Kepemimpinan Jay Idzes di Timnas Indonesia pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026 pada akhirnya harus berakhir. Seiring dengan kegagalan Pasukan Merah Putih mendapatkan poin di dua laga krusial melawan Arab Saudi dan Irak, kepemimpinan pemain Sassuolo tersebut secara resmi usai imbas tak lolosnya Indonesia ke turnamen yang sesungguhnya.
Namun demikian, ronde keempat babak kualifikasi yang berlangsung sedari tanggal 8 Oktober lalu juga menjadi panggung kualitas bagi eks Venezia tersebut.
Selain panggung untuk menunjukkan kelasnya bermain di lapangan hijau, ronde keempat ini juga menjadi panggung bagi pemain belakang berusia 25 tahun tersebut untuk menunjukkan kelasnya sebagai seorang pemimpin sejati.
Berdasarkan laman match report dari AFC maupun FIFA, pada 2 laga ronde keempat kemarin, Jay Idzes memang didaulat untuk kembali menjadi pemimpin bagi rekan-rekannya di Skuat Garuda.
Dan Idzes pun melakukannya dengan sangat baik. Di 2 pertandingan yang dijalaninya, Idzes selain menjadi koordinator dan pemimpin utama Pasukan Merah Putih di lapangan, juga berperan sebagai pelindung bagi rekan-rekannya.
Sebagai seorang pemimpin, Jay Idzes bukan hanya melingkarkan ban kapten di lengannya, namun juga menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Seperti misal, dalam 2 pertandingan yang dijalani, baik itu saat melawan Arab Saudi maupun Irak, Jay Idzes selalu menjadi orang pertama yang beradu argumen dengan wasit ketika rekan-rekan setimnya dirugikan.
Tak peduli seberapa jauhnya Jay dengan sang pengadil, dirinya langsung berlari ke arah wasit ketika kompatriotnya terlibat friksi dan harus berurusan dengan wasit atau pemain lawan.
Bukan hanya itu, sikap terpuji seorang Jay Idzes juga diperlihatkan ketika pertandingan kedua melawan Irak. Menyadari kekecewaan dari barisan pendukung Timnas Indonesia yang mulai melakukan aksi lempar benda ke dalam stadion, Jay menjadi orang pertama yang menghampiri tribun dan meminta mereka untuk berhenti melakukan hal itu.
Tak cukup sampai di sana, Idzes bahkan melakukan aksi lanjutan yang cukup membuat kita selaku pendukung Timnas Indonesia terenyuh, yakni memunguti kemasan air mineral yang dilemparkan oleh para pendukung Timnas Indonesia.
Sebuah aksi yang pada akhirnya diikuti oleh beberapa pemain Timnas Indonesia lainnya.
Apakah cukup sampai di sana? Tentu saja tidak! Sikap terpuji lainnya juga ditunjukkan oleh Jay ketika pertandingan berakhir. Meskipun dalam lansiran laman Suara.com (12/10/2025) pemain Sassuolo tersebut mengakui bahwa timnya dirugikan oleh wasit, namun di akhir pertandingan Jay terlihat mengejar korps baju hitam dan berusaha untuk berjabat tangan walau diabaikan oleh mereka.
Namun justru dari hal tersebut terlihat jelas jika Jay Idzes memang sosok yang pantas untuk menjabat sebagai kapten kesebelasan, karena selain memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi, juga bisa menjadi pelindung, pendebat ulung, dan yang terpenting adalah, memiliki hati yang luas yang mana tetap memberikan rasa hormat kepada siapapun meskipun tahu timnya menjadi objek kecurangan.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
Artikel Terkait
-
Kemal Palevi Kritik PSSI: Abaikan Peluang Emas Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Kecewa Timnas Gagal Lolos Piala Dunia 2026, Presiden Prabowo Minta Kluivert 'Ditendang?'
-
Kemal Palevi Pesimis Sepak Bola Nasional Bisa Maju Selama Ketua PSSI Rangkap Jabatan
-
TC Timnas Indonesia U-23 SEA Games Thailand Ciutkan Pemain, Siapa Dicoret?
-
Bocoran Skuad Mewah Timnas Indonesia U-23 SEA Games 2025
Hobi
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
-
Akankah Max Verstappen Tinggalkan Red Bull? Ucapan Lama soal GP Kembali Disorot
-
Alex Rins Makin Bingung dengan Motornya, Yamaha Sudah Rekrut Ai Ogura?
-
Bobot Nyaris 300 Kg Tapi Tetap Lincah Menikung? Intip Rahasia Suspensi Gila Yamaha Niken GT
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
Terkini
-
"Skripsi yang Baik Adalah Skripsi yang Selesai": Curhat Mantan Mahasiswa Si Paling Perfeksionis
-
Fakta Unik Festival Musik Coachella: dari Menginap Sampai Tiket Rp150 Juta
-
Laris Manis! Konser EXO Planet #6 'EXhOrizon' di Jakarta Resmi Tambah Hari
-
Rahasia The Power of Habit, Mengapa Niat Saja Tidak Cukup untuk Berubah Jadi Lebih Baik?
-
Novel Damar Kambang, Mencari Kebebasan di Balik Tabir Adat