PSSI resmi mengumumkan skuad final Timnas Indonesia U-22 yang akan berlaga di SEA Games 2025. Informasi ini diungkap pada Kamis (27/11/2025) malam dengan menampilkan 23 nama yang terdiri dari tiga kiper, delapan bek, enam gelandang, dan enam penyerang. Kehadiran Mauro Zijlstra menjadi salah satu sorotan karena pemain tersebut merumput di luar negeri.
Sejumlah penggawa yang berkarier di luar negeri turut masuk dalam skuad kali ini juga meliputi Dion Markx, Ivar Jenner, dan Marselino Ferdinan. Kehadiran mereka diharapkan dapat menambah pengalaman, kualitas teknik, dan daya saing Timnas Indonesia U-22 menghadapi tim-tim tangguh di SEA Games.
Dibandingkan dengan SEA Games 2023, ada perbedaan signifikan. Saat itu, Garuda Muda hanya berjumlah 20 pemain, sementara pada SEA Games 2025, jumlahnya bertambah menjadi 23 pemain. Hal ini menunjukkan strategi pelatih untuk memiliki opsi lebih luas dalam taktik dan rotasi pemain.
Dari skuad emas SEA Games 2023, hanya tiga pemain yang kembali masuk timnas U-22 untuk SEA Games 2025, yaitu Muhammad Ferarri, Ananda Raehan, dan Marselino Ferdinan. Kehadiran mereka diharapkan dapat membawa pengalaman juara ke dalam tim dan menjadi tulang punggung skuad baru.
Melansir Antara News, Bali United menjadi klub penyumbang pemain terbanyak pada skuad final Timnas Indonesia kali ini. Tercatat tiga pemain dari Bali United berhasil masuk, yakni Kadek Arel, Jens Raven, dan Rahmat Arjuna. Kontribusi klub lokal ini memperlihatkan peran penting tim-tim domestik dalam mempersiapkan talenta muda.
Tim asuhan Indra Sjafri dijadwalkan berangkat ke Thailand pada Jumat, 28 November, untuk menggelar persiapan di Chiangmai. Selama berada di Thailand, tim akan menjalani latihan intensif dan persiapan strategi menghadapi lawan-lawan di Grup C.
Berikut daftar 23 pemain yang masuk skuad final Timnas Indonesia U-22:
Cahya Supriadi, Daffa Fasya, Muhammad Ardiansyah, Frengky Missa, Robi Darwis, Raka Cahyana, Dony Tri Pamungkas, Kakang Rudianto, Kadek Arel, Dion Markx, Muhammad Ferarri, Muhammad Rayhan Hannan, Ivar Jenner, Toni Firmansyah, Ananda Raehan, Zanadin Fariz, Rivaldo Pakpahan, Jens Raven, Mauro Zijlstra, Hokky Caraka, Rafael Struick, Rahmat Arjuna, Marselino Ferdinan.
Kehadiran pemain diaspora atau keturunan Indonesia yang bermain di luar negeri seperti Mauro Zijlstra, Dion Markx, dan Ivar Jenner, diyakini dapat meningkatkan peluang Timnas Indonesia mempertahankan medali emas di SEA Games 2025. Pemain-pemain ini membawa pengalaman kompetisi profesional, fisik yang lebih baik, dan variasi taktik yang dapat memperkuat tim.
Di SEA Games 2025, Mauro CS tergabung di Grup C bersama Singapura, Filipina, dan Myanmar. Timnas akan membuka laga menghadapi Singapura pada 5 Desember, bertemu Filipina pada 8 Desember, dan menutup fase grup melawan Myanmar pada 12 Desember. Seluruh pertandingan akan digelar di Chiangmai, Thailand.
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
-
Minim Pemain Keturunan, Skuad Gahar Timnas Indonesia untuk SEA Games 2025
-
Kerugian Timnas Indonesia U-22 Pasca Mundurnya Kamboja dari Sepak Bola SEA Games 2025
-
Pertandingan Timnas Indonesia Vs Singapura di SEA Games 2025 Dibatalkan, Kenapa?
-
LAFC Perpanjang Kontrak Bintang Muda Timnas Indonesia Adrian Wibowo Hingga 2027
-
Arkhan Fikri Dicoret, Harapan Kolaborasikan Trio Gelandang Maut di SEA Games Urung Terlaksana
Hobi
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
Terkini
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!