Marco Bezzecchi tampil begitu mengesankan pada akhir pekan GP Jerman 2025. Pembalap asal Italia ini menampilkan performa agresif dan penuh percaya diri sejak sesi kualifikasi di mana ia sukses menempati urutan ketiga di starting grid.
Sejak awal sprint race dimulai, Bezzecchi langsung tancap gas dan mendominasi jalannya balapan. Ia memimpin hampir seluruh putaran dan sempat terlihat akan meraih kemenangan perdananya di Sachsenring.
Namun, harapan itu pupus di lap terakhir ketika Marc Marquez melakukan manuver menakjubkan untuk menyalipnya. Bezzecchi akhirnya menutup balapan sprint dengan finis di posisi kedua, hasil yang tetap membanggakan meskipun ia terlihat sedikit kecewa usai balapan berakhir.
Memasuki balapan utama di hari Minggu, Bezzecchi kembali menunjukkan kecepatan yang kompetitif. Ia bahkan sempat menempati posisi kedua di belakang pemimpin balapan. Sayangnya, mimpi Bezzecchi untuk naik podium di main race harus berakhir lebih cepat setelah dirinya mengalami kecelakaan dan terpaksa keluar dari balapan.
Musim ini sejatinya bukanlah musim yang mudah bagi Bezzecchi. Bergabung dengan Aprilia sebagai pembalap tim pabrikan sejak awal musim 2025, ia langsung dibebani tanggung jawab besar sebagai pengembang motor.
Tugas tersebut harusnya dikerjakan bersama rekan setimnya, Jorge Martin. Namun, dengan absennya Martin akibat cedera panjang, Bezzecchi terpaksa mengemban tanggung jawab pengembangan motor sendirian. Hal tersebut tentu bukan hal ringan bagi pembalap yang baru pindah dari tim VR46 Racing yang notabene merupakan tim satelit.
Meski begitu, Bezzecchi berhasil membuktikan kualitas dan mentalnya. Adaptasinya bersama Aprilia berlangsung cepat. Kemenangan di GP Inggris beberapa pekan lalu menjadi bukti nyata potensinya bersama Aprilia. Tak hanya itu, di Assen pun ia berhasil mengamankan dua podium sekaligus.
Rentetan hasil positif itu menegaskan bahwa Bezzecchi bukan sekadar pelengkap di tim pabrikan, melainkan salah satu pembalap dengan masa depan cerah di MotoGP.
Penampilan impresifnya di Sachsenring pun tak luput dari perhatian para rival. Dalam sebuah video di balik layar yang dirilis MotoGP di kanal Youtube mereka, terlihat Marc Marquez dan Pecco Bagnaia memberikan pujian terhadap aksi Bezzecchi dalam tayangan. Mereka mengakui kecepatan Bezzecchi saat main race, meskipun pada akhirnya harus DNF.
"Bez adalah satu-satunya pembalap non-Ducati yang kuat," ujar Pecco Bagnaia.
"Dia kuat di setiap balapan," Marc Marquez menanggapi.
Keduanya beranggapan bahwa Bezzecchi telah membuat catatan baik sejak tes di Jerez dan Aragon. Sebelumnya di awal musim lalu, Bezzecchi fokus untuk menemukan kestabilan pada RS-GP untuk mencatakan lap time dengan ban lunak yang baru.
Sebelum tes Aragon, posisi start terbaiknya adalah P7 di GP Inggris. Setelah itu, Bezz berhasil mengamankan P5 di GP Belanda dan P3 di GP Jerman.
Pencapaian-pencapaian Bezzecchi tersebut membuktikan bahwa dirinya kini semakin menyatu dengan motor Aprilia yang ditungganginya saat ini. Juga sebagai tolok ukur untuk rekan setimnya, Jorge Martin, yang sebelumnya ragu dengan performa Aprilia.
Jelang GP Ceko 2025, Marco Bezzecchi berada di urutan keenam klasemen sementara dengan 130 poin. Dengan ini dia menjadi pembalap non-Ducati terdepan di klasemen.
Secara pencapaian, Bezz bersaing dengan Fabio Quartararo dari Yamaha yang berhasil mengoleksi 4 pole position musim ini, kedua terbanyak setelah Marc Marquez. Bedanya, Quartararo belum pernah memenangkan balapan.
Meskipun Bezz belum bisa meraih podium teratas, jika dia terus mempertahankan performa baiknya, bukan tidak mungkin kemenangan akan menjadi miliknya dalam seri yang akan datang.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
-
Dari Kue Hingga Skincare, Matcha Dimodifikasi Sejauh Ini Demi Bisa Disukai?
-
Pola Pikir Baru Marc Marquez: Tak Ada Lagi Beban Juara, Siap Pensiun Kapan Saja
-
Biaya Nikah Makin Mahal, Mau Sah Harus Wah?
Artikel Terkait
-
Tak Peduli Jenis Mesin, Fabio Quartararo Hanya Ingin Motor yang Kompetitif
-
Jorge Martin Diisukan ke Honda, Stefan Bradl Tak Yakin Bisa Ubah Keadaan
-
Pesona Penantang PCX dan Nmax dari Italia: Aprilia SXR 160 Dijual Setara Vario 160
-
Marc Marquez Kembali ke Setelan Awal, Honda Belum Tertarik Bawa Pulang
-
Walau Apes di GP Jerman, Marco Bezzecchi Jadi Ancaman untuk Marc Marquez
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Prediksi Barcelona vs Real Madrid, Duel Sengit Ditengah Badai Cedera!
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
-
Pola Pikir Baru Marc Marquez: Tak Ada Lagi Beban Juara, Siap Pensiun Kapan Saja
Terkini
-
Padukan Gaya Klasik dan Modern, Intip 4 OOTD Sophisticated ala Kim You Jung
-
All Brains Welcome: Mengenal Autisme dan Disleksia dengan Cara Menyenangkan
-
Biar Tetap Slay, Jangan Sampai Bahasa Kita Bye!
-
Mematahkan Stigma Keliru tentang Peran Istri di Novel Jadi Ibu
-
Tak Semua Harus UMKM, Ketika Para Ahli tak Punya Tempat di Negara Sendiri