Hikmawan Firdaus | M. Fuad S. T.
Skuat Timnas Indonesia menyapa pendukung setelah menang di laga FIFA matchday melawan China Taipei (dok. ANTARA)
M. Fuad S. T.
Baca 10 detik
  • Skuat Garuda lebih mahal (Rp630 miliar vs Rp106 miliar) dan punya lebih banyak pemain abroad di liga top dunia.
  • Prestasi Indonesia lebih mentereng, tapi keunggulan itu tak berbuah kemenangan di lapangan.
  • Indonesia ditahan imbang 0-0 Lebanon di FIFA Matchday September 2025 meski unggul statistik.
[batas-kesimpulan]

Setelah mengempaskan Timnas China Taipei yang berasal dari kawasan Asia Timur, Timnas Indonesia hanya mampu bermain imbang tanpa gol dengan lawan kedua mereka di gelaran FIFA matchday bulan September ini, Lebanon.

Banyak yang mengatakan, laga melawan Lebanon ini adalah ujian yang sesungguhnya bagi anak asuh Patrick Kluivert. Pasalnya, jika dibandingkan dengan China Taipei, kekuatan yang dimiliki tim asal kawasan Arabia ini tentunya berada beberapa tingkat di atas tim asal Pulau Formosa tersebut.

Sehingga, tak mengherankan jika di laga kali ini, Indonesia mendapatkan perlawanan yang jauh lebih liat ketimbang saat mereka menjalani laga FIFA matchday melawan China Taipei pekan kemarin.

Bagi Timnas Indonesia, kekuatan yang dimiliki oleh Lebanon sendiri tak bisa dianggap biasa-biasa saja. Pasalnya, tim asal Timur tengah tersebut saat ini memiliki peringkat FIFA yang masih lebih baik ketimbang skuat Garuda. Dan hal tersebut juga terbukti di lapangan.

Sekadar mengingatkan, dalam rilisan peringkat terbaru dari FIFA, Lebanon saat ini berada di peringkat ke-112 dunia, sementara Indonesia berada di posisi ke-118 FIFA. Sehingga, dalam hal ini, Timnas Indonesia masih kalah posisi dari lawan yang mereka hadapi di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya semalam.

Uniknya, meskipun Timnas Indonesia kalah peringkat FIFA dari Lebanon, namun Pasukan Garuda ternyata memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan mereka. Setidaknya, jika kita komparasikan statistik tim dan pencapaian, ada 3 hal yang membuat Indonesia tercatat lebih superior daripada Lebanon.

Kira-kira, apa sajakah itu? Mari kita bahas bersama!

1. Harga Pasaran Skuat

Seiring dengan maraknya para pemain berdarah Indonesia yang memilih untuk membela Timnas negara tanah leluhurnya, harga pasaran yang dimiliki oleh Timnas Indonesia pun mengalami lonjakan yang tajam.

Sepertimana dilansir laman data transfermarkt, harga nilai pasaran Pasukan Garuda dalam pemanggilan kali ini mencapai angka Rp630,52 miliar, dan berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan Lebanon yang "hanya" memiliki nilai total skuat di angka Rp106,90 miliar.

Bukan hanya nilai total skuat, dalam hal harga individu pemain pun Lebanon tak mampu mengejar Indonesia. Jika di kubu Indonesia harga Jay Idzes yang merupakan pemain termahal di tim mencapai angka Rp130,36 miliar, maka di sisi Lebanon, harga Mostafa Matar yang menjadi pemain termahal tim hanyalah berada di angka Rp6,52 miliar.

Namun sayangnya, keunggulan harga pemain yang dimiliki oleh Timnas Indonesia ini tak berpengaruh banyak, mengingat laga kedua negara pada akhirnya berujung dengan hasil sama kuat.

2. Persebaran Pemain di Luar Negeri

Pada pemanggilan kali ini, Timnas Indonesia tercatat memiliki 12 pemain yang berstatus sebagai pemain abroad. Selain abroad di pentas persepakbolaan benua Asia, para pemain abroad Indonesia juga menghiasi pentas liga-liga terbaik dunia seperti Calvin Verdonk di Ligue 1 Prancis, Jay Idzes dan Emil Audero di Liga Italia Serie, atau Kevin Diks yang kini bermain di Liga Jerman.

Pada laga melawan Lebanon, para pemain yang berkarier di lima liga terbaik dunia itu pun diturunkan oleh Kluivert sedari awal pertandingan. Selain memasang Kevin Diks dan Jay Idzes di sentral pertahanan, Kluivert juga memasang Calvin Verdonk sebagai penyaring serangan lawan di sektor kedalaman lini tengah.

Semantara di kubu Lebanon, saat ini terdapat 7 pemain yang berkarier di luar negeri. Dan faktanya adalah, meskipun mereka berkarier abroad, namun klub-klub yang mereka bela tidaklah sefamiliar dan sementereng klub-klub para pemain Indonesia.

Coba dilihat, adakah teman-teman pembaca yang pernah mendengar nama-nama klub seperti Omonia Aradippou, Hellescher FC atau mungkin Falkensberg FC tempat para pemain Lebanon berkarier?

Namun yang terjadi di lapangan pun kita semuanya ketahui bersama. Pengalaman abroad pemain Indonesia yang lebih unggul, ternyata tak mampu membuat mereka superior dalam segi hasil dari sang lawan.

3. Capaian Prestasi

Meskipun saat ini Lebanon menghuni peringkat FIFA yang lebih tinggi daripada Indonesia, namun pada kenyataannya, capaian prestasi tim asal Asia Barat tersebut jauh lebih minor daripada Skuat Garuda.

Seperti misal, pada kampanye perburuan tiket Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia sukses melewati ronde ketiga dan kini tengah bersiap untuk menghadapi tantangan ronde keempat pada bulan Oktober mendatang.

Sementara Lebanon? Alih-alih lolos ke ronde ketiga atau bahkan keempat, Lebanon justru terhenti langkahnya di ronde kedua kualifikasi karena kalah bersaing dengan Australia dan Palestina yang menjadi wakil grup I ke putaran selanjutnya.

Dan lagi-lagi harus kita sayangkan, karena torehan mengilap yang didapatkan oleh Indonesia ini, sama sekali tak membantu mereka untuk bisa menciptakan gol dan memenangi pertarungan melawan Lebanon.

Ternyata, dari laga antara Indonesia melawan Lebanon semalam, kita semua mendapatkan banyak pelajaran ya. Salah satunya tentu saja dalam sepak bola, unggul dalam hal statistik akan berbanding lurus dengan hasil yang mereka dapatkan di lapangan.