Belakangan ini, nama pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert tengah naik daun di khalayak. Namun sayangnya, nama pelatih berkebangsaan Belanda tersebut menanjak bukan karena prestasi positif yang dia ukirkan, namun karena dirinya gagal membawa Timnas Indonesia berbicara banyak di ronde keempat babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Namun, meskipun namanya dihujat oleh para pendukung Timnas Indonesia, faktanya Kluivert ternyata memiliki rekor yang lebih baik daripada pendahulunya.
Shin Tae-yong? Tentu saja tidak. Karena jika dibandingkan dengan Shin Tae-yong, game play apalagi pencapaian yang diraih oleh Kluivert masih belum mampu mendekati pelatih asal Korea Selatan yang digantikannya tersebut.
Lantas siapa?
Jawabannya adalah Simon McMenemy, pendahulu Patrick Kluivert yang memegang Timnas Indonesia sebelum kedatangan Shin Tae-yong ke tanah air.
Dalam catatan laman transfermarkt.com, Simon McMenemy sendiri menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia semenjak 1 Januari 2019 hingga 14 November 2019. Selama rentang kurang lebih 11 bulan bersama Pasukan Merah Putih, eks pelatih Timnas Filipina tersebut mendampingi anak-anak Garuda dalam 7 pertandingan.
Capaiannya pun sangat mengenaskan. Di mana dari 7 pertandingan tersebut, Indonesia hanya berhasil meraih 2 kali kemenangan ketika berjumpa dengan tim semenjana sekelas Myanmar dan Vanuatu.
Sementara 5 pertandingan lainnya, selalu berujung dengan kegagalan termasuk 4 pertandingan di ronde kedua babak kualifikasi Piala Dunia 2022.
Secara total, di masa kepemimpinan Simon, Timnas Indonesia meraih 2 kemenangan dan 5 kali kekalahan, menciptakan 11 gol dan kebobolan 18 gol.
Jika lebih dirincikan lagi dengan fase kualifikasi Piala Dunia, maka Timnas Indonesia era Simon menelan 4 kekalahan dari 4 pertandingan, menciptakan 3 gol dan kemasukan 14 gol.
Catatan tersebut tentunya lebih buruk ketimbang yang didapatkan oleh Kluivert, di mana dari 6 pertandingan di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 ini, mantan penyerang Timnas Belanda tersebut mampu membawa 2 kemenangan, 4 kekalahan, memasukkan 5 gol dan hanya kebobolan 15 gol.
Untuk perbandingan poin per pertandingan pun Kluivert tercatat lebih unggul. Selama bersama Timnas Indonesia, Simon McMenemy bahkan hanya mampu memberikan 0,86 poin untuk setiap pertandingan yang dijalani oleh Pasukan Merah Putih.
Sementara Kluivert, meskipun permainannya masih jauh dari kata matang, namun dalam catatan laman transfermarkt dirinya berhasil memberikan 1,25 poin bagi Timnas Indonesia untuk setiap pertandingannya.
Namun demikian, tentu saja jika dibandingkan dengan Shin Tae-yong, catatan mereka masih jauh di bawah mantan pelatih Timnas Korea Selatan tersebut.
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Statistik Tak Pernah Berkhianat, Dilihat dari Manapun STY Lebih Baik ketimbang Kluivert
-
Andre Rosiade Ungkap Timnas Indonesia Dikuasai 2 Sosok Inisial S, Izinkan Pemain Podcast di Arab
-
Suporter Timnas Indonesia: Pecat Patrick Kluivert Si Pengecut!
-
Beda dengan PSSI, Federasi Sepak Bola Swedia Langsung Pecat Pelatih Usai Gagal
-
5 Pemain Timnas Indonesia yang Bisa Jadi Andalan Menuju Piala Dunia 2030
Hobi
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
Terkini
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!