Dalam kurun satu tahun terakhir, Red Bull Racing tercatat telah melakukan rotasi pembalap kedua sebanyak tiga kali. Mulai dari Sergio Perez, kemudian Liam Lawson, dan kini posisi itu ditempati oleh Yuki Tsunoda.
Tim yang bermarkas di Milton Keynes ini memang dikenal tidak segan-segan mengganti pembalap jika performanya tidak mampu menyamai standar tinggi yang ditetapkan tim, terlebih jika jarak performanya dengan Max Verstappen, pembalap utama mereka, terlampau jauh.
Yuki Tsunoda sendiri bergabung ke tim utama Red Bull dari Racing Bulls, tim junior Red Bull, usai performa Liam Lawson dianggap belum memuaskan dalam dua balapan awal musim Formula 1 2025.
Tsunoda menjalani debutnya bersama tim utama di Grand Prix Jepang, tanah kelahirannya, dan diharapkan bisa membawa angin segar untuk Red Bull yang selalu mengincar posisi terdepan.
Namun, seiring musim berjalan, harapan tersebut belum sepenuhnya terwujud. Melihat dari situs resmi Formula 1, formula1.com, dari total 13 balapan yang telah digelar sejauh ini, Tsunoda baru berhasil mengumpulkan 10 poin, menempatkannya di posisi ke-17 klasemen sementara.
Dia hanya mampu finis di zona poin sebanyak tiga kali, dengan pencapaian terbaiknya adalah start dari posisi lima di Grand Prix Belgia. Konsistensi dan kecepatan Tsunoda tampaknya belum cukup untuk mendekati atau bahkan menyaingi pembalap lain, apalagi Verstappen yang meskipun tidak lagi mendominasi, tapi tetap menjadi salah satu yang terbaik.
Menariknya, kontrak Tsunoda bersama Red Bull akan habis pada akhir musim ini. Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar, apakah Red Bull akan memperpanjang kerjasama dengan pembalap asal Jepang itu? Ataukah mereka akan kembali melakukan pergantian untuk mengisi kursi karena performa pembalapnya dianggap belum mampu memberikan hasil maksimal?
Rumor mengenai kemungkinan pergantian Tsunoda pun mulai santer terdengar di kalangan penggemar dan media. Nama yang belakangan paling sering dikaitkan sebagai calon pengganti adalah Isack Hadjar, pembalap muda Racing Bulls yang tampil cukup menjanjikan musim ini.
Sebagai seorang rookie, Hadjar mengejutkan banyak pihak dengan performa stabil dan konsistennya sepanjang paruh pertama musim.
Saat ini, Hadjar menempati posisi ke-13 klasemen dengan koleksi 22 poin, lebih dari dua kali lipat perolehan Tsunoda. Ia telah lima kali finis di posisi sepuluh besar dalam balapan utama, serta dua kali mencetak poin tambahan lewat sprint race. Hal ini membuat banyak pihak mulai melihatnya sebagai sosok potensial yang bisa naik kelas ke tim utama Red Bull.
Meski begitu, sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari manajemen Red Bull terkait masa depan Tsunoda. Laurent Mekies, kepala tim yang baru, justru memberikan pernyataan positif.
Alih-alih mencari pengganti Tsunoda, dia menyatakan bahwa tim akan berfokus membantu pembalapnya itu agar bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya, dengan memberikan mobil yang lebih kompetitif dan sesuai dengan gaya membalapnya.
Di sisi lain, rasanya tidak adil jika membandingkan performa Tsunoda dengan Verstappen, karena jelas-jelas keduanya memiliki pengalaman dan latar belakang yang berbeda. Verstappen sudah lebih lama menggunakan RB21, sedangkan Tsunoda baru beberapa seri. Wajar jika hasil keduanya cukup kontras.
Namun, walau ucapan Mekies memberi harapan, tak bisa dipungkiri bahwa dunia Formula 1 sangat kompetitif dan penuh tekanan. Jika hasil Tsunoda tak kunjung membaik dalam beberapa seri ke depan atau sampai akhir musim, maka desakan untuk melakukan perubahan bisa saja menjadi kenyataan.
Akhir musim 2025 akan menjadi penentu nasib Tsunoda, apakah ia mampu membalikkan keadaan dan mempertahankan kursinya, ataukah harus merelakannya kepada pembalap lain. Kalau menurut kalian bagaimana?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jadwal MotoGP Ceko 2026: Marc Marquez Tak Mau Memberi Harapan Palsu
-
Kisah Unik Kakak Adik di Piala Dunia 2026: Ada yang Kembar hingga Beda Benua
-
Mau Nobar Piala Dunia? 5 Inspirasi Outfit Ini Buat Penampilanmu Makin Kece
-
7 Pemain Top Eropa Ini Absen di Piala Dunia 2026, Apa Alasannya?
-
Wajib Tahu! Ini 4 Perubahan Aturan yang Akan Diterapkan di Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Yuki Tsunoda Harus Penuhi Syarat Ini Jika Ingin Tetap di Red Bull, Sanggup?
-
Lewis Hamilton Sambat di GP Hungaria 2025, Toto Wolff: Dia yang Terbaik!
-
Salip World War Z, F1 Kini Jadi Film Terlaris Sepanjang Karier Brad Pitt
-
Toto Wolff Bantah Mercedes Adakan Pertemuan Darurat: Itu Diskusi Biasa
-
Beberapa Kursi Ini Bisa Diisi Max Verstappen Tahun 2027, Mungkinkah?
Hobi
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Lamine Yamal Jadi Starter, Prediksi Lini dan Taktik Spanyol vs Arab Saudi
-
Piala Dunia 2026: Panggung Mewah Terakhir Para Pesepakbola Veteran
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
Terkini
-
Boboiboy Galaxy Musim 1: Esensi Plot Geser, tapi Visual dan Skill Menggila
-
Hikayat Kadiroen: Mantri Polisi yang Memilih Antara Pangkat dan Rakyat
-
Grammy Awards Tambah Kategori Best Asian Pop Music Performance Mulai 2027
-
Ulasan Novel Halte Alam Baka, Pertemuan di Batas Dua Dunia yang Mengharukan
-
MAPPA Umumkan Tiga Adaptasi Anime Baru, dari Komedi Gelap hingga Romansa