Bulan Maret 2026 mendatang, Indonesia merealisasikan amanat dari Induk Sepak Bola Dunia untuk menjadi tuan rumah FIFA Series 2026.
Setelah melalui penantian yang cukup membuat penasaran, lawan-lawan yang bakal bermain di grup Indonesia pun terkonfirmasi.
Sayangnya, ketika awal penunjukan Indonesia menjadi tuan rumah di tahun 2025 lalu, grup yang diisi oleh Indonesia ini diharapkan ditempati oleh negara-negara dengan reputasi gemilang di pentas persepakbolaan dunia.
Ekspektasi yang cukup wajar, mengingat selama era kepemimpinan Erick Thohir di PSSI, Induk Sepak Bola Indonesia tersebut dibranding secara masif sebagai anak emas FIFA.
Bahkan, harapan bakal tampilnya tim-tim besar dalam persepakbolaan dunia di Indonesia tersebut juga dengan tegas diamini oleh Arya Sinulingga yang menjabat sebagai EXCO PSSI, yang mana menjadi orang dalam di persepakbolaan dalam negeri.
Dalam sebuah informasi yang dirilis oleh laman Suara.com (13/1/2026, Arya Sinulingga secara gamblang menyampaikan bahwa grup tempat Indonesia berada di FIFA Series nanti, kemungkinan besar akan diisi oleh salah satu tim yang memiliki reputasi bagus di kancah persepakbolaan dunia.
"Yang terdekat ada FIFA Series. Ini nanti ada negara besar juga yang akan masuk. Mudah-mudahan dapat," ujar Arya dikutip dari laman Suara.com.
Namun sayangnya, apa yang disampaikan oleh Arya Sinulingga di momen tersebut justru terkesan hanya omon-omon belaka. Alih-alih tim besar di persepakbolaan dunia, lawan-lawan yang hadir di FIFA Series Indonesia justru tim semenjana seperti Sait Kitts and Nevis, Kepulauan Solomon dan Bulgaria.
Memang, di grup Indonesia ada tim sekelas Bulgaria, namun patut untuk dicatat, tim ini juga bukanlah kekuatan utama dalam persepakbolaan dunia, bahkan kawasan sekalipun.
Ironisnya lagi adalah, prestasi Bulgaria di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa grup E kemarin juga sedang hancur. Mereka menjadi bulan-bulanan kontestan lain seperti Spanyol, Turkiye dan bahkan Georgia dan finish sebagai tim juru kunci klasemen akhir.
Kenyataan ini tentunya menjadi tamparan yang sangat telak bagi Arya Sinulingga, ESCO PSSI, maupun PSSI itu sendiri. Pasalnya, ketika mereka melakukan branding pencapaian dan prediksi-prediksi secara hiperbola, namun di sisi lain kenyataan yang hadir di lapangan justru biasa-biasa saja dan terkesan jauh panggang daripada api.
Seperti kali ini, ketika lawan Indonesia di FIFA Series digembar-gemborkan adalah tim yang memiliki reputasi besar, namun pada ujungnya yang hadir hanyalah tim dengan kualitas yang biasa-biasa saja atau bahkan kelas bawah di zona masing-masing.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Eks ADO Den Haag Jalani Proses Naturalisasi, Siap Bela Timnas Indonesia
-
7 Pemain Diaspora Merapat ke Super League, Berbanding Terbalik dengan Visi John Herdman
-
Jordy Wherman Masuk Radar John Herdman Jelang FIFA Series 2026?
-
Persib Bandung Borong Pemain Diaspora, PSSI Yakin Kekuatan Timnas Indonesia Tak Akan Melemah di 2026
-
John Herdman Mulai Perburuan Pemain Keturunan di Eropa demi Perkuat Timnas Indonesia
Hobi
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
Terkini
-
Hotel Inhumans Rilis Lagu Tema untuk Musim Kedua, Tayang Perdana 4 Oktober
-
Suicide Awareness Month: 5 Novel yang Mengajarkan Pentingnya Support System
-
Menjaga Daya Kritis Gen Z, Suara.com dan Bulaksumur UGM Gelar Gen Z Impact
-
5 Parfum Floral-Musk Terbaik untuk Wanita, Wangi Lembut tapi Memikat!
-
Terapi Gratis Anti-Stres: Keajaiban Memeluk Pohon yang Jarang Disadari