Bali United FC harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya setelah menderita kekalahan telak dengan skor 2-5 dalam lanjutan pekan ke-3 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (23/8) malam menjadi mimpi buruk bagi tim berjuluk Serdadu Tridatu.
Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor buruk Bali United yang belum mencatat kemenangan dari tiga laga pembuka. Dengan hanya mengumpulkan dua poin dari dua kali imbang dan satu kekalahan, mereka kini terdampar di posisi ke-14 klasemen sementara.
Kekalahan tersebut juga menambah daftar panjang masalah di lini pertahanan Bali United. Sejauh ini, mereka telah kebobolan sembilan gol dari tiga pertandingan awal, menjadikan mereka tim dengan jumlah kebobolan terbanyak di liga.
Pelatih Bali United, Johnny Jansen tidak menampik keunggulan tim lawan. Menurutnya, The Green Force tampil lebih efektif dan mampu memanfaatkan kesalahan yang dilakukan timnya.
“Hari ini Persebaya tim yang lebih baik daripada kami. Kami mempunyai kesalahan dan mereka menyelesaikannya dengan sangat baik,” ujar Johnny Jansen, melansir ileague.id pada Minggu (24/8/2025).
Menurut pelatih asal Belanda itu, pasukan Serdadu Tridatu terlalu sering kehilangan bola saat sedang menguasainya. Hal ini memberikan ruang bagi Persebaya untuk melakukan serangan balik yang mematikan.
“Kami kehilangan bola di area yang seharusnya tidak boleh kehilangan bola. Itu yang harus kami perbaiki,” jelasnya.
Johnny Jansen juga mengakui bahwa formasi yang digunakan tidak berjalan sesuai rencana karena tekanan kuat dari lini depan Persebaya. Lini depan Bali United mencoba menekan mereka, tetapi mereka justru membuat kesalahan dan momentum tersebut dimanfaatkan Bruno Moreira CS untuk mencetak gol.
Meski kecewa, Jansen menekankan bahwa timnya masih dalam proses adaptasi terhadap gaya bermain baru yang sedang mereka kembangkan. Ia berharap para suporter dapat bersabar.
“Kami memang banyak kehilangan bola, itu mengecewakan, tetapi kami masih berada dalam proses. Kadang naik, lalu turun, kemudian naik lagi,” ungkapnya.
Tunduk pada Efektivitas Persebaya, Bali United Bawa Pulang Pelajaran Berharga
Sementara itu Boris Kopitovic yang merupakan pilar andalan Bali United juga tidak menampik dominasi tim tuan rumah. Ia menilai bahwa meskipun Bali United sempat memberikan perlawanan, performa Persebaya memang lebih solid.
“Saya hanya bisa bilang Persebaya tim yang lebih baik. Kami sempat memberikan perlawanan, tetapi itu belum cukup. Mereka tim yang lebih baik laga ini,” tuturnya.
Kopitovic juga menyoroti dua momen penting ketika Bali United sempat menyamakan kedudukan, namun tetap gagal menjaga momentum.
Jansen pun mengakui bahwa performa Bali United pada laga ini berbeda dibandingkan dua pertandingan sebelumnya. Ia menilai kali ini bukan penampilan terbaik timnya.
Hasil ini tentu menjadi bahan evaluasi serius bagi Jansen dan tim pelatih. Dengan lini belakang yang belum mampu mencatat satu pun clean sheet, Bali United memiliki pekerjaan rumah besar untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.
Selain soal pertahanan, aspek penguasaan bola dan transisi saat kehilangan bola juga menjadi sorotan utama. Kesalahan-kesalahan mendasar tersebut kerap menjadi celah yang dimanfaatkan lawan.
Tak hanya masalah teknis, mental bertanding pemain juga akan menjadi fokus pembenahan. Mengingat musim masih panjang, konsistensi performa menjadi kunci bagi Bali United jika ingin bersaing di papan atas.
Kekalahan ini juga menjadi sinyal bahwa perubahan strategi yang diterapkan Johnny Jansen membutuhkan waktu dan adaptasi yang lebih matang dari para pemain.
Kemenangan telak yang diraih Persebaya Surabaya sendiri mengantarkan mereka naik ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan torehan enam poin dari tiga pertandingan.
Sementara Bali United harus segera bangkit untuk keluar dari papan bawah. Dengan hanya dua poin dari tiga laga, tekanan dari suporter pun dipastikan semakin besar jika hasil serupa terus berlanjut.
Baca Juga
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
-
Mental Baja! John Herdman Optimis Bidik Antar Tiket Piala Dunia 2030
Artikel Terkait
-
Patricio Matricardi: Persib Lebih Baik dari PSIM, Tapi Dua Penalti Jadi Petaka
-
Aneh Tapi Nyata, Persib Gagal Dua Penalti di Laga Lawan PSIM, Begini Kata Bojan Hodak
-
Borneo FC Punya Tren Positif, Rizki Hidayat Optimis Persijap Raih Poin?
-
Pelatih Persebaya Surabaya Ungkap Kunci Keberhasilan Libas Bali United
-
Kata Eks Pelatih Eredivisie Usai Bali United Dibantai Persebaya Surabaya
Hobi
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Geser Status Calon Juara ke Marco Bezzecchi, Marc Marquez Atur Strategi?
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
Terkini
-
Mencintai yang Berbeda: Mengapa Novel 'Kisah Seekor Camar dan Kucing' Wajib Anda Baca
-
Liturgi dari Rahim Silikon
-
Ilusi Gaji UMR: Terlihat Besar di Atas Kertas, Hilang Begitu Saja Sebelum Akhir Bulan
-
Cerita Perantau di Batam: Gagal Makan Ayam Penyet, Ujung-ujungnya Mi Ayam Jadi Penyelamat
-
Pemanasan Sebelum Coachella! Pinky Up ala Katseye Bikin Hook-nya Nempel Terus di Kepala