Timnas Indonesia U-23 tengah bersiap menghadapi tantangan penting pada laga terakhir Grup A Kejuaraan ASEAN U-23 2025. Lawan mereka bukan sembarang tim, yakni Malaysia yang dikenal punya mentalitas kompetitif tinggi dan kemampuan memanfaatkan celah sekecil apapun.
Bek andalan Garuda Muda, Kadek Arel terus terang menekankan pentingnya penampilan yang efisien dan efektivitas dalam menyelesaikan peluang. Ia tidak ingin pengalaman kontra Filipina kembali terulang. Di mana dominasi permainan tidak cukup untuk menciptakan kemenangan meyakinkan.
Pada laga melawan Filipina, Indonesia menguasai permainan hampir sepanjang pertandingan.
Dengan 67 persen penguasaan bola dan 17 tembakan, pasukan Merah Putih sebenarnya sudah tampil agresif dan dominan di SUGBK.
Namun dari 17 tembakan tersebut, hanya tujuh yang mengarah ke gawang, dan hanya satu yang bisa dikonversi menjadi gol. Itu pun bukan gol dari kaki pemain sendiri, melainkan hasil bunuh diri bek Filipina Jaime Rosquillo.
Situasi ini langsung mendapat perhatian dari Kadek Arel yang juga turun sebagai starter sekaligus kapten tim. Pemain muda Bali United itu menyebut penyelesaian akhir sebagai catatan evaluasi utama menjelang duel penting melawan Malaysia.
“Itu evaluasi dari kita karena kita selanjutnya akan lawan Malaysia dan tentu di pertandingan nanti kita gak bisa buang-buang peluang kan. Pasti pelatih melihat itu dan besok kita akan membenahi di latihan,” ujar Kadek, menyadur Antara News pada Sabtu (19/7/2025).
Kadek juga menambahkan bahwa pelatih Gerald Vanenburg pasti sudah mencatat kekurangan tersebut dan akan menyesuaikan strategi latihan berikutnya.
Tak dapat dipungkiri, Garuda Muda memang punya kekuatan di sisi taktik dan penguasaan bola. Namun ketajaman tetap menjadi kunci dalam laga penentuan.
Kegembiraan Kadek Arel Kembali Dipercaya Jadi Kapten
Selain menyoroti aspek teknis, Kadek juga berbagi perasaan pribadinya atas kepercayaan yang diberikan tim pelatih. Dirinya mengaku sangat bangga bisa kembali tampil sebagai starter dan dipercaya memimpin tim sebagai kapten.
“Pastinya sangat senang ya karena bisa tampil juga di pertandingan melawna Filipina tadi dan dipercaya jadi kapten. Itu menjadi kebanggaan bagi saya dan saya sangat menghargai kepercayaan yang diberikan oleh pelatih,” katanya.
Pemain 20 tahun asal Bali United itu menyebut bahwa momen tersebut jadi pembuktian bahwa kerja kerasnya selama ini tidak sia-sia. Nama Kadek Arel memang bukan sosok baru di level internasional.
Turnamen Piala AFF U-23 atau yang sekarang bernama ASEAN U-23 2025 merupakan penampilannya yang kedua, setelah sempat menjadi bagian tim Shin Tae-yong pada edisi 2023 lalu.
Secara total, laga melawan Filipina kemarin menandai caps kelimanya bersama tim U-23 dan yang ke-36 di semua kelompok umur Timnas.
Ia menunjukkan kematangan yang makin berkembang, terutama dalam membaca permainan dan memberi instruksi kepada rekan setim.
Selain menjaga stabilitas pertahanan, Kadek juga kerap terlibat dalam bola mati dan momen set piece.
Salah satunya adalah memaksimalkan lemparan ke dalam Robi Darwis, yang sempat menghasilkan gol bunuh diri bagi Filipina.
“Kebetulan kita punya Robi Darwis juga yang memiliki kualitas di lemparan ke dalam dna kita berusaha memanfaatkan itu,” ucapnya saat ditanya skema spesial dari Vanenburg.
Lemparan Robi yang tajam menjadi senjata tambahan saat Garuda Muda kesulitan menembus kotak penalti lewat permainan terbuka.
Kini, fokus Garuda Muda tertuju pada Malaysia yang punya daya serang lebih baik dibanding Filipina atau Brunei. Kadek mengingatkan bahwa ketajaman lini depan akan jadi pembeda dalam pertandingan yang kemungkinan berlangsung ketat dan sarat tensi.
Dengan menguasai pertandingan saja tidak cukup, Indonesia harus mampu mengubah dominasi menjadi gol. Tanpa peningkatan konversi peluang, bukan tidak mungkin Malaysia justru yang memanfaatkan celah untuk menjegal langkah ke semifinal.
Laga pamungkas Grup A melawan Malaysia akan menjadi ujian ketajaman sekaligus kedewasaan permainan Garuda Muda. Kadek Arel dan kolega wajib bermain efisien, tenang, juga menjaga fokus agar misi melaju ke semifinal bisa terwujud, bukan sekadar mimpi.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Teach You A Lesson vs Study Group: Drakor Mana yang Paling Recommended?
-
Review Drama Filing For Love: Angkat Isu Fatherless yang Bikin Mewek
-
Demam Piala Dunia Dimulai: Dari Stadion ke Kebahagiaan Hidup yang Bermakna
-
Ekonomi Sirkular Jadi Solusi Atasi Sampah Menumpuk, Efisien Diterapkan?
Artikel Terkait
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Genderang Perang Sudah Ditabuh, namun Dunia Tak Lagi Menyambut Riuh
-
The Last Dance! Messi dan Ronaldo Berpotensi Jalani Piala Dunia Terakhir
-
Wajib Tahu! Ini 4 Perubahan Aturan yang Akan Diterapkan di Piala Dunia 2026
-
Motor 3 Roda? Harley-Davidson Perkenalkan CVO Street Glide 3 Limited 2026
-
Piala Dunia 2026 Disebut yang Terbesar Sepanjang Masa, Ini Alasannya!
Terkini
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik
-
Sekilas Mirip Vario, Brusky 125 Jadi Skutik Pertama Kawasaki di Indonesia