Pelatih Timnas Indonesia U-22 proyeksi SEA Games Thailand 2025, Indra Sjafri membuat sebuah keputusan yang cukup dilematis. Imbas masih didera oleh cedera berkepanjangan dan tak kunjung pulih, pemain andalan lini tengah Indonesia asal Arema, Arkhan Fikri akhirnya harus dicoret dari daftar skuat final.
Sontak saja keputusan ini selain akan membuat kekuatan lini tengah Timnas Indonesia U-22 sedikit mengalami reduksi di gelaran nanti, juga akan membuat harapan para pendukung setia Indonesia untuk menyaksikan kolaborasi trio gelandang maut di lini tengah Skuat Garuda urung untuk terlaksana di SEA Games nanti.
Pasalnya, Arkhan Fikri sendiri terbilang sebagai salah satu pemain yang memiliki kualitas paling menonjol di sektor tengah permainan tim karena dianugerahi dengan visi dan skill permainan di atas rata-rata pemain lainnya.
Itu artinya, tanpa seorang Arkhan Fikri yang harus menepi karena cedera, Indra Sjafri tak bisa mengolaborasikan kualitasnya dengan Ivar Jenner dan Marselino Ferdinan. Padahal, trio ini diharapkan menjadi motor serangan dan dapur pacu tim dalam skema yang dikembangkan oleh Indra Sjafri.
Baik dalam formasi 4-3-3 yang menjadi favoritnya, maupun skema 3-4-3 yang fleksibel ke 5-3-2, keberadaan trio ini bisa menjadi katalisator permainan tim yang diharapkan bisa mengangkat performa tim.
Dengan formasi 4-3-3, tentunya Indra Sjafri bisa menempatkan Marselino Ferdinan di sektor gelandang serang, Ivar Jenner di posisi gelandang bertahan dan Arkhan Fikri di pos gelandang tengah jika sang pemain tak cedera seperti ini.
Pun dengan formasi 3-4-3, dengan kualitas yang dimiliki oleh ketiganya, Indra Sjafri bisa memasang duet Arkhan Fikri dan Ivar Jenner di sektor tengah untuk beroperasi mengawal area dapur pacu, sementara Marceng bisa diberikan tugas di area yang agak maju untuk memberikan ancaman dan intimidasi kepada para pemain bertahan lawan.
Namun sayangnya, harapan untuk bisa menyaksikan trio gelandang muda berkualitas milik Timnas Indonesia secara berbarengan di SEA Games nanti pada akhirnya urung untuk terlaksana.
Imbas cedera yang masih menimpa, Arkhan Fikri dipastikan hanya akan menjadi penonton ketika dua tandem yang seharusnya berkolaborasi dengannya sebagai otak permainan tim bertarung di bawah panji-panji kebesaran Merah Putih.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dean James Masuk Radar Ajax, Persaingan Bek Kiri Skuat Garuda Bakal Kian Berdarah-Darah!
-
John Herdman Mainkan Gaya Kick and Rush, 2 Pemain Ini Berpotensi Dicoret dari Timnas Indonesia!
-
Dikritik Meski Belum Bekerja di Timnas, PSSI dan John Herdman Sudah Berada di Jalur yang Benar?
-
John Herdman Cari Asisten Pelatih Lokal, Meski Layak, Sebaiknya Jangan Nova Arianto!
-
Usung Permainan Intensitas Tinggi, Kepelatihan John Herdman Jadi Akhir Era Pemain Uzur di Timnas?
Artikel Terkait
-
Tatap SEA Games 2025, Hokky Caraka Tunjukkan Semangat Membara
-
Kualifikasi Piala Asia U-17 2026: Timnas Indonesia Ditinggal Tim-Tim Tetangganya di ASEAN
-
Skuad Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2025: Ada Marselino Hingga Mauro Zilstra
-
Resmi! Skuad Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2025
-
Heboh Kabar Shin Tae-yong Siap Latih Timnas Malaysia
Hobi
-
Cesar Meylan Punya Gelar Doktor: Bakal Bikin Performa Fisik Pemain Timnas Meningkat?
-
John Herdman Latih Timnas Indonesia, Si Anak Hilang Berpeluang Comeback?
-
John Herdman Cari Asisten Pelatih Timnas, Nama Nova Arinto Justru Tak Masuk
-
Dilatih John Herdman, Filosofi Permainan Timnas Indonesia Bakal Berubah?
-
Menanti Debut John Herdman, Timnas Indonesia Bakal Kembali ke Masa Emas?
Terkini
-
Besek Nasi dan Doa yang Pelan-Pelan Naik ke Langit
-
Bus yang Tidak Ingin Mengucapkan Selamat Tinggal
-
Misteri Pemuda Berjaket Levis di Dekat Pohon Mahoni
-
Bukan Sekadar Horor Biasa, Film Alas Roban Padukan Mitos Lokal dan Teror Psikologis
-
RedMagic 11 Pro Tembus 4 Juta AnTuTu, Seberani Apa Performa HP Gaming Ini?