Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan dirinya tidak akan menjadikan sepak bola sebagai anak emas dalam program Kemenpora, meski masih menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.
Erick menekankan, tanggung jawabnya kini jauh lebih luas, mencakup pengembangan berbagai cabang olahraga dan pemberdayaan pemuda di seluruh Indonesia.
Diketahui bahwa Erick Thohir yang baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Dito Ariotedjo telah memastikan bahwa perannya sebagai Menpora akan dijalankan dengan adil bagi semua cabang olahraga. Ia menegaskan, tidak ada olahraga yang akan dianakemaskan secara berlebihan.
Dalam keterangannya, Erick menyebut ada 13 hingga 14 cabang olahraga unggulan yang akan menjadi prioritas pemerintah. Namun demikian, ia tetap membuka ruang bagi pembinaan cabang lain agar bisa berkembang dan mencetak prestasi.
“Tidak mungkin saya sebagai Menpora, anak emasnya sepak bola. Enggak. Anak emas saya nanti itu cabang olahraga unggulan yang 13 atau 14 cabor itu. Dan tentu olahraga yang lain, kita tata ulang,” ujar Erick Thohir sebagaimana diungkap Antara News.
Pernyataan ini sekaligus menjawab keraguan sejumlah pihak yang khawatir posisi rangkap jabatan Erick bisa membuat fokus Kemenpora condong ke sepak bola. Erick menyebut, justru keseimbangan yang akan ia jaga dalam menjalankan dua peran pentingnya tersebut.
Lebih jauh, Erick mengungkapkan dirinya sudah mendapat kepastian dari FIFA bahwa rangkap jabatan yang ia emban tidak melanggar aturan. Surat resmi FIFA diterima Erick pada Senin (22/9), memastikan posisinya aman secara regulasi.
Menurut Erick, surat itu menjadi penegasan bahwa rekam jejaknya di sepak bola dan kiprahnya di pemerintahan telah sesuai dengan standar internasional.
Rangkap Jabatan, Kapabilitas Erick Thohir Diakui Presiden FIFA
Presiden FIFA Gianni Infantino pun ikut angkat bicara terkait rangkap jabatan Erick. Dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di New York, Infantino menilai hal tersebut bukan masalah.
“Itu tidak masalah, tentu saja tidak masalah. Pak Erick Thohir telah menunjukkan di masa lalu bahwa ia adalah seorang multitalenta. Dia bisa melakukan banyak hal dengan cara yang luar biasa,” kata Infantino, Kamis (25/9/2025).
Infantino menyoroti rekam jejak Erick, baik dalam memimpin federasi sepak bola, kiprahnya di pemerintahan, maupun perannya dalam memajukan olahraga di Indonesia. Bahkan, Infantino menyebut Erick sebagai pribadi yang kompeten dan dihormati di tingkat internasional.
Selain itu, Erick juga merupakan anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC). Menurut Infantino, hal ini menambah bukti bahwa Erick adalah sosok yang berpengaruh luas dan mampu membawa Indonesia lebih diperhitungkan dunia.
Infantino menegaskan bahwa kehadiran Erick di posisi Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI justru akan memperkuat sinergi antara pemerintah dan federasi olahraga. Dengan begitu, program pembinaan dan pengembangan olahraga di Indonesia bisa berjalan lebih efektif.
Di sisi lain, Erick menyadari tanggung jawab barunya semakin besar. Tidak hanya membangun sepak bola, ia juga harus memberdayakan pemuda Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.
Tugas Menpora mencakup pembinaan ratusan juta pemuda di berbagai bidang, mulai dari pendidikan karakter, pembangunan kreativitas, hingga pemberdayaan ekonomi. Erick menekankan, sektor olahraga akan dijadikan alat pemersatu bangsa sekaligus pintu diplomasi internasional.
Selain itu, ia berkomitmen untuk mengembangkan kompetisi olahraga di daerah dan pusat, serta memastikan kegiatan tersebut memberi dampak positif pada perekonomian. Menurut Erick, olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga soal peluang kerja dan pembangunan masyarakat.
Dengan beban kerja yang luas dan kompleksitas tanggung jawab yang semakin tinggi, Erick menyebut kepemimpinan yang kuat dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci. Ia ingin menciptakan ekosistem olahraga dan pemuda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkelanjutan.
Baca Juga
-
Tumbang Lagi, Pelatih Korea Selatan Buka Suara soal Rumor Keracunan Makanan
-
In This Economy, Tak Termakan Provokasi dan Propaganda Adalah Berkah?
-
Piala Dunia 2026: Hancur di Tangan Prancis, Langkah Irak di Kian Terjepit
-
Prediksi Prancis vs Irak: Singa Mesopotamia Janjikan Perlawanan Sengit
-
Jerman Lolos ke Babak Gugur, Nagelsmann Ungkap Ambisi Selanjutnya
Artikel Terkait
-
Kata-kata Tegas Presiden FIFA Soal Erick Thohir Rangkap Jabatan Ketum PSSI-Menpora
-
Profil Istri Erick Thohir, Putuskan Mualaf saat Menikah
-
Tolak Jadi Menpora, Raffi Ahmad Bicara soal Persahabatannya dengan Dito Ariotedjo
-
Nama Petinggi FIFA Dicatut Hoax Soal Polemik Erick Thohir Rangkap Jabatan
-
Pejabat FIFA Tegas Bantah Hoaks Soal Erick Thohir
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Cetak Rekor, Erling Haaland Kian dekat Raih Gelar Topskor
-
Prediksi Curacao vs Pantai Gading: Misi Panas Kedua Tim di Philadelphia
-
Analisis Taktik Ekuador vs Jerman: Die Mannschaft Jaga Mental Juara
-
Turki vs Amerika Serikat: Ujian Mental di Akhir Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Tumbang Lagi, Pelatih Korea Selatan Buka Suara soal Rumor Keracunan Makanan
Terkini
-
The Bodyguard From Beijing: Film Jet Li yang Bikin Masa Kecil Kita Berdebar-debar
-
5 Serial Netflix Terbaik 2026 yang Wajib Masuk Daftar Tontonan
-
Ulasan The Auditors, Kisah Seru Tim Audit yang Bekerja Layaknya Detektif
-
Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Ego Anak, Penyesalan, dan Air Mata di Panti Jompo
-
Hospitality: Seni Memanusiakan Pelanggan di Tengah Persaingan Bisnis