Semenjak era Shin Tae-yong yang melakukan kebijakan potong generasi di tubuh Timnas Indonesia, banyak pemain muda dalam negeri yang tercatat bisa bermain bagi Skuat Nasional lebih dari satu level.
Banyak pemain yang dipoles oleh Shin Tae-yong, selain bisa memperkuat skuat Timnas Indonesia senior, juga bisa bermain bagi Timnas Indonesia U-23 atau bahkan level yang berada di bawahnya.
Hal ini tentunya tak lepas dari masih mudanya usia para pemain yang diorbitkan oleh pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut selama periode kepelatihannya. Sehingga tak mengherankan jika sampai saat ini, masih ada para pemain andalan coach Shin di Timnas Indonesia level senior seperti Marselino Ferdinan dan Justin Hubner, yang masih eligible untuk bermain di kelompok umur tertentu.
Namun, meskipun secara usia Marselino Ferdinand dan Justin Hubner masih bisa dimainkan di Timnas Indonesia U-23, pihak Badan Timnas Indonesia memutuskan bahwa keduanya akan diprioritaskan untuk bermain di Pasukan Merah Putih level senior pada bulan September mendatang.
Hal ini bahkan telah tercermin dalam pemanggilan pemain yang dilakukan oleh PSSI beberapa waktu lalu. Dua pemain yang sejatinya saat ini masih berusia di bawah 22 tahun tersebut, lebih difokuskan untuk memperkuat Pasukan Indonesia senior yang akan menjalani laga uji coba bertajuk FIFA matchday bulan September mendatang melawan China Taipei dan Lebanon.
Sebuah Keputusan yang Kurang Bijaksana dari PSSI
Sejatinya, memplot Marselino Ferdinan dan Justin Hubner untuk memperkuat Timnas Indonesia senior di bulan September mendatang dapatlah dikatakan sebagai sebuah keputusan yang kurang bijaksana dari PSSI.
Pasalnya, di waktu yang hampir bersamaan, Timnas Indonesia U-23 yang mana masih bisa dibela oleh kedua pemain tersebut, juga akan menjalani agenda yang tak kalah pentingnya, yakni babak kualifikasi Piala Asia U-23.
Sepertimana dilansir dari laman jadwal AFC, Timnas Indonesia akan bertarung di babak kualifikasi ini pada tanggal 3, 6 dan 9 September 2025 dengan melawan tim yang memiliki kekuatan cukup bervariasi.
Di dua laga awal, Indonesia memang akan bersua dengan tim kelas medioker seperti Laos dan Macau. Namun di laga terakhir yang kemungkinan bakal menjadi laga penentu kelolosan, mereka akan berhadapan dengan Korea Selatan U-23 yang selain mengincar tiket lolos ke putaran final, juga mengusung misi balas dendam atas kekalahan memalukan mereka di turnamen tahun lalu.
Dan inilah yang menjadi permasalahan. Meskipun Timnas Indonesia U-23 saat ini berisakan para pemain yang berkualitas, namun keberadaan Marceng dan Hubner dalam skuat, tentunya akan menambah daya saing yang dimiliki oleh skuat besutan Gerald Vanenburg tersebut.
Terlebih lagi, bukannya underestimate dengan para pemain Timnas U-23 saat ini, dalam daftar panggil yang telah diumumkan oleh tim kepelatihan beberapa waktu lalu, di Skuat Garuda Muda sendiri saat ini belum ada pemain yang memiliki level kualitas setara dengan dua pemain tersebut, baik dari segi skill, maupun pengalaman yang dimiliki.
Sehingga akan lebih bijak jika PSSI berpikir agak jauh dengan menempatkan keduanya di skuat U-23 terlebih dahulu untuk saat ini, demi bisa membantu Pasukan Garuda Muda mendapatkan satu tiket ke putaran final gelaran nanti.
Dan lagi, meskipun benar muara dari FIFA matchday di bulan September mendatang adalah untuk membentuk tim yang solid guna mengarungi ronde keempat babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, namun pada kenyataannya, hasil yang didapatkan oleh Timnas Indonesia di bulan September nanti tak akan berarti apapun kecuali berkaitan dengan poin dan peringkat FIFA.
Sehingga, secara urgensitas yang ada, tentunya di bulan September nanti lolosnya Timnas Indonesia U-23 ke putaran final Piala Asia U-23 berada satu tingkatan lebih prestisius daripada hasil yang didapatkan oleh Timnas Indonesia senior di laga FIFA matchday.
Adakah yang berpikiran sama?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
Artikel Terkait
-
Teka-teki 2 Pemain Timnas Indonesia Grade A Bakal Gabung Persib Bandung, Siapa Dia?
-
Kuwait Batal Hadapi Timnas Indonesia Malah Lawan Suriah, Erick Thohir Geleng-geleng
-
Thom Haye dan 3 Alasan Dirinya Memilih Liga Indonesia sebagai Kelanjutan Karier Profesionalnya
-
4 Pemain Timnas Indonesia Putri Ikut Bersuara atas Kematian Affan Kurniawan
-
Turut Bersuara! Solidaritas Pemain Timnas Indonesia atas Kematian Affan Kurniawan
Hobi
-
Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup, Mobil Terlangka dan Termahal Rp2,3 T
-
9 Seri tanpa Kemenangan, Marc Marquez Terkena Kutukan Usai Juara Dunia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
-
Akankah Max Verstappen Tinggalkan Red Bull? Ucapan Lama soal GP Kembali Disorot
-
Alex Rins Makin Bingung dengan Motornya, Yamaha Sudah Rekrut Ai Ogura?
Terkini
-
Ngronggo Sport Art Center: Tempat Nyore Sederhana yang Penuh Kenangan
-
Melihat Sunaryo Bekerja
-
Lelah dengan Tekanan Kota? Mungkin Kamu Belum Menemukan "Ruang Pulang" Versi Dirimu Sendiri
-
Ingin Otak Lebih Fokus? Sains Temukan Fakta Mengejutkan dari Kebiasaan Membaca Huruf Hijaiyah
-
Ada Merlion Hingga Alat Santet, Ini Sensasi Menyusuri Lorong Waktu di Art Center Purworejo