Keputusan induk sepak bola benua Asia, AFC dalam menentukan seeding pots mereka untuk proses pengundian grup babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ronde keempat ternyata memantik perhatian tersendiri dari media Vietnam.
Dalam sebuah unggahannya baru-baru ini, salah satu media kenamaan Vietnam, Soha.vn menuliskan bahwa apa yang telah diputuskan oleh konfederasi sepak bola benua kuning tersebut berpotensi untuk mendatangkan kerugian besar bagi Timnas Indonesia, atau bahkan mendatangkan derita bagi Pasukan Merah Putih.
"AFC tak ubah rencana kontroversial, tim Indonesia alami kerugian besar di ambang Piala Dunia," tulis media yang berbasis di Negeri Paman Ho tersebut dalam judulnya.
Bukan hanya itu, dalam analisis yang dilakukannya, Soha juga menyatakan bahwa keuntungan besar akan didapatkan oleh Qatar dan Arab Saudi yang sebelumnya memang telah ditunjuk oleh AFC untuk menjadi tuan rumah.
Kedua negara dari Jazirah Arab tersebut dinilai berpotensi untuk menjadi dua wakil selanjutnya dari benua Asia, mengingat keuntungan yang mereka dapatkan karena bakal bermain di kandang sendiri.
"Dengan format di atas, kedua tim tuan rumah, Qatar dan Arab Saudi, secara alami memiliki keuntungan bermain di kandang sendiri di semua pertandingan," terang Soha menuliskan keuntungan dari Arab Saudi dan Qatar.
Sementara Indonesia? Tentu saja seperti yang telah mereka tuliskan di judulnya, Pasukan Garuda bakal mendapatkan kesulitan besar di babak kualifikasi ini. Usut punya usut, kesulitan yang bakal dialami oleh Indonesia ini karena sejarah perjalanan yang mereka lalui di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde ketiga kemarin.
Dalam pandangan Soha, ketidakmampuan untuk bisa memenangi pertandingan di luar kandang, menjadikan Indonesia belum bisa sepenuhnya dianggap mampu untuk menaklukkan lawan-lawan mereka di luar Stadion Gelora Bung Karno.
"Bagi tim Indonesia, bermain tandang merupakan tantangan besar. Selama kualifikasi Piala Dunia 2026, tim dari negara kepulauan ini belum pernah memenangkan satu pertandingan pun saat datang ke Asia Barat. Di babak kualifikasi ketiga saja, semua kemenangan mereka diraih di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Karno," tulis Soha menjelaskan.
AFC Tak Konsisten dan Membuat Keputusan yang Aneh
Keputusan induk sepak bola benua Asia untuk tetap mempertahankan posisi Arab Saudi dan Qatar di pot unggulan pertama sendiri memang terkesan cukup aneh. Pasalnya, selain membuat induk sepak bola benua Asia ini terkesan "mencla-mencle", juga mengingkari keputusan-keputusan yang telah mereka rilis sebelumnya.
Pada tanggal 1 Juli 2023, AFC melalui laman resmi mereka, the-afc.com menyatakan bahwa tuan rumah ronde keempat babak kualifikasi, akan dimiliki oleh dua penampil terbaik dalam deretan peringkat ketiga dan keempat ronde ketiga babak kualifikasi.
Namun, belum juga selesai ronde ketiga dimainkan, AFC sudah kembali berulah dengan menyatakan bahwa tuan rumah ronde keempat akan ditentukan melalui mekanisme bidding.
Melihat ada keuntungan untuk menjadi tuan rumah, Indonesia, Uni Emirat Arab, Irak, dan China, berbondong-bondong mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah, yang pada akhirnya harus kandas karena keputusan sepihak dari AFC.
Ketika proses bidding tengah digodok, AFC dengan sepihak menyatakan bahwa Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah ronde keempat. Sebuah keputusan yang cukup janggal, mengingat dua negara tersebut sama sekali tak mengajukan diri sebagai tuan rumah melalui mekanisme bidding, namun tiba-tiba saja ditetapkan sebagai tuan rumah.
Setelah didesak beberapa waktu, AFC akhirnya menyatakan bahwa pemilihan dua negara tersebut karena keduanya memiliki peringkat FIFA terbaik. Sebuah alasan yang seharusnya bisa dipatahkan oleh kenyataan di awal bulan Juli ini, karena peringkat FIFA terbaik enam kontestan saat ini berada di sisi Qatar dan Irak, bukan lagi Qatar dan Arab Saudi.
Namun, apa yang selanjutnya terjadi? Yah, seperti kita ketahui bersama, AFC tetap menempatkan Qatar dan Arab Saudi di pot unggula pertama sebagai tuan rumah, dengan alasan mereka menggunakan ranking khusus di bulan Juni 2025 yang mana sama sekali tak tertera di laman induk sepak bola dunia alias FIFA.
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Brunei di Piala AFF U-23 2025, Siapa Starter?
-
Head to Head Timnas Indonesia U-23 vs Brunei Darussalam, Garuda Muda Pernah Tumbang?
-
Pemain Keturunan Rp 2,61 Miliar dan Gelandang Liga Inggris Tak Diajak Gabung Timnas Indonesia U-23
-
Kiper Timnas Indonesia U-23 Resmi Merapat ke PSIM Yogyakarta
-
Prediksi Timnas Indonesia U-23 vs Brunei Darussalam di Piala AFF U-23 2025, Garuda Enggan Meremehkan
Hobi
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
Terkini
-
Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?
-
Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan
-
Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM