Teka-teki mengenai siapa pelatih baru timnas Indonesia akhirnya menemui garis akhir. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), induk organisasi sepak bola Indonesia tersebut resmi mengumumkan nama pelatih asal Inggris, John Herdman, sebagai nakhoda baru skuad Garuda. Pengumuman ini dirilis pada Sabtu (3/1/2026).
“PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia, menandai dimulainya era baru sepak bola nasional. John Herdman bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek berpengalaman yang pernah membawa tim ke Piala Dunia,” tulis pengumuman resmi PSSI.
Ditunjuknya pelatih yang pernah menukangi timnas Selandia Baru dan Kanada ini tentunya masih memiliki sangkut paut dengan misi PSSI yang ingin timnas Indonesia berlaga di ajang Piala Dunia. Setelah gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, kini PSSI menargetkan timnas Indonesia mampu lolos ke ajang Piala Dunia 2030.
Melansir dari laman berita Suara.com (2/1/2026), rekam jejak John Herdman yang sukses meloloskan timnas Kanada ke Piala Dunia 2022 setelah absen selama lebih dari 20 tahun menjadi salah satu tolok ukur PSSI dalam merekrut pelatih berusia 50 tahun tersebut.
Namun, di balik optimisme dan target yang dicanangkan oleh PSSI, ternyata ada sebuah pandangan yang mengganggu, yang bisa saja memengaruhi kebijakan PSSI nantinya terhadap pelatih asal Inggris tersebut.
Trauma Pelatih Inggris: Mampukah Herdman Patahkan Stigma?
Publik sepak bola nasional tentu sudah mengetahui bahwa John Herdman adalah pelatih asal Inggris. Ia akan menjadi pelatih kedua asal Inggris yang menangani timnas senior, mengingatkan kita pada era Peter Withe yang melatih pada periode 2004–2007.
Lalu, mengapa hal ini menjadi sesuatu yang mengganjal? Faktanya, saat itu Peter Withe, yang digadang-gadang akan menjadi pelatih terbaik timnas, ternyata belum mampu memberikan prestasi yang diharapkan. Withe datang ke Indonesia dengan prestasi mentereng: dua gelar Piala AFF bersama timnas Thailand pada tahun 2000 dan 2002.
Tidak mengherankan jika PSSI, yang sangat ambisius menjuarai Piala AFF, mendatangkan pelatih asal Inggris tersebut pada tahun 2004. Namun, seakan tidak berjodoh, skuad Garuda kembali harus menelan pil pahit di ajang Piala AFF 2004. Lolos hingga ke babak final, skuad Garuda harus puas meraih posisi runner-up karena kalah dari Singapura.
Karier Peter Withe di timnas Indonesia juga terbilang biasa-biasa saja hingga akhirnya ia diberhentikan oleh PSSI pada tahun 2007. Hal ini seakan-akan menjadi pertanda bahwa pelatih asal Inggris kurang berjodoh dengan timnas Indonesia.
Kini, dengan ditunjuknya John Herdman, PSSI tentu memiliki harapan bahwa pelatih ini bisa mengangkat performa timnas yang sempat menurun di tahun 2025. Di sisi lain, diharapkan pula John Herdman mampu memenuhi target yang diberikan dan menghapus stigma bahwa pelatih Inggris kurang cocok untuk menangani timnas Indonesia.
Baca Juga
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
Artikel Terkait
-
Terungkap 4 Nama Besar yang Jadi Pesaing John Herdman di Bursa Pelatih Timnas Indonesia
-
Jawaban Berkelas John Herdman saat Ditanya PSSI Soal Komposisi Staf Pelatihnya di Timnas Indonesia
-
3 Sosok yang Diprediksi Jadi Asisten John Herdman di Timnas Indonesia, Ada Nama Kejutan?
-
Kepada Media Kanada, John Herdman Ungkap Alasan Sebenarnya Pilih Timnas Indonesia
-
Alasan John Herdman Memang Cocok Jadi Pelatih Baru Timnas Indonesia
Hobi
-
David Alonso, Calon Rookie MotoGP 2027 Ini Ternyata Anak Didik Marc Marquez
-
Bambang Pamungkas Muncul Lagi di Selangor FC, Kali Ini Bawa Momen Nostalgia
-
Sinyal Kuat dari Kreator: The Simpsons: Hit & Run Bersiap Comeback Setelah 2 Dekade!
-
7 Fakta Menarik Transfer Rodri ke Barcelona: Dari Reuni Juara Dunia hingga Ganti Nama Jersey
-
Santai, Pedro Acosta Hadapi Musim Perdana dengan Ducati Tanpa Rasa Tertekan
Terkini
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?
-
Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi
-
Ketika Mengompol Jadi Cerita Lucu: Ulasan How to Pee Your Pants