Persis Solo terus melanjutkan rangkaian uji coba mereka menjelang bergulirnya BRI Super League 2025/2026. Menyadur ileague.id pada Minggu (20/7/2026), tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu menghadapi PSIM Yogyakarta dalam laga latih tanding yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Laga ini merupakan bagian dari agenda pemusatan latihan (TC) Persis Solo di Yogyakarta. Hasilnya, tim besutan Peter de Roo berhasil mencatat kemenangan tipis 1-0 lewat gol tunggal yang dicetak oleh pemain muda, Zanadin Fariz.
Sebelumnya, Persis juga menjalani laga uji coba melawan klub kasta kedua, Kendal Tornado FC, dan menang 2-0. Dua kemenangan beruntun tersebut tentu menjadi modal penting bagi tim untuk menatap kompetisi yang lebih ketat dalam waktu dekat.
Pelatih kepala Peter de Roo menuturkan sejumlah catatan usai laga kontra PSIM. Ia menekankan pentingnya pertandingan ini dalam proses pengembangan taktik dan karakter bermain tim yang tengah ia bangun.
“Menurut saya, ini adalah pertandingan yang sangat bermanfaat bagi kami melawan tim dari divisi yang sama. Pada babak pertama, kami tampil sangat agresif dengan intensitas yang baik. Meskipun sulit bermain di lapangan ini, kami mencari hal-hal yang ingin kami terapkan dalam celah-celah permainan,” ujarnya.
Meski memuji intensitas permainan, De Roo tak menutup mata terhadap kondisi lapangan yang kurang ideal. Ia mengatakan hal itu sedikit menyulitkan tim dalam menerapkan pola permainan yang diinginkan.
Masuk ke babak kedua, pelatih asal Belanda itu melakukan banyak pergantian pemain. Menurutnya, rotasi ini memang perlu dilakukan meski berdampak pada alur permainan tim yang sempat berubah.
“Namun, hal itu harus dilakukan agar kami bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik,” tambahnya.
Menanti Perubahan Persis Solo di Bawah Asuhan Peter de Roo
Peter de Roo sendiri baru saja ditunjuk sebagai pelatih kepala Persis Solo untuk kompetisi BRI Super League 2025/2026. Ia membawa visi sepak bola progresif, menyerang, atraktif, dan penuh keberanian.
Dengan pengalaman panjang di Asia Tenggara dan Australia, De Roo diyakini mampu membawa angin segar. Ia datang tak hanya sebagai pelatih, tapi juga sebagai arsitek revolusi gaya main Persis Solo.
Salah satu langkah awalnya adalah melepas 14 pemain, termasuk beberapa nama besar. Perombakan ini menunjukkan keseriusan sang pelatih dalam membentuk tim yang benar-benar cocok dengan filosofi permainannya.
Selain itu, ia juga membawa jajaran staf pilihan, termasuk asisten pelatih dan pelatih fisik, untuk mendukung proses transisi dan adaptasi. Proses yang disebutnya 'pembenahan menyeluruh' itu masih terus berjalan.
Terkait laga kontra PSIM, Peter menyebut fokus utama saat ini adalah membangun fondasi permainan. Ia mengatakan, “Menurut saya, latihan ini untuk memantapkan gaya bermain kami. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, bagi sebagian besar pemain, mereka masih sangat baru bergabung ke dalam tim."
Ia menyoroti beberapa aspek teknis yang harus dibenahi, termasuk pressing yang belum maksimal di area sisi lapangan.
Namun, ia tetap memuji semangat dan kemauan para pemain yang tampil penuh determinasi. Ia yakin jika semangat ini terus dijaga, tim akan cepat menemukan ritme dan kekompakan yang ideal.
Kemenangan atas PSIM memang bukan tolok ukur mutlak, tapi cukup menjadi cerminan progres yang sedang dibangun. Persis tampaknya mulai menemukan identitas baru di bawah arahan Peter de Roo.
Kehadiran pelatih baru ini pun disambut positif oleh suporter dan manajemen klub. Harapan besar mengiringi langkah Persis Solo untuk tampil lebih kompetitif dan mampu bersaing di papan atas musim ini.
Bisa dikatakan, kemenangan atas PSIM Yogyakarta bukan sekadar catatan skor, tetapi bagian dari proses evaluasi penting bagi Persis Solo dalam membangun tim yang lebih matang secara teknis dan taktis. Dengan visi Peter de Roo dan komitmen pembenahan, Persis Solo tengah menyiapkan fondasi kuat untuk menantang persaingan di BRI Super League 2025/2026 dengan lebih percaya diri.
Baca Juga
-
Saddil Ramdani Rindu Bela Timnas Indonesia, Siap Curi Hati John Herdman?
-
Beckham Putra Ungkap Nilai Plus John Herdman, Singgung soal Komunikasi?
-
Transfer Ilmu John Herdman Diyakini Genjot Kualitas Sepak Bola Indonesia
-
Rizky Ridho Soroti Drawing Grup Piala ASEAN 2026, Berani Targetkan Juara?
-
Sambut Piala ASEAN 2026, John Herdman Bakal Andalkan Tim Pelapis?
Artikel Terkait
Hobi
-
SudahTawarkan Diri, John Herdman Selayaknya Jadikan El Loco Gonzales Asisten Pelatihnya di Timnas
-
Meski Level Berbeda Jauh, Ternyata Piala AFF Berani Diadu dengan Piala Dunia dalam Hal Ini!
-
John Herdman Fokus Pemain Liga Lokal, Winger Persib Berpeluang Masuk Timnas?
-
Hanya Dapatkan Tim-Tim Semenjana di FIFA Series, Masih Yakin Indonesia Anak Emas FIFA?
-
Saddil Ramdani Rindu Bela Timnas Indonesia, Siap Curi Hati John Herdman?
Terkini
-
Dilema Harga Tiket dan Ekonomi: Mens Rea Laris Bukan Berarti Rakyat Makmur
-
Pergeseran Makna Sukses: Dari Pencapaian Materi ke Keseimbangan Hidup
-
Standar Kecantikan: Belenggu Tak Terlihat Bagi Perempuan
-
Belajar Komitmen Terhadap Janji di Novel Bidadari Bermata Bening
-
Tukang Sayur: Psikolog Jalanan Tanpa Gelar dari Gang ke Gang