Persis Solo resmi mengakhiri pemusatan latihan atau training center mereka di Yogyakarta. Agenda yang berlangsung selama enam hari ini ditutup dengan atmosfer positif dan semangat tinggi dari seluruh lapisan tim Laskar Sambernyawa.
Selama menjalani TC, para pemain digembleng dengan program latihan intensif. Ada peningkatan fisik, pendalaman aspek taktikal, serta sesi team bonding. Program tersebut disusun dengan harapan meningkatkan kekompakan dan performa tim secara menyeluruh.
Kegiatan itu menjadi langkah awal penting Persis Solo dalam menatap kompetisi BRI Super League 2025/2026. Terlebih lagi, suasana latihan disebut berlangsung kondusif meski dengan intensitas yang cukup tinggi.
Manajer Persis Solo, Dion Pratama menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan TC. Ia juga mengungkapkan adanya perkembangan signifikan dalam tubuh tim sejak hari pertama latihan.
“Alhamdulillah kami telah merampungkan training camp di Yogyakarta selama 6 hari. Sejak hari pertama hingga usai, Alhamdulillah dari hari ke hari terlihat ada peningkatan, kekompakan tim, dan membangun kebersamaan tim juga bagus,” ujar Dion sebagaimana dikutip dari ileague.id, Kamis (24/7/2025).
Sebagai bagian dari evaluasi, Persis Solo menjalani dua laga uji coba selama TC. Uji coba pertama dilaksanakan melawan PSIM Yogyakarta, dan laga kedua berlangsung menghadapi Malut United FC.
Dari kedua laga tersebut, Laskar Sambernyawa mampu menunjukkan hasil positif. Dalam laga terakhir melawan Malut United, Persis menang dengan skor 2-1 melalui dua gol dari Kodai Tanaka.
Dion menegaskan bahwa hasil dari dua laga uji tanding tersebut merupakan cerminan dari progres tim. Ia berharap tren positif ini terus berlanjut saat Liga 1 dimulai nanti.
“Selama pemusatan latihan di Yogyakarta, kita telah mengikuti latihan bersama dan dua kali uji tanding, yang pertama melawan PSIM dan mendapatkan hasil yang baik, dan kita melakukan uji tanding melawan Malut United, juga dengan hasil yang positif,” urainya.
Harapan besar pun disematkan oleh manajemen terhadap performa tim ke depan. Dion menilai bahwa seluruh rangkaian agenda ini menjadi momentum baik untuk membangun fondasi tim yang kuat.
“Mudah-mudahan hasil di training camp ini merupakan awal yang baik bagi tim, dan saya berharap di BRI Super League 2025/26 nanti, Persis bisa memberikan penampilan yang terbaik,” tutup Dion.
Suasana Baru Persis Solo di Bawah Asuhan Peter de Roo
Di balik hasil positif yang diraih dalam pemusatan latihan, peran pelatih kepala Peter de Roo juga menjadi sorotan. Pelatih asal Belanda ini membawa suasana baru dalam tubuh tim.
Peter menerapkan filosofi bermain atraktif dan dominan dengan penguasaan bola sebagai dasar permainan. Ia mengusung sepak bola menyerang yang agresif namun tetap terstruktur, agar para pemain lebih percaya diri dan tampil menghibur.
Filosofi tersebut secara perlahan mulai membentuk karakter permainan Persis Solo. Tak hanya sekadar memenangkan pertandingan, Peter ingin anak asuhnya bermain tanpa rasa takut dan mampu mengontrol pertandingan.
Peter juga dikenal sebagai pelatih yang mengedepankan kedisiplinan. Meskipun latihan yang diberikan terbilang berat, suasana tetap dibuat nyaman dan fokus pada pengembangan sikap serta tujuan pemain.
Pendekatan ini dipercaya mampu membentuk mental tangguh dan kesiapan fisik yang lebih optimal. Para pemain didorong untuk selalu menguji batas kemampuan diri mereka dalam setiap sesi latihan.
Dengan tuntasnya pemusatan latihan di Yogyakarta dan filosofi baru dari Peter de Roo yang mulai meresap dalam permainan, Persis Solo menunjukkan kesiapan matang jelang bergulirnya BRI Super League 2025/26. Perpaduan antara peningkatan teknis, kekompakan tim, dan motivasi tinggi menjadi modal penting bagi Laskar Sambernyawa untuk tampil kompetitif di BRI Super League 2025/2026.
Baca Juga
-
Elkan Baggott Comeback, Lini Belakang Timnas Indonesia Makin Terjamin?
-
Garuda Calling! John Herdman Kembalikan Nuansa Era Lama di Timnas Indonesia
-
PSSI Harus Bayar Denda Puluhan Juta ke AFC, Kok Bisa?
-
Reuni Jarak Jauh: Alejandro Catena Terima Jersi Persija dari Jordi Amat
-
Premier League: Mikel Arteta Ungkap Frustasi Arsenal usai Dijegal Wolves
Artikel Terkait
Hobi
-
Komposisi Paling Mewah, Tak Salah John Herdman Jadikan Lini Pertahanan Modal Utama Skuat Garuda
-
Iran Resmi Mundur, Indonesia Sebaiknya Tak Ambil Kesempatan Meski Ada Peluang untuk Gantikan
-
Rilis Daftar Panggil, John Herdman Indikasikan Siap Jadikan Indonesia Timnas Kanada Jilid II
-
Provisional Skuat, John Herdman dan Kemewahan Lini Bertahan Garuda yang Urung Menjadi Nyata
-
Disebut Diminati Klub Juventus, ke Mana Karier Emil Audero akan Berlanjut?
Terkini
-
Sholat Ied atau Khutbah Dulu? Ini Hukum jika Tidak Mendengarkan Ceramah
-
Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya: Surat Cinta Pamungkas Vidi Aldiano yang Menembus Batas Waktu
-
Evolusi Doa: Saat Saya Berhenti Meminta Dunia dan Mulai Meminta Ketenangan
-
Mengungkap Kedok Maskapai Super Buruk di Novel Efek Jera Karya Tsugaeda
-
Tayang 24 April, Girl from Nowhere Kembali Hadir Versi Remake Jepang