Hayuning Ratri Hapsari | Desyta Rina Marta Guritno
Pecco Bagnaia (Instagram/@Pecco63)
Desyta Rina Marta Guritno

Pembalap Ducati, Pecco Bagnaia, nyaris meraih kemenangan di sesi sprint MotoGP Amerika 2026 kemarin. Pecco yang memulai balapan dari P4 berhasil melakukan start dengan brilian sehingga langsung melesat ke posisi pertama.

Pecco pun menjauh meninggalkan lawan-lawannya dan membangun jarak hingga 1 detik, posisi ini sanggup dia pertahankan sampai balapan mencapai putaran terakhir.

Namun, justru di sinilah bencana mulai terjadi, Pecco yang tengah menantikan kemenangan perdananya musim ini disalip oleh rival masa lalunya, Jorge Martin, yang sudah mengintai di belakang.

Usaha Pecco mempertahankan P1 pupus di menit-menit akhir, dia pun harus rela finis sebagai runner-up di sirkuit yang dia taklukkan musim lalu.

Usai balapan, pembalap Italia ini mengungkapkan masalah yang menyebabkan dirinya kalah dalam perebutan podium 1 di lap terakhir. Menurutnya, getaran pada bagian belakang motorlah yang menjadi sebabnya.

Sayangnya, saya mulai kesulitan mengendalikan bagian belakang motor setelah lima lap. Kemudian di lima lap terakhir, saya berusaha untuk tidak kehilangan terlalu banyak waktu, tetapi di dua lap terakhir, motor benar-benar bergetar saat memasuki tikungan," ujar Pecco, dilansir dari laman Crash.

Di sisi lain, keputusan Pecco untuk menggunakan ban belakang lunak seperti kebanyakan pembalap lain, juga membuatnya mengalami masalah cengkeraman ketika balapan akan usai.

Hal itu memungkinkan Martin untuk mendekat dan akhirnya melakukan overtaking yang menentukan kemenangan di tikungan 12 pada lap terakhir.

Kendati demikian, Pecco tampaknya tidak ingin ambil pusing dengan kekalahan yang dia alami kemarin. Dia justru senang karena merasa usahanya dan tim dalam menguji coba motor membuahkan hasil yang bagus.

Bisa mempertahankan P1 sepanjang 10 lap dan finis di posisi dua tentu menjadi angin segar bagi mereka setelah rentetan hasil buruk yang didapat akhir-akhir ini.

Saya senang! Saya pikir saya dan tim sangat pantas mendapatkan hasil ini. Kami telah bekerja keras sejak tes pertama dan untungnya kami melakukan pekerjaan yang sangat baik akhir pekan ini," tambahnya.

Bicara soal hasil, Pecco Bagnaia melewati musim 2025 yang cukup berat. Juara dunia 2x ini mengalami masalah yang tak kunjung usai dengan motor GP25-nya hingga membuat dia dan timnya kebingungan.

Setelah gagal mempertahankan gelar juara dunianya di tahun 2024, tahun 2025 menjadi bencana yang lebih buruk lagi untuk Pecco.

Bahkan, untuk saat ini Pecco sendiri telah menyatakan bahwa dirinya kini sudah tersingkir dari persaingan untuk meraih gelar juara dunia.

Hal tersebut dikarenakan kemajuan pesat yang telah ditunjukkan oleh pabrikan-pabrikan lain, seperti KTM dan Aprilia.

Sementara Ducati sendiri kini tengah mengalami masalah, sehingga persaingan untuk gelar kini lebih terbuka dari tahun-tahun sebelumnya yang cenderung Ducatisentris.

Saat ini, semua produsen lain telah banyak berkembang dan kami masih sedikit kesulitan. Saya rasa perebutan gelar juara jauh lebih terbuka daripada sebelumnya. Saat ini saya sudah agak tersingkir dari persaingan karena kami membutuhkan konsistensi yang lebih baik," paparnya.

Di sesi balap utama, Pecco finis di P10. Cukup jauh dari hasil yang diperolehnya hari Sabtu. Tentu tidak mudah berada di posisi Pecco saat ini yang performanya naik turun, lebih-lebih dengan masalah pada motor Ducati.

Namun, Pecco bukan pembalap yang mudah menyerah. Dia memiliki mental juara untuk bisa melewati masa sulit hingga kembali ke performa terbaiknya.

Kalau menurut kalian, apakah Pecco bisa bangkit lagi bersama Ducati atau justru butuh pindah ke tim baru untuk kembali bersaing di perebutan gelar juara dunia?