Bergabungnya salah satu punggawa timnas Indonesia, yakni Thom Haye ke klub juara bertahan BRI Super League pada musim 2025/2026 ini memang mengejutkan banyak pihak.
Melansir dari laman berita Suara.com (28/08/2025), gelandang naturalisasi keturunan Belanda-Indonesia tersebut resmi menandatangani kontrak bersama klub berjuluk “Maung Bandung” tersebut selama dua musim lamanya.
“Helo Bobotoh Thom Haye di sini. Saya antusias bergabung dengan Persib dan tidak sabar untuk berlaga di Bandung, go Persib maung bandung,” ujar Thom Haye seperti yang dilansir di kanal youtube TVRI Jawa Barat.
Kepindahan pemain berusia 30 tahun ini memang cukup mengejutkan banyak pihak dan tak diduga-duga sebelumnya. Belum lagi Thom Haye dinilai sejatinya masih layak untuk bermain di kasta tertinggi liga-liga Eropa ataupun di kasta tertinggi liga-liga elit di kawasan Asia. Sebelumnya, dirinya sempat dikabarkan akan dikontrak oleh klub asal liga Thailand atau Thai Super League, yakni Buriram United.
Namun, rumor yang beredar Thom Haye masih tak sepakat perihal gaji yang akan didapatkannya di klub Buriram United hingga detik-detik terakhir. Hal inilah yang membuat klub mantan juara Liga Thailand atau Thai Super League tersebut akhirnya batal mengontrak Thom Haye dan memutuskan mencari pemain lainnya.
Tentunya banyak pihak yang cukup menyayangkan keputusan Thom Haye yang dianggap terlalu buru-buru untuk berkarir di liga Indonesia. Hal ini tak mengherankan mengingat dirinya adalah punggawa andalan di timnas Indonesia dan masih menjadi salah satu gelandang terbaik di skuad garuda saat ini.
Pindah ke Liga ASEAN, Nasib Thom Haye Bisa Seperti Jordi Amat
Pindahnya Thom Haye ke klub BRI Super League, yakni Persib Bandung memunculkan banyak kekhawatiran dirinya akan bernasib sama seperti bek senior timnas Indonesia saat ini, yakni Jordi Amat. Hal ini dikarenakan baik Thom Haye maupun Jordi Amat sama-sama memutuskan pindah ke liga ASEAN kendati masih dianggap layak bermain di liga-liga Eropa.
Melansir dari laman transfermarkt.co.id, kala itu, di tahun 2022 Jordi Amat memutuskan menerima pinangan klub liga Malaysia, yakni Johor Darul Ta’zim setelah kontraknya tak diperpanjang oleh klub asal Belgia, yakni KAS Eupen. Pindahnya Jordi Amat ke klub asal Malaysia tersebut langsung membuat pro dan kontra di masyarakat yang cukup mengkhawatirkan akan adanya penurunan performa dari sang pemain saat membela timnas Indonesia.
Saat awal-awal membela timnas Indonesia, performa Jordi Amat memang bisa dikatakan cukup baik layaknya pemain yang berkompetisi di benua Eropa. Namun, lambat laun performanya mulai menurun dan tak jarang harus tersingkirkan dari skuad utama timnas Indonesia dan kalah saing dengan pemain lain.
Meskipun saat ini masih sering dipanggil oleh Patrick Kluivert ke timnas Indonesia. Akan tetapi, Jordi Amat yang sudah berusia 33 tahun saat ini lebih sering menghiasi bangku cadangan dan harus kalah saing dengan bek-bek muda lainnya semacam Jay Idzes, Rizky Ridho, Justin Hubner dan Mees Hilgers yang dianggap memiliki performa lebih baik.
Kekhawatiran inilah yang menjadi dasar mengapa Thom Haye bisa saja mengikuti nasib Jordi Amat di timnas Indonesia. Sama-sama memutuskan berkarir di liga ASEAN kendati masih dalam usia yang terbilang prima memang cukup disesalkan oleh banyak pihak, khususnya fans timnas Indonesia saat ini.
Belum lagi sejauh ini sektor gelandang bertahan memang paling lambat mendapatkan regenerasi pemain dan dihuni oleh pemain-pemain dengan usia cukup tua. Selain Thom Haye yang sudah berusia 30 tahun, adapula Joey Pelupessy yang sudah berusia 31 tahun dan Marc Klok yang kini berusia 32 tahun.
Tentunya diharapkan kedepannya performa Thom Haye tak mengalami penurunan karena berkarir di liga Indonesia yang bisa saja berdampak dengan karirnya di timnas Indonesia.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik
-
Skandal Kartu Merah Piala Dunia: Bom Waktu yang Dipasang Sendiri oleh FIFA?
-
Dari Euro 1992 ke Piala Dunia 2026: Benarkah Skandinavia Sedang Menuju Masa Kejayaan Baru?
-
Comeback yang Berakhir Air Mata: Mengapa Piala Dunia 2026 Jadi Mimpi Buruk Neymar?
-
Tampil Gila di Piala Dunia 2026, Vozinha Layak Menunda Masa Pensiunnya!
Artikel Terkait
-
Gol Perdana Tim Geypens Bawa FC Emmen Akhiri Paceklik Kemenangan
-
Tim Geypens Menggila di Belanda, Tapi Tak Dipanggil Timnas Indonesia U-23
-
Kilas Balik: Tok! Liga Indonesia Disetop Buntut Kerusuhan Massa
-
Fakta Menarik Debut Jay Idzes Bersama Sassuolo di Serie A
-
Profil Mauro Zijlstra, Striker FC Volendam yang Dinaturalisasi PSSI
Hobi
-
Argentina di Ambang Sejarah, Mampukah Albiceleste Wujudkan Back-to-Back?
-
Takhta Dunia di Ujung Era: Spanyol atau Argentina yang Menulis Sejarah?
-
Piala Dunia 2026 Segera Usai, Apa Saja Kegiatan Pemain setelah Ini?
-
'Penyakit Mematikan' Argentina: Mengapa Inggris dan Lawan Lainnya Selalu Runtuh di Menit Akhir?
-
Dihujani Kritik usai Pilih Yamaha, Jorge Martin Beri Jawaban Tegas!
Terkini
-
Antara Hemat dan Takut Keluar Uang: Saat Belanja Bikin Kita Merasa Bersalah
-
Sudah Saatnya Night Eating Syndrome Menjadi Perhatian Nasional
-
5 Fakta Menarik Kafka Bintang, Mahasiswa UNHAN yang Jadi MVP Lips Recall COC Season 3!
-
Viral Hair Croissant yang Menjijikkan: Kreativitas atau Pelecehan Berkedok Gimmick?
-
Review The Oddysey: Saat Nolan Mengubah Mitologi Jadi Potret Trauma Manusia