Perjalanan berat Timnas Putri Indonesia di pentas babak kualifikasi Piala Asia 2026 harus berakhir dengan hasil yang kurang memuaskan. Meskipun bertarung di fase seleksi dengan status sebagai tuan rumah, namun Shafira Ika Putri dan kolega harus mengubur mimi mereka untuk tampil di putaran final Piala Asia Wanita tahun depan, pasca kalah bersaing dengan tim-tim lain yang berada satu grup dengan mereka.
Menyadur laman AFC, Indonesia yang menempati grup D babak kualifikasi, hanya mampu finish di peringkat ketiga klasemen akhir. Mereka kalah bersaing dengan China Taipei yang menjadi juara grup sekaligus wakil ke turnamen, dan tim lemah Pakistan yang berada di posisi kedua klasemen.
Dengan demikian, maka harapan Pasukan Garuda Pertiwi untuk bisa berlaga di putaran final gelaran tahun depan sudah pasti gagal terlaksana dan membuat mereka harus kembali memendam keinginannya tersebut untuk mengarungi babak kualifikasi edisi selanjutnya.
Pasca kegagalan yang didapatkan oleh Timnas Wanita Indonesia, persepakbolaan Asia Tenggara sampai saat ini hanya mampu meloloskan dua negara untuk ajang level Asia tahun depan itu. Jika dilihat-lihat, kelolosan dua negara ini ke Piala Asia Wanita tahun depan juga bukan sebuah hal yang terlalu mengejutkan, karena memang memiliki kekuatan yang setara dengan tim-tim level benua.
Bahkan, dua negara ini juga berkali-kali menahbiskan dirinya menjadi ratu di persepakbolaan Asia Tenggara, serta kerap menjadi penguasa di setiap turnamen level regional.
Lantas, negara manakah yang menjadi dua wakil Asia Tenggara di Piala Asia Wanita tahun depan? Mari kita bahas bersama!
1. Filipina
Seperti yang telah diprediksikan sebelumnya, Filipina tak menemui kesulitan yang berarti di babak kualifikasi Piala Asia Wanita kali ini. Tergabung di grup G, Filipina berhasil menuntaskan persaingan dengan mencatatkan kemenangan 100 persen, mencetak 10 gol, dan tak sekalipun kebobolan.
Hong Kong, Arab Saudi dan Kamboja yang berada satu grup dengan mereka, sama sekali bukan lawan yang sepadan dengan tim asan negeri kepulauan di sebelah utara Indonesia ini. Sebuah kelolosan yang tentunya tak begitu mengherankan, mengingat Filipina sendiri adalah salah satu kekuatan utama di persepakbolaan benua Asia hingga saat ini.
Bahkan, dalam keterangan akun instagram @seasiagoal, Timnas Wanita Filipina saat ini berada di peringkat ke-41 FIFA, dan menjadi bagian dari deretan negara-negara benua Asia yang memiliki peringkat tinggi di persepakbolaan wanita.
2. Vietnam
Sama halnya dengan Filipina, jalan Vietnam untuk bisa mendapatkan tiket putaran final Piala Asia Wanita edisi 2026 ini juga dapat dikatakan tak terlalu sulit. Vietnam yang tergabung di grup E babak kualifikasi, tak dapat dibendung oleh lawan-lawannya di babak ini.
Tanpa ampun, negara-negara satu kelompoknya, yakni Uni Emirat Arab, Guam, dan Maladewa dibabat habis oleh pasukan wanita tim Negeri Paman Ho ini. Selain mencatatkan kemenangan seratus persen, Vietnam juga tercatat memasukkan 17 gol dan tak sekalipun kebobolan.
Bahkan, di babak kualifikasi ini, dalam setiap pertandingannya, Vietnam paling sedikit menciptakan 4 gol ke jala gawang lawan. Sebuah catatan yang tak terlalu mengejutkan, mengingat Vietnam sendiri saat ini berada di posisi ke-37 dan kerap menjadi wakil dari benua ini ke pentas Piala Dunia wanita.
Sejatinya, kans Asia Tenggara untuk menambah wakil ke putaran final Piala Asia tahun depan masih terbuka, mengingat masih ada Singapura dari grup A yang baru menjalani babak kualifikasi di tanggal 7 Juli ini.
Namun jika mengingat kekuatan di grup A, yang mana berisikan Iran, Yordania dan Lebanon, peluang Singapura untuk lolos dapat dikatakan kecil, sehingga akan besar kemungkinannya jika Asia Tenggara akan tetap berwakilkan Filipina dan Vietnam di turnamen tahun depan.
Tag
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Piala Presiden 2025: Saat Duo Tamu Undangan Mengacak-Acak Kehormatan Tim Tuan Rumah
-
Media Italia Nyinyir ke Marselino Ferdinan, Singgung Popularitas Tak Sebanding Kemampuan
-
Andre Rosiade Mau Bareskrim Periksa Shin Tae-yong Buntut Tuduhan Pratama Arhan Pemain Titipan
-
3 Dampak Positif Kehadiran Jordi Amat di Persija untuk Rizky Ridho
-
Bek Ajax Keturunan Maluku Rp 28,5 Miliar Santer Dinaturalisasi Setelah Mauro Zijlstra
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
4 Rekomendasi Double Sleeve Tee 100 Ribuan, Cocok untuk Hangout dan Konser!
-
Di Bawah Bendera Merah: Tentang Harga Diri dan Pahit Getir Kehidupan
-
Karina aespa Bawa Gaun Prada di Met Gala 2026, Intip Fakta Menariknya!
-
Level Baru Kuliner Jambi, Kopitiam Tetangga Hadirkan Rasa di Atas Rata-Rata
-
Jungkook BTS Ukir Sejarah jadi Penyanyi Korea Pertama Masuk Buku Edukasi AS