Sembilan bulan usai resmi berpisah, Shin Tae-yong kembali panas dibicarakan oleh publik tanah air. Sebagian merasa rindu berat pada sosok pelatih asal Korea Selatan tersebut, terutama setelah Timnas Indonesia tersingkir dari persaingan sengit kualifikasi Piala Dunia 2026.
Tak sedikit yang merasa bahwa kisah bersama STY memang belum selesai. Lantaran pemutusan kontrak sepihak dilakukan tanpa kejelasan. PSSI pun menanggung tekanan berat akibat keputusan mengganti pelatih di pertengahan kompetisi.
Menariknya, nama Shin Tae-yong lagi-lagi bergema di pertandingan skuad Garuda meski kemarin masih dilatih oleh Patrick Kluivert. Desakan demi desakan juga terus diberikan kepada PSSI untuk kembali mendatangkan sang juru taktik.
Sebab tangan dinginnya berhasil membawa perubahan nyata terhadap sepak bola tanah air, khususnya Timnas Indonesia. Mulai dari identitas permainan yang kian jelas, hingga peningkatan ranking FIFA yang cukup drastis.
Dengan hasil-hasil nyata tersebut, wajar jika STY merupakan salah satu kandidat terkuat yang dinilai ideal untuk mengisi kekosongan kursi pelatih kepala Timnas Indonesia.
Akui Masih Cinta Indonesia, CLBK dengan Shin Tae-yong bakal Terwujud?
Lima tahun perjalanan tentu bukan waktu yang sebentar. Jatuh bangun, tangis tawa, hingga keringat dan air mata telah mewarnai perjuangan berat Timnas Indonesia dalam berbagai ajang bergengsi.
Meski sudah dipecat, STY kerap menunjukkan rasa cintanya terhadap Indonesia. Misalnya adalah lewat foto profil Instagram pribadi yang masih berkaitan dengan skuad Garuda.
Melansir Suara.com, ia sendiri mengaku belum ada tawaran resmi dari federasi. Kendati demikian, Shin Tae-yong terang-terangan berjanji untuk mempertimbangkan dengan matang-matang.
“Kalau nanti ada tawaran, tentu saja saya akan pertimbangkan. Tapi prinsipnya saya kalau ada tawaran yang baik, saya terbuka ke mana pun,” kata STY sebagaimana diungkap Goal Post, Selasa (21/10/2025).
Pelatih yang pernah membawa Timnas Indonesia menjadi semifinalis Piala Asia U-23 itu turut menambahkan, “Jujur saja hati saya akan tetap condong ke Timnas Indonesia.”
Bahkan jika berandai-andai ada tawaran bersamaan antara PSSI dan negara lain, STY berjanji memprioritaskan skuad Garuda.
“Kalau ada tawaran yang sedikit lebih baik dari negara lain, tapi PSSI juga memberikan tawaran dengan sungguh-sungguh, pastinya pilihan pertama saya adalah Timnas Indonesia,” tandasnya.
Pengakuan ini tentu menjadi kabar gembira tersendiri bagi para suporter yang telah lama merindukan gaya permainan Timnas Indonesia saat ditangani Shin Tae-yong.
Lantas, akankah harapan CLBK tersebut bisa benar-benar terwujud?
Baca Juga
-
Masakan Sering Terbuang, Meal Planning Jadi Solusi Tepat?
-
Hidden Waste Mengintai, Kenapa Mentalitas FOMO Perlu Ditinggalkan?
-
Dopamine Shopping: Saat Belanja Menjadi Pelarian Sesaat, Worth It Dilanjut?
-
Mindful Consumption: Prinsip Mahal di Era Digital, Kamu Bisa Terapkan?
-
Kertas Bekas Cuma Jadi Sampah? Coba Trik Ini Supaya Miliki Nilai Jual
Artikel Terkait
-
Shin Tae-yong Yakin Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia, Kode Mau Kembali?
-
Alex Pastoor Sindir PSSI: Pemain Indonesia Bagus, tapi...
-
Tak Perlu Gengsi, PSSI Justru Bisa Untung Jika Rekrut Kembali STY ke Timnas Indonesia
-
Update Kondisi Mees Hilgers di FC Twente: Kontrak Buntu, Situasi Makin Buruk
-
Shin Tae-yong Soroti Detail Permainan Timnas Indonesia saat Dikalahkan Irak
Hobi
-
Jadwal MotoGP Hungaria 2026: Akankah Marc Marquez Mengulang Kesuksesannya?
-
Karier Tak Jelas, Elkan Baggott Berpeluang Kembali Dipinjamkan Musim Depan?
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
Terkini
-
Harga Rp12 Jutaan, Xiaomi 17T Pro Masih Layak Disebut Flagship Killer?
-
Unik dan Modis! 4 Rekomendasi Tabi Shoes Brand Lokal yang Wajib Dilirik
-
Anti-Boring! 4 OOTD Modern Edgy Classic ala Sooin MEOVV yang Mudah Disontek
-
Manifesto Lingkungan Hidup Emang Keren tapi Kalah Sakti dari Ketegasan Emak
-
Hemat dan Ramah Lingkungan, Biasakan 'Repair First' sebelum Membeli Baru