Perjuangan yang luar biasa ditunjukkan oleh wakil Indonesia di ACL 2 musim ini, Persib Bandung. Meskipun harus tertinggal hingga dua gol terlebih dahulu, namun semangat pantang menyerah dari para penggawa Maung Bandung pada akhirnya membuat mereka sukses melakukan remontada alias comeback.
Laman match report AFC merilis, pada pertarungan matchday keempat Grup G melawan tuan rumah Selangor FC, Persib Bandung mengawali pertandingan dengan cukup buruk.
Baru saja pertandingan berjalan 3 menit, tim yang berbasis di ibu kota Provinsi Jawa Barat tersebut sudah harus kebobolan melalui sontekan Chrigor. Belum sepenuhnya pulih dari keterkejutannya akan gol cepat tim tuan rumah, Persib Bandung kembali dikejutkan oleh gol kedua Selangor setelah bek Persib, Patricio Matricardi melakukan gol bunuh diri pada menit ke-17.
Namun, semangat tim asal kota Lautan Api tersebut tak lantas padam dan justru seolah makin tersulut. Pada menit ke-48, mereka berhasil memperkecil kedudukan melalui Andrew Jung, hingga kemudian Adam Alis yang masuk sebagai pemain pengganti, bertindak sebagai game changer dengan mendentumkan brace pada menit ke-81 dan 90+7.
Kemenangan heroik Persib Bandung atas Selangor FC ini tak hanya membuat mereka enggan untuk turun dari puncak klasemen grup, namun juga berdampak besar pada peringkat Liga Indonesia di kompetisi antar negara anggota AFC.
Dengan koefisien poin sejumlah 24.049 yang didapatkan oleh dua wakilnya, yakni Persib Bandung dan Dewa United di kompetisi level benua Asia musim ini, sedikit demi sedikit reputasi Liga Indonesia mulai terangkat.
Dalam rilisan data yang bersumber pada AFC dan footyrankings, per tanggal 6 November 2025 Liga Indonesia bertengger di posisi ke-20 dalam peringkat kompetisi terbaik sebenua Asia, dan tercatat mengalami lonjakan yang cukup signifikan hingga total 5 peringkat.
Imbasnya, jika posisi Liga Indonesia yang saat ini berada di tangga ke-20 liga terbaik benua Asia terus bertahan atau bahkan meningkat lagi, pada musim depan mereka bisa memiliki jatah 2 wakil di pentas ACL 2.
Hal tersebut tentunya mengalami peningkatan yang cukup membanggakan, mengingat untuk saat ini, 2 wakil yang dimiliki oleh Indonesia bertarung di dua kompetisi yang berbeda.
Persib Bandung yang menjadi juara Liga Indonesia musim lalu, bermain di ACL 2 yang merupakan kompetisi antar klub kasta kedua di benua Asia, sementara satu wakil lainnya, yakni Dewa United bertarung di AFC Challenge League yang merupakan kompetisi kelas ketiga dalam sistem persaingan antar klub di benua kuning.
Semoga saja, Persib Bandung dan Dewa United terus melaju dan finish sejauh mungkin ya! Karena semakin berprestasi keduanya, maka ranking Liga Indonesia juga akan semakin terkatrol dalam peringkat kompetisi Asia.
Baca Juga
-
Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
Artikel Terkait
-
Kenapa Adam Alis Cs Disetop Polisi usai Antar Persib Permalukan Selangor FC?
-
Instruksi Rahasia Bojan Hodak hingga Adam Alis Jadi Pahlawan Kemenangan Persib atas Selangor
-
Ricuh Usai Laga Selangor vs Persib Bandung, Suporter Tuan Rumah Coba Serbu Area Pemain
-
Adam Alis: Lapor Ketua, Perjuangan di Malaysia Tidak Sia-sia
-
Klasemen Grup G ACL II: Kokoh di Puncak, Persib Bandung Selangkah Lagi ke 16 Besar
Hobi
-
Kisah Heroik HMS Ark Royal: Sang 'Lucky Ship' Penentu Kemenangan di Teater Atlantik
-
Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Mengenal Investasi dari Layar Ponsel Bersama New BIONS
-
Menggugat Empati Sineas Lewat Film Putri, Jangan Gentayangan Lagi: Menghibur atau Mengeksploitasi?
-
Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan
-
489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam
-
PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis