Kabar mengejutkan datang dari bek tengah andalan Timnas Indonesia, Mees Hilgers, yang secara resmi memutuskan untuk pindah agensi ke Lian Sports. Langkah strategis ini diambil di tengah situasi sulit yang dialaminya bersama FC Twente.
Di mana hubungan keduanya dikabarkan mengalami perang dingin. Banyak pihak berharap kehadiran agensi baru ini menjadi titik balik bagi masa depan karier Hilgers di Eropa.
Lian Sports mengumumkan bergabungnya Hilgers melalui akun Instagram resmi mereka pada akhir 2025.
"Kami sangat senang menyambut @meeshilgers ke keluarga Lian Sports," tulis unggahan tersebut sebagaimana dikutip Antara News, Jumat (2/1/2026).
Pengumuman tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemain berusia 24 tahun itu menginginkan perubahan besar dalam manajemen kariernya.
Di agensi barunya ini, Mees Hilgers akan berada di bawah naungan yang sama dengan nama-nama besar dunia sepak bola. Beberapa di antaranya adalah Federico Chiesa dan Milos Kerkez dari Liverpool, serta Nikola Milenkovic yang kini membela Nottingham Forest.
Menariknya, Lian Sports juga mengelola pemain top lain seperti Josip Sutalo dari Ajax Amsterdam, Kalidou Koulibaly dari Al Hilal, hingga Andre Onana dari Trabzonspor. Bahkan, agensi ini memiliki jaringan ke pelatih ternama seperti Marco Rossi dan Daniele De Rossi.
Langkah kepindahan disebut-sebut dipicu oleh ketidakjelasan nasib Hilgers di FC Twente. Sejak musim lalu, hubungan antara pemain kelahiran 2001 ini dengan manajemen klub memanas akibat persoalan kontrak yang tak kunjung usai.
Awal mula konflik terjadi saat Hilgers hampir pindah ke klub Prancis, Brest, pada bursa transfer. Namun, kesepakatan tersebut berakhir gagal dan kabarnya memicu ketegangan antara sang pemain dan pihak manajemen klub Belanda tersebut.
Kegagalan transfer ke Brest berbuntut panjang. Hilgers dilaporkan "dibekukan" oleh FC Twente setelah ia belum mencapai kesepakatan untuk memperpanjang kontraknya yang akan berakhir pada Juni 2026 mendatang.
Sikap Hilgers yang enggan memperpanjang kontrak demi mengejar klub yang lebih besar membuat media Belanda, seperti Tubantia, melaporkan bahwa pihak klub merasa sang pemain bersikap "tidak bersyukur". Padahal, Hilgers merupakan produk asli akademi Twente yang sudah bergabung selama 14 tahun.
Sepanjang musim 2025/2026, Mees Hilgers tercatat belum pernah bermain sekali pun. Selain karena keputusan klub untuk membekukannya, ia juga harus berjuang melewati masa pemulihan cedera ACL yang dialaminya.
Peluang Rekonsiliasi atau Pindah ke Klub Baru?
Kehadiran Lian Sports diharapkan mampu menjadi jembatan diplomasi antara Mees Hilgers dan manajemen FC Twente. Agensi ini dinilai memiliki jaringan negosiasi yang lebih kuat dibandingkan agensi sebelumnya, Wasserman, yang dianggap gagal memfasilitasi kepindahannya.
Publik berharap agensi baru ini bisa membuka jalan untuk rekonsiliasi agar Hilgers bisa kembali merumput sebelum kontraknya habis. Jika tidak, Lian Sports kemungkinan besar akan fokus mencarikan klub baru pada bursa transfer Januari 2026 atau menyiapkan skema pindah secara gratis pada Juli 2026.
Konflik kontrak di level klub ini juga berdampak langsung pada kiprah Hilgers bersama Timnas Indonesia. Ia terpaksa melewatkan beberapa agenda penting skuad Garuda sepanjang tahun 2025 karena harus fokus menyelesaikan masalah internal di klubnya.
Tercatat, Hilgers absen pada FIFA Matchday September 2025 saat melawan Chinese Taipei dan Lebanon. Saat itu, ia memprioritaskan proses transfer ke Brest yang pada akhirnya tidak terealisasi.
Kondisi pelik ini juga membuat PSSI tidak memanggilnya untuk putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Arab Saudi dan Irak pada Oktober 2025. Absennya Hilgers tentu menjadi kerugian bagi pertahanan Timnas Indonesia.
Selama membela FC Twente sejak debut seniornya pada Desember 2020, Hilgers sebenarnya memiliki catatan yang impresif. Ia telah bermain sebanyak 132 kali di semua kompetisi dengan torehan empat gol dan dua assist.
Kini, dengan dukungan Lian Sports, harapan untuk melihat Mees Hilgers kembali beraksi di lapangan hijau kembali terbuka. Apakah ini akan menjadi akhir dari drama panjang dengan FC Twente, atau justru menjadi babak pembuka untuk petualangan baru sang bek di liga top Eropa lainnya?
Baca Juga
-
Benamkan Kanada, Maroko Buka Peluang Menuju Final Piala Dunia 2026?
-
Brasil vs Norwegia: Momentum Vinicius Jr Salip Catatan Gol Erling Haaland
-
Timnas Indonesia dan Keikhlasan Piala Dunia 2026
-
Aljazair Angkat Koper, Jaouen Hadjam Singgung Tekanan di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Argentina vs Tanjung Verde: Hiu Biru Butuh Keajaiban?
Artikel Terkait
-
Mees Hilgers Resmi Gabung Agensi Top Dunia Lian Sports Demi Selamatkan Karier di FC Twente
-
Mees Hilgers Gabung Agen Federico Chiesa, Karier Bisa Bangkit?
-
Mees Hilgers Siap Angkat Kaki dari FC Twente Usai Pulih dari Cedera
-
Mees Hilgers Ganti Agen Saat Kontrak di Ujung Tanduk, Sinyal Hengkang dari FC Twente?
-
Pemain Timnas Indonesia di 2026: Habis Kontrak hingga Rumor Berkarier di Indonesia
Hobi
-
Portugal vs Spanyol: Seharusnya, Beban Ronaldo Tak Seberat Pertemuan-Pertemuan Sebelumnya
-
Benamkan Kanada, Maroko Buka Peluang Menuju Final Piala Dunia 2026?
-
Piala Dunia 2026: Akhir Perjalanan Wakil Asia dan Pergantian Kiper yang Terasa Sangat Menyakitkan
-
Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 dan Catatan Apik Meksiko yang Ungguli Argentina
-
Duel Maut Vinicius Junior vs Erling Haaland: Siapa yang Melaju ke 8 Besar?
Terkini
-
Petaka Cinta Lintas Planet: Kala Dahlan Menjadi Mak Comblang
-
4 Ide OOTD Boyfriend Material ala Yunho ATEEZ, Bikin Look Auto Charming!
-
Spanyol Dominan, Portugal Mengandalkan Ronaldo: Siapa yang Bakal Menang?
-
Bystander Effect: Saat Privasi Menjadi Alasan Kita Membiarkan Kejahatan Terjadi di Depan Mata
-
Menjinakkan "Asisten Otonom": Redefinisi Kendali Manusia di Era Agentic AI