Mantan tunggal putra nomor satu dunia asal Jepang, Kento Momota, kembali mencuri perhatian publik bulu tangkis internasional lewat kehadirannya di King Cup Open 2025. Turnamen eksibisi bergengsi yang digagas legenda China, Lin Dan, menjadi panggung spesial bagi Momota.
Momota sendiri memang sudah memutuskan gantung raket pada 2024hingga turnamen kali ini menjadi obat bagi badminton lovers yang rindu permainannya di lapangan. Di sisi lain Momota juga mengaku kembali merasakan atmosfer pertandingan level elite.
Kehadiran Momota pun langsung menjadi magnet tersendiri. Kerinduan penggemar akhirnya terjawab meski bukan dalam rangkaian turnamen resmi BWF.
King Cup Open 2025 memberi ruang bagi mantan juara dunia tersebut untuk kembali berinteraksi dengan para pemain papan atas, termasuk Shi Yuqi dari China.
Menjawab Undangan Lin Dan dengan Keseriusan
Meski sudah tidak aktif di turnamen World Tour Series BWF, Kento Momota tidak datang sekadar sebagai tamu kehormatan. Ia menanggapi undangan dari Lin Dan dengan penuh keseriusan dan melakukan latihan intens jelang turnamen ini.
“Saya mungkin tak akan kembali ke turnamen BWF. Namun, pertandingan di luar BWF seperti Lin Dan Cup dan King Cup adalah pengalaman yang sangat langka. Saya sangat menyambut kompetisi seperti ini dan juga sangat tertarik untuk berpartisipasi,” aku Momota.
Keseriusan Momota ini juga membuktikan kalau semangat bertanding belum sepenuhnya padam. Meski statusnya kini bukan lagi atlet World Tour, tapi naluri kompetitifnya tetap hidup saat kembali memasuki arena pertandingan.
“Setelah sekian lama, akhirnya merasakan lagi intensitas pertandingan tingkat dunia seperti ini. Rasanya sangat menyenangkan,” ungkap Momota usai pertandingan.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa besar kerinduan sang atlet terhadap atmosfer kompetisi kelas atas, lengkap dengan tekanan, sorak penonton, dan adrenalin khas pertandingan internasional.
Kembali Bertemu Pemain Elite Dunia
Salah satu daya tarik utama King Cup 2025 adalah pertemuan lintas generasi dan level pemain. Dalam turnamen ini, Momota mendapat kesempatan berhadapan dan berinteraksi dengan sejumlah pemain elite, termasuk tunggal putra andalan China, Shi Yuqi.
Momen tersebut menjadi simbol pertemuan dua era bulu tangkis, satu yang pernah mendominasi dunia dan satu yang kini berada di puncak persaingan. Bagi badminton lovers, kehadiran Momota juga menghadirkan nostalgia sekaligus rasa hormat terhadap perjalanan kariernya.
Alasan Momota Pensiun dari Turnamen Resmi BWF
Sebagaimana diketahui, Kento Momota resmi mengakhiri kariernya di rangkaian BWF World Tour setelah Thomas Cup 2024. Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan, salah satunya karena faktor kondisi penglihatannya yang menurun pasca kecelakaan lalu lintas beberapa tahun silam.
Cedera tersebut berdampak panjang terhadap performanya. Meski sempat berusaha kembali ke level tertinggi, Momota kesulitan menemukan konsistensi seperti pada masa kejayaannya saat ia merajai peringkat dunia dan mengoleksi banyak gelar bergengsi.
Kondisi fisik yang tidak lagi ideal membuatnya memilih langkah realistis dengan mengakhiri perjalanan kompetitif di level tertinggi demi kesehatan dan keberlanjutan karier di bidang lain.
Peran Baru sebagai Pelatih di NTT East
Pasca pensiun, Momota tidak sepenuhnya meninggalkan dunia bulu tangkis. Ia kini menjalani peran baru sebagai pelatih di klub NTT East, salah satu klub besar di Jepang.
