Striker muda Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga, mengaku banyak belajar dari kekalahan 0-4 atas Brasil dalam laga kedua Grup H Piala Dunia 2025. Meski pertandingan di Lapangan 7 Aspire Academy berujung menyisakan rasa pahit, ia melihat pertandingan itu sebagai pengalaman berharga menghadapi tim dengan level permainan tinggi dan pressing yang luar biasa ketat.
“Yang bisa kita ambil ya itu adalah perlawanan dari Brasil yang sangat ketat sekali pressing-pressing-nya, tapi kita nggak lepas dari yang kita lakukan latihan waktu sebelum lawan Brasil,” ujar Alberto usai laga, dikutip dari Antara News pada Sabtu (8/11/2025).
Garuda Muda memang sempat kesulitan keluar dari tekanan Brasil. Tim asuhan Carlos Patetuci itu bermain agresif sejak menit awal sehingga membuat Indonesia lebih banyak bertahan di wilayah sendiri. Namun Alberto menilai, strategi yang diterapkan pelatih Nova Arianto cukup efektif menahan serangan lawan agar tak kebobolan lebih banyak.
Menurut pemain Bhayangkara FC itu, perbedaan utama antara kedua tim terlihat dari cara Brasil melakukan pressing dan keunggulan postur tubuh para pemainnya.
“Mungkin ada yang nervous, sama kaget juga, mungkin dengan postur Brasil ataupun dengan pressing-pressing Brazil juga,” katanya.
Alberto menegaskan, tidak ada yang saling menyalahkan di ruang ganti meski beberapa pemain sempat melakukan kesalahan mendasar di lapangan.
Meski belum meraih satu pun poin dari dua laga, Alberto percaya Timnas Indonesia U-17 masih punya peluang untuk lolos ke babak 32 besar, asalkan mampu meraih kemenangan besar di laga terakhir melawan Honduras. Ia juga menyebut kekalahan dari Brasil bisa dijadikan motivasi untuk tampil lebih berani dan efektif.
“Tadi pelatih ngomong tidak ada yang tidak mungkin juga kan kita lawan Brasil cuma kalah 0-4, sedangkan Honduras 0-7. Nah itu menjadi tantangan kita untuk final besoknya untuk lawan Honduras masih bisa lolos,” ujar Alberto optimistis.
Erick Thohir Akui Kesenjangan Kekuatan Timnas Indonesia dan Brasil
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut angkat bicara soal hasil yang diraih Indonesia di dua laga awal. Ia mengakui bahwa kekuatan Brasil masih jauh di atas timnas Indonesia.
“Ya memang Brasil di atas kita jauh, dan kemarin kita ada kesempatan sama Zambia. Kita kecolongan tiga gol dalam tujuh menit. Di babak kedua kita main lebih bagus, ada banyak kesempatan tapi belum gol,” kata Erick setelah menyaksikan langsung pertandingan di Aspire Academy, Doha.
Menurut Erick, perbedaan mencolok bukan hanya pada teknik dan taktik, tapi juga pada pengalaman bertanding. Ia berkata, “Di Brasil itu mereka satu pemain bisa main 70 game (per tahun) tapi kita belum. Jadi kita harus buat terobosan sepertinya."
Meski demikian, Erick menegaskan bahwa tampil di ajang sebesar Piala Dunia U-17 melawan negara besar seperti Brasil adalah sejarah tersendiri bagi Indonesia.
Erick juga menyampaikan apresiasinya kepada pelatih Nova Arianto, seluruh pemain, dan para pendukung Indonesia yang hadir di Qatar. Ia bahkan mengungkapkan bahwa suporter Indonesia mendapat pujian dari pihak lokal karena sikapnya yang tertib dan sportif selama mendukung tim.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
Terima Kasih Kevin Diks, Keterpurukan Borussia Monchengladbach Berakhir!
-
PSSI Anak Tirikan Timnas Indonesia Senior, Media Asing Berikan Sorotan!
-
Hajar Belanda, Korea Utara Juara Piala Dunia U-17 Putri 2025
-
Piala Dunia U-17: Nova Arianto Ungkap Pelajaran Positif usai Dihajar Brasil
-
Diberondong 4 Gol Tanpa Balas, Indonesia Catatkan Rekor Kekalahan Terburuk di Piala Dunia U-17?
Hobi
-
Nyesek, Jorge Martin Bisa Tinggalkan Aprilia Walau Raih Gelar Juara Dunia?
-
Sprint Race GP Prancis 2026: Jorge Martin Menang, Marc Marquez Patah Tulang
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
Terkini
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Lagu K-Pop Full Bahasa Inggris: Strategi Bisnis atau Tanda Berakhirnya Era Lokal?
-
Wajah Glowing Instan! Ini Rahasia Eksfoliasi Lembut dengan Ekstrak Apel