Hayuning Ratri Hapsari | Rana Fayola R.
Mauro Zijlstra, pemain yang baru saja resmi menjadi WNI dan diproyeksikan untuk memperkuat Timnas Indonesia. (Instagram/maurozijlstra)
Rana Fayola R.

Mauro Zijlstra, naturalisasi yang baru saja disahkan diyakini membawa pengaruh besar terhadap dinamika Timnas Indonesia. Resminya penyerang muda ini menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) seakan membuka babak baru dalam strategi PSSI membangun skuad yang lebih kompetitif.

Merujuk laman pssi.org, sang pemain telah resmi mengucapkan sumpah setia sebagai WNI pada Jumat (29/8/2025) di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Belanda. Pesepak bola berusia 20 tahun yang kini memperkuat FC Volendam itu mendapatkan kewarganegaraan Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Dengan status barunya, Mauro diproyeksikan bisa segera memperkuat Timnas Indonesia U-23 dalam berbagai ajang penting. Namun karena pendaftaran pemain untuk Kualifikasi Piala Asia U-23 sudah ditutup sebelum pengesahan kewarganegaraannya, ia batal ambil bagian di turnamen tersebut. Meski begitu, peluang debutnya terbuka lebar di Timnas senior.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan bahwa Mauro akan diberi kesempatan trial bersama skuad Garuda senior. Hal ini karena posisi penyerang tengah saat ini sedang mengalami kekosongan akibat cedera pemain inti. Erick menegaskan kebutuhan Timnas terhadap sosok striker murni seperti Mauro.

Selain Mauro, tiga pemain naturalisasi lainnya juga telah resmi menjadi WNI. Bedanya, ketiganya akan memperkuat Timnas Putri Indonesia sebagai bagian dari program jangka panjang pengembangan sepak bola wanita di tanah air.

Langkah naturalisasi Mauro menandai keseriusan Indonesia memperkuat fondasi sepak bola nasional. PSSI ingin memanfaatkan potensi diaspora yang memiliki kualitas internasional, termasuk semangat untuk mengibarkan bendera Merah Putih di level global.

Harapannya, lini serang Timnas Indonesia menjadi lebih kompetitif di tingkat Asia. Dengan tambahan daya gedor dari Mauro, baik Garuda Muda maupun skuad senior bisa meningkatkan daya saing.

Kehadiran Mauro Zijlstra Panaskan Persaingan Internal Timnas Indonesia

Naturalisasi Mauro Zijlstra diperkirakan memengaruhi keseimbangan skuad Timnas Indonesia, khususnya di level U-23. Kehadirannya sebagai striker muda dari FC Volendam akan memperketat persaingan di lini depan.

Nama-nama seperti Hokky Caraka, Rafael Struick, hingga Ramadhan Sananta disebut-sebut bakal mendapat tantangan langsung dari Mauro. Bermain di Eredivisie Belanda, pengalaman Zijlstra dinilai cukup untuk membuatnya bersaing memperebutkan posisi utama.

Selain menambah ketatnya persaingan, kehadiran Mauro juga membawa warna baru bagi lini depan Timnas U-23. Pada beberapa laga terakhir, tim sempat kesulitan mencetak gol. Mauro dianggap sebagai solusi yang bisa menawarkan variasi serangan dan kreativitas baru.

Tak hanya untuk jangka pendek, naturalisasi Mauro juga dipandang sebagai investasi jangka panjang. Jika performanya stabil, ia bisa menjadi tulang punggung skuad Garuda, tidak hanya di level U-23, tapi juga di Timnas senior.

Dengan usianya yang baru 20 tahun, Mauro memiliki ruang besar untuk berkembang. Ia berpotensi memperkuat Timnas di berbagai kompetisi, termasuk putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang.

Namun, kehadiran Mauro tentu membawa konsekuensi bagi pemain lain. Dengan adanya tambahan satu penyerang berkualitas, pelatih harus menata ulang komposisi pemain. Hal ini berarti para striker lokal harus bekerja lebih keras jika tidak ingin tersisih dari skuad inti.

Meski begitu, persaingan sehat diyakini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan tim. Para pemain akan terpacu meningkatkan performa, sementara pelatih memiliki lebih banyak opsi untuk meracik strategi.

Langkah ini sejalan dengan visi PSSI yang ingin membangun skuad tangguh dan berdaya saing tinggi. Mauro Zijlstra menjadi salah satu bagian penting dari proyek regenerasi tersebut.

Pada akhirnya, naturalisasi Mauro bukan sekadar penambahan pemain diaspora, melainkan bagian dari strategi besar membangun sepak bola Indonesia. Harapannya, keberadaan Mauro mampu mendongkrak prestasi Garuda di level Asia bahkan dunia.