Kekalahan kembali didapatkan oleh Timnas Indonesia di laga penentuan melawan Irak. Bertarung dalam sebuah laga hidup-mati pasca dikalahkan oleh Arab Saudi, Skuat Garuda kembali kandas dari sang lawan dengan skor tipis satu gol tanpa balas.
Dilansir laman AFC, satu-satunya gol yang tercipta pada pertandingan tersebut diciptakan oleh rekan setim Ivar Jenner, Zidane Iqbal pada menit ke-76 melalui sepakan kaki kiri yang meluncur mulus di sudut kiri gawang Maarten Paes.
Kandasnya Timnas Indonesia atas Irak di laga hidup-mati tersebut ternyata diwarnai dengan sebuah fakta yang cukup miris, di mana Patrick Kluivert kembali memaksakan formasi favoritnya yang mengedepankan pertahanan dengan 2 bek tengah.
Padahal sebelumnya, Kluivert juga mendapatkan banyak kritik tajam pasca menerapkan formasi 2 center back karena untuk saat ini dinilai belum sepenuhnya cocok dengan gaya permainan dan kualitas pemain yang dimiliki oleh Timnas Indonesia saat ini.
Disadur dari laman match report transfermarkt.com, di laga melawan Irak kali ini, eks Barcelona tersebut menurunkan duet Jay Idzes dan Rizky Ridho. Kevin Diks yang di laga pertama lalu bermain di posisi jantung pertahanan tim, digeser ke kanan, sementara Dean James tetap menempati sektor full back kiri.
Meskipun dapat dikatakan bermain dengan baik di sepanjang bergulirnya laga, namun ternyata skema 2 bek ini meninggalkan celah besar yang sukses dieksploitasi oleh seorang Zidane Iqbal.
Kurang rapatnya sistem pertahanan Indonesia yang mana empat bek bertumpuk di garis rendah dan sektor gelandang tak memberikan pressing maksimal, membuat Zidane Iqbal memiliki ruang yang sangat terbuka untuk melakukan pergerakan pun tembakan.
Jika kita menilik video yang diunggah oleh kanal YouTube RCTI Sports (12/10/2025), hanya ada total 7 pemain outfield yang bertarung di sekitaran kotak penalti Paes. Empat pemain adalah mereka yang berposisi sebagai bek, sementara 3 lainnya adalah gelandang. Sementara 3 pemain lainnya, tak terlibat dalam pertarungan tersebut.
Hal ini terbilang sangat berbeda dengan skema permainan yang mengandalkan 3 bek tengah. Dalam skema 3 bek, ketika bertahan, para pemain yang turun membantu lini pertahanan bisa mencapai 9 pemain dan menyisakan satu pemain untuk berhaga-jaga dalam melakukan transisi serangan balik.
Dan hal ini pula yang kerap terjadi saat Kluivert memaksakan skema 2 center back di Timnas Indonesia. Meskipun diisi oleh para pemain dengan kualitas mumpuni, namun di area tembak selalu saja menyisakan celah, baik itu disebabkan karena kurangnya jumlah petarung yang terlibat, maupun cover dan back up dari lini di depannya yang kurang rapat.
Terlebih lagi, skema 2 center back ala Kluivert ini sendiri juga sejatinya belum begitu matang untuk diterapkan di Timnas Indonesia saat ini. Pasalnya, formasi ini baru mulai dicoba oleh sang pelatih di laga uji coba bulan September lalu saat bertemu dengan China Taipei maupun Lebanon.
Sebelumnya, dalam empat pertarungan awal yang dijalani oleh Kluivert bersama Timnas Indonesia, dirinya selalu menggunakan formasi 3 atau 5 bek yang menumpuk menjadi 9 pemain saat bertahan yang mana hal itu sempat memberikan 2 kemenangan atas lawan yang memiliki level permainan cukup tinggi.
Sehingga, jika Kluivert belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya, seharusnya dirinya tak memaksakan formasi 4 bek dengan berintikan 2 pemain yang berposisi di center back seperti di dua laga penting seperti ini.
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
STY Menang Telak! Begini Capaian STY dan Kluivert dalam Perbandingan yang Setara
-
Gagal di Ronde Keempat, Kerja Keras STY Terbuang Sia-Sia di Tangan Patrick Kluivert
-
Sumardji Bela Justin Hubner, Ruang Ganti Timnas Indonesia Dalam Situasi Sulit
-
Selamat Tinggal, Patrick Kluivert Cs Resmi Angkat Kaki dari Indonesia
-
3 Alasan Presiden Como Mirwan Suwarso Pantas Jadi Ketum PSSI yang Baru
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang
-
Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup
-
Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z
-
Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?
-
5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!