Awal tahun 2026 diwarnai dinamika penting dalam bulu tangkis Indonesia dari sektor tunggal putri. Salah satu unggulan Pelatnas, Gregoria Mariska Tunjung, resmi mendapatkan protected ranking BWF selama hingga satu tahun setelah menghadapi kendala kesehatan.
Dengan absennya Jorji, sapaan akrab atlet kelahiran Wonogiri ini, dipastikan Putri Kusuma Wardani akan menjadi tumpuan utama sektor tunggal putri Indonesia di sejumlah turnamen internasional sepanjang musim kompetisi 2026.
Berjuang sendirian jadi tantangan Putri KW di tahun 2026 ini. Namun, tampaknya PBSI dan tim pelatih tunggal putri juga mulai mempersiapkan pelapis Putri KW. Tampaknya, peluang Ni Kadek Dhinda jadi potensi yang cukup realistis.
BWF Setujui Protected Ranking untuk Gregoria Mariska Tunjung
Federasi Bulu Tangkis Dunia (Badminton World Federation/BWF) telah menyetujui permohonan protected ranking yang diajukan oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk Gregoria Mariska Tunjung.
Pengajuan ini berlaku minimal tiga bulan hingga maksimal satu tahun sejak 30 Desember 2025. Permohonan tersebut diajukan karena Gregoria tengah menjalani penanganan medis akibat gangguan kesehatan vertigo yang membuatnya absen di berbagai turnamen BWF.
Jorji juga dipastikan mundur dari semua turnamen BWF pada awal musim 2026, termasuk dari Malaysia Open 2026. Keputusan ini diambil demi memprioritaskan proses pemulihan yang sesuai dan terukur tanpa terburu-buru kembali ke lapangan.
Dengan protected ranking ini berarti Gregoria tetap dapat mempertahankan status peringkat dunia ketika ia pulih dan siap kembali bertanding. Artinya, Jorji tidak harus memulai dari awal atau menurunkan posisi drastis pada saat kembali bertanding nanti.
Absennya Jorji juga menjadi kabar yang kurang baik di dunia bulu tangkis Indonesia karena ia merupakan salah satu atlet tunggal putri yang paling berpengalaman dan berprestasi di skuad Merah Putih.
Selain itu, sebelum kondisi kesehatannya memburuk ia sempat menjadi andalan di nomor tunggal putri, termasuk mempertahankan posisi dalam Top 10 peringkat BWF bersama Putri Kusuma Wardani pada 2025.
Putri Kusuma Wardani Tampil Sendiri di 2026
Dengan absennya Jorji, Putri Kusuma Wardani kini menjadi satu-satunya tunggal putri Indonesia yang tampil secara konsisten di turnamen BWF World Tour sepanjang musim 2026, termasuk di Malaysia Open 2026.
Berjuang sendiri di sektor tunggal putri bukan perkara mudah. Putri harus menghadapi persaingan ketat dari pemain-pemain top dunia seperti Akane Yamaguchi (Jepang), An Se Young (Korea Selatan), dan pemain lain dari China serta Thailand yang punya performa sangat konsisten.
Walau demikian, perjalanan Putri KW selama musim 2025 juga menunjukkan peningkatan prestasi. Ia sempat masuk Top 10 peringkat dunia tunggal putri dan mampu berkompetisi dengan cukup baik melawan top player dunia.
Tanggung Jawab Putri KW Sebagai Andalan dan Persiapan Pelapis
Dengan status sebagai andalan tunggal putri Indonesia, Putri KW kini menghadapi tekanan besar untuk membawa hasil positif di level internasional. Harapan badminton lovers dan PBSI tentu tinggi, mengingat Indonesia sudah lama berharap mendapatkan gelar bergengsi di sektor tunggal putri.
Meski tanpa Jorji di awal musim 2026, langkah Putri KW memberikan angin segar bagi sektor tunggal putri Indonesia. Pemain muda ini diproyeksikan untuk terus naik dan menjadi pemain yang stabil di level atas dunia.
PBSI pun tampak terus menyiapkan pelapis lainnya agar ketergantungan pada satu atau dua pemain tidak menjadi masalah di masa mendatang. Calon potensial yang realistis tampaknya mengarah pada Ni Kadek Dhinda.
Kadek Dhinda sempat menunjukkan tren positif saat masuk dalam skuad SEA Games 2025. Harapannya, Kadek Dhinda bisa terus menunjukkan konsistensi agar bisa naik ke level atas mendampingi Jorji dan Putri KW.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Dulu Rajin, Sekarang "Cuek": Inilah Alasan Mengapa Banyak Pekerja Mulai Jaga Jarak
-
Membeli karena Butuh atau FOMO? Refleksi Gaya Hidup Gen Z di Era Konsumtif
-
Perempuan dan Inner Critic: Saat Suara dalam Diri Malah Jadi Musuh Terbesar
-
Self-Love vs People Pleasing: Dilema Perempuan di Persimpangan Jati Diri
-
Perempuan dan Gerakan Zero Waste: dari Dapur Rumah ke Perubahan Lingkungan
Artikel Terkait
-
Gregoria Jalani Masa Pemulihan, PBSI Pastikan Pendampingan Medis hingga Psikologis
-
BWF Resmi Beri 'Protected Ranking' untuk Gregoria Mariska Tunjung
-
XD Jepang Midorikawa/Saito Resmi Berpisah, Ada Kekecewaan yang Terungkap
-
Kento Momota di King Cup 2025, Obati Kerinduan Fans di Laga Kelas Dunia
-
King Cup International Badminton Open 2025: Turnamen Eksibisi Penutup Musim
Hobi
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia
-
Rangkuman Sprint Race MotoGP Catalunya 2026: Alex Marquez Kembali Berkuasa!
-
Dari Le Mans ke Catalunya, Siapkah Jorge Martin Lanjutkan Tren Kemenangan?
-
Sedang Cedera, Duo Aprilia Enggan Remehkan Kemampuan Marc Marquez
-
Sedih, Marc Marquez Menangis saat Jelaskan Kondisi Fisiknya pada Tim Ducati
Terkini
-
5 Toner AHA BHA untuk Atasi Jerawat dan Bruntusan, Kulit Jadi Lebih Mulus!
-
Maju Dengan Berani atau Tidak Sama Sekali! Meminang Asa di Zero to Hero
-
Live Action BLUE LOCK Rilis Visual 20 Karakter Utama Jelang Tayang Agustus
-
Ketika Keresahan Masyarakat Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Nggak Pakai Dolar"
-
Turun Stasiun, Langsung Jalan-Jalan! 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Praktis di Purwakarta