Shayne Pattynama akhirnya resmi diperkenalkan sebagai bagian dari skuad Persija Jakarta pada putaran kedua Super League musim ini. Keputusannya membela klub raksasa tersebut tidak lepas dari peran rekan setimnya di Timnas Indonesia, Jordi Amat yang sudah lebih dulu memperkuat Macan Kemayoran sejak awal musim 2025/2026.
Proses perpindahan Shayne dari klub raksasa Thailand, Buriram United, menuju Jakarta diakuinya berjalan dengan sangat lancar. Pemain kelahiran Lelystad, Belanda, ini mengungkapkan bahwa durasi negosiasi hingga peresmian kontrak terasa berlangsung relatif cepat dan tanpa kendala berarti.
Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi keputusan Shayne untuk meninggalkan Liga Thailand. Selain karena sempat mengalami kendala cedera, adanya regulasi pemain asing di kompetisi tersebut membuatnya mempertimbangkan opsi untuk berkarier di Indonesia.
Saat situasi di Thailand mulai tidak menentu, Persija segera mengambil langkah taktis untuk menghubungi agennya. Gayung bersambut, ternyata Persija memang sudah lama menjadi klub impian Shayne jika suatu saat ia memutuskan bermain di tanah air.
“Dan sebenarnya saya senang karena Persija adalah klub yang selalu ada di pikiran saya, jika saya pergi ke Indonesia, saya ingin pergi ke Persija. Mereka menghubungi saya dan akhirnya semua terjadi sangat cepat. Dan, saya bilang ke agen saya, 'Ya, ini klub yang saya ingin bela.' Dan setelah beberapa hari semuanya resmi dan saya datang ke sini,” ucap Shayne saat ditemui di Persija Training Ground, dikutip dari Antara News.
Shayne juga menegaskan bahwa dirinya tidak memusingkan tawaran dari klub lain. Begitu pihak manajemen Persija menunjukkan keseriusan dan rencana besar mereka, Shayne langsung memberikan lampu hijau tanpa keraguan.
Baginya, Persija bukan sekadar klub biasa, melainkan tim besar dengan basis massa pendukung yang luar biasa. Bergabung dengan klub yang identik dengan warna merah ini merupakan sebuah pencapaian personal yang membanggakan.
“Saya dengar beberapa rumor atau semacamnya, tapi Persija sangat cepat. Mereka seperti, 'Hei, kami benar-benar menginginkanmu.' Dan mereka benar-benar punya rencana yang sangat bagus dengan saya. Ini kehormatan besar bagi saya untuk bermain bagi Persija,” sambung bek kiri Timnas Indonesia tersebut.
Pengaruh Jordi Amat di Balik Keputusan Shayne Pattynama
Keputusan Shayne untuk berlabuh ke Jakarta semakin bulat setelah ia melakukan diskusi intens dengan Jordi Amat. Ia sempat menanyakan banyak hal mengenai atmosfer tim, kenyamanan tinggal di Jakarta, hingga kualitas pemain di skuad Macan Kemayoran saat ini.
Shayne bercerita bahwa ia mengirimkan pesan singkat kepada Jordi untuk mencari tahu impresi rekannya itu selama bermain di Indonesia. Respons positif yang diberikan Jordi menjadi kunci utama yang memantapkan hatinya.
“Dia (Jordi) hanya mengatakan hal-hal positif. Tentu saja Jakarta adalah kota yang menyenangkan untuk dihuni, dan klub itu sendiri, tim yang bagus, pemain-pemain yang bagus, dan semuanya bagus, maka sebelum itu saya sudah tahu ini klub yang bagus,” jelasnya.
Di sisi lain, Jordi Amat sendiri menyambut gembira kehadiran rekan seperjuangannya di Timnas tersebut. Jordi berkomitmen untuk membantu proses adaptasi Shayne agar bisa segera menyatu dengan skema permainan tim di putaran kedua.
"Hari ini kita akan bertemu setelah ini dan dia membutuhkan bantuan tentunya. Kita akan mencoba membantunya untuk memberikannya sambutan hangat. Jadi, sangat senang melihatnya bersama kami," ungkap Jordi setelah laga melawan Madura United.
Shayne dikontrak oleh manajemen Persija dengan durasi 2,5 tahun plus opsi perpanjangan. Kehadirannya diharapkan mampu menambal celah di sektor kiri pertahanan yang menjadi fokus evaluasi tim pelatih.
Profil Shayne sebagai rekrutan baru memang cukup mentereng. Ia menjadi pemain keempat yang didatangkan Persija pada jendela transfer kali ini setelah Fajar Fathurrahman, Alaaeddine Ajaraie, dan bek tengah Paulo Ricardo.
Rekam jejak karier Shayne di Eropa juga sangat panjang, mulai dari mengenyam pendidikan di akademi Ajax dan Utrecht, hingga membela Telstar, Viking FK, dan KAS Eupen. Pengalaman di berbagai liga Eropa ini menjadi modal berharga bagi Persija.
Sejarah kebersamaan Shayne dan Jordi di lapangan hijau sebenarnya sudah terjalin cukup lama sejak Kualifikasi Piala Dunia 2026. Bahkan, keduanya pernah bahu-membahu menahan gempuran Argentina saat laga persahabatan di Senayan tahun 2023 silam.
Baca Juga
-
Begadang Demi Piala Dunia di Tengah Kesibukan, Masih Worth It?
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Teach You A Lesson vs Study Group: Drakor Mana yang Paling Recommended?
-
Review Drama Filing For Love: Angkat Isu Fatherless yang Bikin Mewek
-
Demam Piala Dunia Dimulai: Dari Stadion ke Kebahagiaan Hidup yang Bermakna
Artikel Terkait
-
Pemain Naturalisasi Ramai Hijrah ke Liga Lokal, Siapa Saja yang Masih Konsisten Main di Luar?
-
Resmi! Persija Putus Kontrak Alan Cardoso, Korban Hadirnya Shayne Pattynama?
-
Pratama Arhan Tegaskan Takkan Ikuti Jejak Shayne Pattynama: Belum Waktunya Balik ke Indonesia
-
Pratama Arhan Jawab Rumor Pulang Kampung Susul Shayne Pattynama ke Super League
-
Bintang Baru Persija Belum Teruji, Jakmania Ingatkan Performa Lapangan Tak Sekadar Track Record
Hobi
-
Piala Dunia 2026, Timnas Qatar dan Kelayakan Semu The Maroon Tampil di Putaran Final Gelaran
-
Sepatu Pemain Raib, Logistik Timnas Inggris Dibobol Jelang Piala Dunia 2026
-
FIFA Angkat Tangan, Nasib Thomas Partey di Piala Dunia 2026 di Ujung Tanduk
-
Piala Dunia 2026: Genderang Perang Sudah Ditabuh, namun Dunia Tak Lagi Menyambut Riuh
-
The Last Dance! Messi dan Ronaldo Berpotensi Jalani Piala Dunia Terakhir
Terkini
-
Sinopsis My Fiction, Drama Thriller Jepang yang Dibintangi Yuta Tamamori
-
Begadang Demi Piala Dunia di Tengah Kesibukan, Masih Worth It?
-
4 Mix and Match Daily OOTD ala Giselle aespa untuk Hangout dan Ngopi Cantik
-
The Motherhood Penalty: Dosa Karier yang Harus Dibayar Mahal oleh Perempuan
-
Saatnya Bersuara: Menghentikan Eksploitasi Hutan Sebelum Terlambat bagi Orangutan