Pramac Yamaha akhirnya membuat keputusan besar yang ditunggu oleh orang-orang pencinta MotoGP. Tim satelit Yamaha itu kabarnya telah memastikan kursi musim 2026 tidak akan ditempati Jack Miller, alih-alih Miguel Oliveira.
Artinya, duet Pramac musim depan praktis sudah bisa ditebak, yakni Toprak Razgatlioglu sebagai bintang baru yang hijrah dari WorldSBK, serta Jack Miller yang siap melengkapi proyek Yamaha dalam membangun mesin V4. Tinggal menunggu pengumuman resmi, line-up ini sudah tersusun rapi.
Keputusan ini sontak menyita perhatian banyak pihak, termasuk Fabio Quartararo. Juara dunia MotoGP 2021 itu menilai, mempertahankan Miller bukan sekadar pilihan praktis, melainkan keputusan strategis yang bisa menentukan arah masa depan Yamaha.
Menurutnya, Miller punya sesuatu yang sangat langka di antara para pembalap Yamaha saat ini, yakni segudang pengalaman dengan motor bermesin V4. Dari Honda, Ducati, hingga KTM, Miller sudah merasakan kerasnya karakter motor V4.
Quartararo menegaskan bahwa Yamaha tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Sebab, dirinya sendiri, Alex Rins, bahkan Toprak sekalipun, belum pernah benar-benar menggeber motor V4 di MotoGP.
Artinya, kehadiran Miller menjadi kunci, karena ia bisa menjadi narasumber untuk mempercepat adaptasi Yamaha yang sedang mati-matian mengejar ketertinggalan dari tim-tim yang lain.
“Saya tidak tahu apa (keputusan) dengan Pramac, tetapi saya pikir sangat bagus untuk mempertahankan Jack, karena dialah yang memiliki lebih banyak pengalaman dengan V4. Maksud saya, saya tidak pernah mengendarai V4. Alex (Rins) mengendarai Honda selama setengah tahun, lalu cedera. Toprak tidak pernah mengendarai motor MotoGP. Jadi, Anda harus mempertahankan satu orang yang punya pengalaman dengan V4, menurut saya," ujar Quartararo, dilansir dari laman Crash.
Jika melihat klasemen sementara, argumen Quartararo semakin masuk akal. Miller saat ini tercatat sebagai pembalap Yamaha tercepat kedua dengan berada di urutan ketujuh belas, kalah 7 posisi dari Quartararo sendiri.
Performa yang cenderung meningkat membuat posisinya sulit digoyahkan. Padahal, Oliveira juga punya rekam jejak dengan motor V4 ketika masih bersama KTM dan Aprilia, tetapi performanya musim ini jauh dari kata meyakinkan.
Pramac tentu tidak bisa mempertaruhkan masa depan hanya karena pengalaman saja. Proyek V4 Yamaha adalah yang terpenting. Setelah bertahun-tahun mempertahankan mesin inline-4, Yamaha akhirnya berani mengambil jalur baru demi menyaingi tim lain.
Dan untuk proyek sebesar ini, Yamaha dan Pramac butuh pembalap dengan pengalaman, mental baja, serta kecepatan yang bagus di lintasan. Semua faktor itu mengerucut pada satu nama, yakni Jack Miller.
Tidak heran jika Quartararo secara terbuka mendukung keputusan timnya. Ia tahu betul, tanpa panduan dari sosok yang paham luar dalam soal V4, Yamaha mungkin hanya akan berputar-putar pada masalah dan lebih sulit menemukan solusi.
Musim 2026 memang masih beberapa bulan lagi, tetapi aura persaingan sudah semakin panas. Duet Miller dan Toprak diyakini akan menjadi kombinasi berbahaya. Toprak dengan gaya agresifnya akan membawa warna baru, sementara Miller menyumbang lebih banyak pengalaman. Quartararo sendiri tampaknya siap menyambut tantangan itu dengan optimisme, meski sadar tekanan di dalam garasi Yamaha akan semakin besar.
Satu hal yang pasti, keputusan ini membuat Miguel Oliveira harus mencari peluang di luar Pramac. Sayangnya, performa buruknya musim ini bisa menjadi penghalang yang cukup serius untuk kariernya sebagai pembalap reguler. Oliveira sendiri kini erat dihubungkan dengan rumor menjadi test rider Aprilia.
Semua pihak memang belum memberikan pengumuman resmi, tapi rumor yang beredar sudah sangat kuat. Mari kita tunggu statement resmi dari tim atau pembalap.
Baca Juga
-
Tak Gentar! Jorge Martin Yakin Bisa Pertahankan Posisi Pemimpin Klasemen
-
Fabio Quartararo Dilarang Ikut Uji Coba Motor Yamaha, Sudah jadi Musuh?
-
Selalu Kena Apes, Marc Marquez Mengaku Waspadai Sirkuit Mandalika
-
Harga Murah hingga Minim UPF, Masih Gengsi Makan di Warteg?
-
Cetak Hattrick! Marc Marquez Bongkar Rahasia untuk Bisa Menang di GP Aragon
Artikel Terkait
-
Tidak Matre, Pedro Acosta Pilih Motor Kompetitif daripada Gaji Selangit
-
Blak-Blakan, Pedro Acosta Klaim Marc Marquez Setara dengan Valentino Rossi
-
Kagum, Marco Bezzecchi Puji Hasil dan Kerja Keras Jorge Martin Musim Ini
-
Fermin Aldeguer Ogah Jadi Rekan Setim Marc Marquez: Seperti di Neraka!
-
5 Motor Bekas Buat Bapak-bapak: Suspensi Empuk No Capek, Anti Encok dan Nyaman Sampai Rumah
Hobi
-
Tak Gentar! Jorge Martin Yakin Bisa Pertahankan Posisi Pemimpin Klasemen
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
-
Jelang Hadapi Laos Malam Ini, Nova Arianto Pusing Atur Strategi Timnas U-20
-
Fabio Quartararo Dilarang Ikut Uji Coba Motor Yamaha, Sudah jadi Musuh?
Terkini
-
Huawei Watch D3 Resmi Diperkenalkan, Bawa Teknologi Tensi Darah dalam Balutan Lebih Elegan
-
Takut Breakout? Ini 5 Sunscreen Ampoule yang Aman untuk Skin Barrier
-
Review Drama The Judge Returns,Pembalasan Dendam Seorang Hakim di Masa Lalu
-
5 Rekomendasi Anime Terbaik tentang Quarter-Life Crisis di Usia 20-an
-
Ulasan Gadis Kretek: Ketika Cinta, Ambisi, dan Sejarah Bertemu