Gelaran Piala AFF U-23 yang baru saja berlalu beberapa waktu kemarin menyisakan luka bagi Timnas Indonesia dan para pendukungnya. Berstatus sebagai tuan rumah, Pasukan Garuda Muda harus tertunduk lesu di akhir pertandingan setelah menelan kekalahan menyakitkan dari Vietnam, tim yang dalam dua laga final beruntun menghancurkan harapan mereka untuk menjadi juara.
Pasca kesuksesan Timnas Vietnam U-23 menyingkirkan mimpi Indonesia di partai puncak gelaran, salah satu media kenamaan dari Negeri Paman Ho, soha.vn mengungkapkan faktor-faktor yang menjadi kunci kekalahan Indonesia dari tim Naga Emas Muda.
Dalam sebuah artikelnya berjudul "Alasan utama Indonesia kalah dalam pertandingan, sedih melihat U23 Vietnam menang kejuaraan" baru-baru ini, media yang berbasis di Vietnam tersebut menuliskan 3 alasan mengapa Indonesia yang berstatus sebagai tuan rumah bisa menelan kekalahan menyakitkan dari Vietnam yang tak lebih diunggulkan.
Apa sajakah faktor tersebut? Begini penjelasan soha.vn.
1. Kurangnya Kreativitas dalam Serangan
Faktor pertama yang diungkap oleh Soha.vn mengapa Indonesia bisa menelan kekalahan dari Vietnam adalah kurangnya kreatifitas yang dimiliki oleh Pasukan Muda Merah Putih saat bertarung melawan Vietnam.
"Pada pertandingan tersebut, strategi serangan Indonesia terlalu monoton, sehingga tidak cukup merepotkan pertahanan Vietnam U-23 yang terorganisir dengan baik." tulis Soha.
Imbas dari kurangnya kreativitas serangan ini pun sangat fatal, di mana menurut Soha, meskipun mereka menguasai bola hingga 68 persen tapi hal tersebut sama sekali tak berguna karena kubu tuan rumah tak bisa mencetak barang satu gol pun ke gawang Vietnam.
Terlebih lagi, imbas kurangnya kreativitas yang mereka miliki, striker utama Indonesia, Jens Raven selalu kesulitan untuk mendapatkan bola di sekitaran kotak penalti Vietnam. Bukan hanya itu, permainan Indonesia yang mengandalkan lemparan jarak jauh dari Robi Darwis juga sudah diantisipasi oleh Vietnam, sehingga tak menghasilkan peluang yang membahayakan.
2. Vietnam Unggul Disiplin dan Pengalaman
Menurut Soha, faktor kedua yang menyebabkan Indonesia kalah dari Vietnam di partai puncak gelaran Piala AFF U-23 lalu adalah karena disiplin dan pengalaman yang dimiliki oleh Vietnam lebih unggul.
Dalam situasi tertekan, Vietnam tak segan untuk bermain parkir bus di kandang sendiri, dan fokus dala menjaga kedalaman. Sementara Indonesia yang meskipun berhasil menguasai jalannya pertarungan, tetapi serangan mereka tersebar, tidak fokus dan tentunya tidak efektif.
3. Peran Pelatih Kepala yang Tak Segan Bermain Pragmatis
Faktor ketiga yang membuat Vietnam bisa unggul dari Indonesia adalah karena adanya peran dari pelatih kepala mereka, Kim Sang-sik yang tak segan untuk menerapkan permainan pragmatis saat bertarung melawan Indonesia.
"Pelatih Kim Sang-sik telah menunjukkan keahlian dan pragmatismenya," tulis Soha. Lebih lanjut, media asal Vietnam tersebut kemudian menjelaskan permainan pragmatis yang diusung oleh Kim Sang-sik di laga tersebut.
Dalam pandangan Soha, meskipun sejatinya Vietnam cukup kuat untuk menyerang, dan memiliki deretan pemain tengah yang kreatif, namun mereka melepas kans untuk menguasai pertandingan dan lebih fokus untuk bertahan, untuk kemudian menghukum Indonesia dengan bola-bola mati yang memang menjadi senjata ampuh mereka di turnamen kali ini.
Bagi Kim Sang-sik, tak masalah untuk bermain dengan gaya yang berbeda, karena memang tujuannya untuk mencari kemenangan sekaligus mempertahankan trofi juara yang mereka rebut di edisi sebelumnya.
Nah, itulah 3 faktor yang membuat Timnas Vietnam mampu mengalahkan Indonesia di kandang sendiri pada final Piala AFF U-23 beberapa waktu lalu.
Ngomong-ngomong mengenai permainan pragmatis yang diusung oleh Kim Sang-sik dan Timnas Vietnam, sepertinya di era STY kita sering mendengar ada pengamat yang selalu mencela saat Timnas Indonesia bermain dengan gaya bermain seperti ini ya?
Baca Juga
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
-
John Herdman, Timnas Indonesia, dan Formasi Laga Debutnya yang Amat Intimidatif
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
-
John Herdman, FIFA Series 2026 dan Lini Tengah Skuat Final yang Tak Lagi Jadi Dapur Pacu Serangan
Artikel Terkait
Hobi
-
Max Verstappen Isyaratkan Pensiun, Regulasi F1 2026 Dinilai Rusak Esensi Balap
-
Ducati Superleggera V4 Centenario, Pertama yang Pakai Carbon Ceramic Brakes
-
Menang di F1 GP Jepang 2025, Andrea Kimi Antonelli Pecahkan Rekor Lagi
-
Drama Sprint Race MotoGP Amerika 2026: Jorge Martin Taklukkan Austin, Marquez dan Diggia Tergelincir
-
Menolak Jemawa, Marco Bezzecchi Masih Enggan Bicara Soal Gelar Juara Dunia
Terkini
-
Novel Lebih Senyap dari Bisikan, Jeritan Sunyi Seorang Ibu Pascamelahirkan
-
3 Rekomendasi HP iQOO Murah Terbaru 2026: Performa Ngebut, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
8 Cara Menghidupkan HP yang Mati Total Tanpa Tombol Power dan Volume
-
Fakta Hukum Mengejutkan: Mengapa Menteri Korupsi, Presiden Tetap 'Kebal Hukum'?
-
Menjadi Cantik di Mata Sendiri, Kiat Self Love di Novel Eat Drink Sleep