Setelah menjalani masa-masa indah yang cukup singkat dengan para pemain naturalisasinya, persepakbolaan Malaysia kini menuai beragam cobaan.
Dimulai dari terungkapnya skandal para pemain keturunan yang beberapa waktu lalu diklaim memiliki darah Malaysia, hingga kini disusul dengan kegagalan sang Harimau Muda, Timnas Malaysia U-17 yang urung untuk tampil di putaran final Piala Asia U-17 tahun depan.
Dilansir laman resmi AFC, Timnas Malaysia U-17 yang bersaing sengit dengan Timnas Vietnam U-17, pada akhirnya harus terjerembab di pertarungan terakhir melawan rival bebuyutannya tersebut.
Alih-alih memenangi pertarungan, pada laga terakhir grup C melawan Vietnam yang juga berstatus sebagai tuan rumah, Malaysia justru terkapar dengan gelontoran empat gol tanpa balas.
Kekalahan tersebut tak hanya membuat Malaysia mengakhiri empat kemenangan yang mereka catatkan di babak kualifikasi ini sebelumnya, namun juga menjadi penanda akhir dari perjalanan mereka untuk merengkuh satu tiket ke Arab Saudi tahun depan.
Ironisnya, kegagalan Malaysia ini juga membuat mereka harus rela terkudeta dari kumpulan empat tim terbaik Asia Tenggara di Piala Asia U-17 tahun depan. Pasalnya, ketika Malaysia harus absen dari gelaran, para rival mereka, yakni Thailand dan Vietnam melenggang mulus ke putaran final.
Bahkan, Myanmar yang sebelumnya selalu saja menjadi tim kelas kedua di kawasan Asia Tenggara, kali ini berhasil unjuk gigi setelah mengangkangi Nepal, Afghanistan dan tim sekelas Oman serta Suriah di babak kualifikasi grup G.
Alhasil, Malaysia yang selama ini dikenal sebagai satu dari empat kekuatan sepak bola utama di Asia Tenggara bersama Indonesia, Thailand dan Vietnam, harus terkudeta oleh Myanmar yang melakoni babak kualifikasi ini dengan sangat di luar dugaan.
Sehingga, pada akhirnya putaran final Piala Asia U-17 tahun depan, Asia Tenggara tak lagi diwakili empat tim tradisional yang selama ini selalu bersaing di jajaran empat tim terbaik kawasan, karena kini Malaysia U-17 sudah resmi terkudeta oleh Myanmar dalam kumpulan The Big Four ASEAN.
Lantas, apakah ini adalah tanda-tanda bakal menurunnya prestasi persepakbolaan Malaysia? Bisa jadi demikian.
Jika hal ini terus menerus terjadi secara berkesinambungan, maka bukan tak mungkin The Big Four ASEAN yang sebelumnya berisikan Indonesia, Thailand, Vietnam dan Malaysia, akan mengalami perubahan komposisi di dalamnya.
Baca Juga
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
Final Piala Dunia 2026 dan Lionel Messi: Akhir yang Penuh Nestapa bagi sang Legenda
-
Piala Dunia 2026: 4 Alasan Pertarungan Spanyol vs Argentina Patut Disebut Final Ideal
-
Tak Perlu Jadi Juara Dunia, Raih Peringkat Ketiga Sudah Cukup Bikin Inggris Catat Sejarah Besar!
-
Inggris vs Prancis: Konsistensi Penyerangan Prancis Berjumpa dengan Permainan Pragmatis Inggris
Artikel Terkait
-
Pelatih Malaysia U-22 Khawatir 'Kutukan Laga Perdana' Kembali Terulang di SEA Games 2025
-
FIFPro Kecam FIFA, Bela 7 Pemain Keturunan 'Palsu' Timnas Malaysia
-
Babak Baru Skandal Naturalisasi Malaysia, FAM Terancam Dibekukan?
-
Malaysia Terancam Kehilangan Striker Kelahiran Skotlandia di SEA Games 2025
-
Klub Malaysia 'Sungkem' ke Persija Jakarta, Akui Ingin Curi Ilmu dari Macan Kemayoran
Hobi
-
Jadwal Perempat Final VNL Putri 2026, 22-23 Juli: Brasil Hadapi Jepang
-
Pindah ke Honda, Ini Perjalanan Fabio Quartararo Selama 7 Tahun di Yamaha
-
Sisa Setengah Musim, Ini 5 Transfer Pembalap Paling Heboh di MotoGP
-
6 Daftar Negara yang Lolos Piala Dunia 2030, Spanyol hingga Argentina
-
7 Catatan Miris Argentina di Final Piala Dunia 2026: Nol Peluang dan Target
Terkini
-
Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan
-
Praktis Dibawa Berpergian! 4 Brightening Cleansing Wipes Buat Wajah Cerah
-
4 Ide OOTD Romantic Soft Girl ala A-na Hearts2Hearts yang Super Gemas!
-
Cuti dan Privasi Karyawan: Sejauh Mana Perusahaan Berhak Bertanya?
-
Jangan Lewatkan! Film Masters of the Universe Rilis di Prime Video Hari Ini