, Diogo Jota sendiri pada saat bertarung melawan Joey Pelupessi di bulan April 2018 tersebut masih menjadi pemain resmi dari klub Spanyol, Atletico Madrid. Dalam catatan kariernya di laman transfermarkt, pemain asal Porto itu baru menjadi bagian dari Wolverhampton Wanderers pada 1 Juli 2018, sehingga ketika bertanding melawan Joey Pelupessy, masih berstatus sebagai pemain pinjaman dari klub asal ibu kota Spanyol itu.
Dan takdir baik berpihak kepada Jota pasca kepindahannya dari Liga Spanyol ke Wolves. Setelah dua musim meniti karier bersama Wolves, klub raksasa liga Inggris, Liverpool kepincut untuk mendatangkan sang pemain, dan rela merogoh kocek sebesar Rp776,96 miliar, atau lebih dari tiga kali lipat dari dana yang dikeluarkan oleh Wolves untuk memboyong sang pemain dari Atletico Madrid dengan harga Rp243,34 miliar.
Dapat dikatakan, tanah Inggris memang membawa keberkahan tersendiri bagi pemain kelahiran 4 Desember 1996 tersebut. Pasalnya, setelah tertatih-tatih dan kerap menjadi pemain yang dipinjamkan saat berada di Atletico Madrid yang meminangnya semenjak musim 2016/2017, Jota seperti mendapatkan peruntungannya di kompetisi Negeri Raja Charles itu.
Statistik mencatat, selama kurang lebih dua musim membersamai Wolves, Jota berhasil melesakkan 44 gol dan 19 assist dari total 131 penampilannya di beragam kompetisi. Dan di Liverpool pun demikian. Dari 182 pertandingan yang telah dilakoninya, Jota sudah mendonasikan 65 gol, 26 assist dan menghabiskan 10.276 menit bermain bersama The Reds.
Namun sayang, perjalanan Jota kini hanya tinggal kenangan, setelah sang pemain harus mengembuskan nafas terakhirnya dalam sebuah tragedi kecelakaan yang membuat jutaan penggemar sepak bola terluka.
Baca Juga
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
Artikel Terkait
-
Mauro Zijlstra Selangkah Lagi Bela Indonesia, Naturalisasi Hampir Rampung?
-
Nomor 5 Milik Rizky Ridho, Jordi Amat Pakai Nomor 4 di Persija Jakarta?
-
Latihan Bareng Finn Dicke, Rafael Struick Akan Gabung Klub Liga Portugal?
-
3 Alasan Jordi Amat Tak Perlu Dihujat karena Bermain di Liga Indonesia
-
Peringatan Dini untuk Patrick Kluivert, PSSI Prediksi Ini Terjadi di Ronde 4
Hobi
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Geser Status Calon Juara ke Marco Bezzecchi, Marc Marquez Atur Strategi?
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
Terkini
-
Mencintai yang Berbeda: Mengapa Novel 'Kisah Seekor Camar dan Kucing' Wajib Anda Baca
-
Liturgi dari Rahim Silikon
-
Ilusi Gaji UMR: Terlihat Besar di Atas Kertas, Hilang Begitu Saja Sebelum Akhir Bulan
-
Cerita Perantau di Batam: Gagal Makan Ayam Penyet, Ujung-ujungnya Mi Ayam Jadi Penyelamat
-
Pemanasan Sebelum Coachella! Pinky Up ala Katseye Bikin Hook-nya Nempel Terus di Kepala