Selain melatih, Momota juga sesekali masih turun bertanding di kompetisi domestik. Aktivitas ini membantunya tetap terhubung dengan ritme permainan tanpa tekanan tinggi seperti di BWF World Tour Series.
Menariknya, Momota juga tidak menutup kemungkinan untuk tampil di turnamen internasional tertentu di luar kalender resmi BWF. Hal inilah yang membuat kehadirannya di King Cup Open 2025 terasa begitu spesial dan emosional bagi para penggemar.
King Cup Open 2025: Panggung Nostalgia dan Apresiasi Legenda
Turnamen King Cup yang digagas Lin Dan memang dikenal sebagai ajang yang menggabungkan kompetisi, nostalgia, dan hiburan berkualitas tinggi. Tidak heran jika turnamen ini menjadi tempat ideal bagi atlet untuk kembali merasakan atmosfer pertandingan tanpa beban peringkat dan poin.
Kehadiran Momota membuktikan bahwa pesona seorang legenda tidak hilang meski telah pensiun. Ia tetap menjadi figur penting dalam dunia bulu tangkis, baik sebagai inspirasi, mentor, maupun simbol dedikasi terhadap olahraga.
Kehadiran Kento Momota di King Cup Open 2025 menjadi momen emosional sekaligus membahagiakan bagi badminton lovers dunia. Semangat bertanding Momota bahkan masih terasa kuat saat menghadapi pemain elite seperti Shi Yuqi.
Melalui turnamen ini, Momota seolah menegaskan bahwa pensiun bukan akhir dari segalanya. Ia tetap menjadi bagian penting dari ekosistem bulu tangkis, baik sebagai pelatih, figur inspiratif, dan legenda yang jejaknya sulit dilupakan.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jodoh Tidak Harus Selamanya: Pelajaran di Balik Pernikahan dan Perceraian
-
PBSI Beberkan Revolusi Baru BWF: Transformasi Besar Bulu Tangkis Global
-
Fenomena Cut Off Orang Tua: Self-Love atau Batasan yang Terlambat Dibuat?
-
Apa Itu DARVO? Memahami Cara Pelaku Pelecehan Memutarbalikkan Fakta
-
Acha Septriasa Bicara soal Perselingkuhan dan Rasa Kesepian dalam Hubungan
Artikel Terkait
-
King Cup International Badminton Open 2025: Turnamen Eksibisi Penutup Musim
-
Comeback dari Pensiun, Kento Momota akan Tampil di King Cup Invitational 2025
-
Final SEA Games 2025: Ekspresi Tak Percaya Alwi Farhan Usai Raih Emas Tunggal Putra
-
Jadwal Final Bulutangkis SEA Games 2025: Besok Indonesia Rebut 2 Medali Emas?
-
SEA Games 2025: Tim Bulu Tangkis Beregu Indonesia Kompak Lolos ke Final
Hobi
-
Gabung Grup Neraka, Ini Peluang Lolos Indonesia di Piala Asia U-17 2026
-
John Herdman Nganggur Setahun di Timnas Usia Muda, Sebuah Keuntungan atau Kerugian?
-
Gegara Gerald Vanenburg, John Herdman Dipastikan Bakal Nganggur Setahun! Kok Bisa?
-
Indonesia Urung Tampil, Sepak Bola Asian Games Dipastikan Kehilangan Satu Kekuatan Terbaik
-
Hijrah ke Mesin V4, Pembalap Yamaha Justru Kecewa dengan Performa Motornya
Terkini
-
Jejak Majapahit dan Aroma yang Menjerat Keserakahan dalam Aroma Karsa
-
Panduan Lengkap Bayar Fidyah Lansia: Takaran dan Ketentuannya
-
Fenomena "Buku Jelek": Mengapa Kita Terobsesi Jadi Polisi Literasi?
-
Cari TWS Murah Berkualitas? Ini 5 Pilihan Terbaik 2026 Rekomendasi David GadgetIn
-
Gaji Habis di Tengah Bulan, Purbaya Bagikan Tips Finansial Anak Muda