Hayuning Ratri Hapsari | Agustian Pamungkas
Mohamed Salah Terharu Usai Bawa Mesir Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia (Fabrizio Romano)
Agustian Pamungkas

Perjalanan Mesir di Piala Dunia 2026 terus berlanjut setelah menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti pada babak 32 besar, Sabtu (4/7). Setelah bermain imbang 1-1 hingga 120 menit, Wakil afrika tersebut akhirnya menang 4-2 pada adu penalti.

Mohamed Salah kembali menjadi sorotan usai sukses menjalankan tugas sebagai algojo penalti. Kemenangan ini sekaligus memastikan Mesir melangkah ke babak 16 besar.

Mesir Unggul Lebih Dulu di Babak Pertama

Mesir membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui Emam Ashour. Gelandang berusia 28 tahun itu memanfaatkan umpan Karim Hafez untuk menaklukkan kiper Australia dan membawa Mesir unggul 1-0.

Setelah gol tersebut, Australia berusaha meningkatkan intensitas serangan. Namun hingga turun minum, pertahanan Mesir masih mampu menjaga keunggulan.

Australia Bangkit, Laga Berlanjut ke Extra Time

Memasuki babak kedua, Australia akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-55. Gol tersebut lahir dari gol bunuh diri Mohamed Hany yang membuat skor berubah menjadi 1-1.

Kedua tim sama-sama menciptakan peluang sepanjang sisa waktu normal. Namun tidak ada gol tambahan sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Selama extra time, Australia dan Mesir masih kesulitan mencetak gol penentu. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan sehingga pemenang ditentukan melalui adu penalti.

Ketenangan Mesir Dalam Adu Penalti

Mesir tampil lebih tenang saat adu penalti. Mohamed Saber, Rabia, Mohamed Salah, dan Abdelmaguid sukses menjalankan tugasnya.

Sebaliknya, Australia gagal pada dua kesempatan melalui Harry Souttar dan Lewis Herrington. Hanya Jackson Irvine dan Aiden Mabil yang mampu mencetak gol.

Mesir pun menutup adu penalti dengan kemenangan 4-2 dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Mohamed Salah Tak Kuasa Menahan Haru

Setelah peluit panjang berbunyi dan Mesir memastikan kemenangan melalui adu penalti, Mohamed Salah tampak emosional di lapangan. Kapten Mesir itu terlihat menahan air mata saat memberikan penghormatan kepada para pendukung yang memenuhi stadion.

Momen tersebut menjadi gambaran betapa besar arti kemenangan ini bagi Salah dan seluruh skuad Mesir. Keberhasilan melangkah ke babak 16 besar menjadi pencapaian penting setelah perjuangan panjang yang harus ditentukan hingga adu penalti.

Kontribusi bintang Liverpool tersebut tidak hanya terlihat saat adu penalti. Sepanjang pertandingan ia juga menjadi motor serangan Mesir dengan beberapa kali membuka ruang bagi lini depan. Pengalamannya di level internasional menjadi salah satu faktor penting yang membantu Mesir tetap tenang meski mendapat tekanan dari Australia.

Statistik Pertandingan

Meski kalah dalam penguasaan bola, Mesir tampil lebih efektif sepanjang pertandingan.

Australia mencatat 42 persen penguasaan bola dengan 16 tembakan dan satu tepat sasaran. Sementara Mesir menguasai bola sebesar 58 persen, melepaskan 14 tembakan dengan tiga mengarah ke gawang.

Mesir Lebih Efektif Memanfaatkan Peluang

Walaupun Australia lebih banyak melepaskan tembakan, efektivitas menjadi pembeda pada pertandingan ini. Mesir mampu memanfaatkan peluang-peluang penting, terutama melalui gol cepat Emam Ashour yang membuat mereka tampil lebih percaya diri sejak awal pertandingan.

Di sisi lain, Australia beberapa kali kesulitan menembus pertahanan rapat Mesir. Tim berjuluk Socceroos memang mampu menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri Mohamed Hany, tetapi mereka gagal memanfaatkan momentum untuk mencetak gol kemenangan hingga babak tambahan berakhir.

Tantang Argentina di Babak 16 Besar

Lolos ke babak 16 besar menjadi pencapaian penting bagi Mesir. Akan tetapi, tantangan yang jauh lebih berat sudah menunggu karena mereka akan menghadapi Argentina yang tampil impresif sepanjang turnamen.

Laga tersebut diprediksi menjadi ujian berat bagi Mohamed Salah dan rekan-rekannya. Namun performa disiplin yang ditunjukkan Mesir saat menyingkirkan Australia menjadi modal penting untuk menghadapi juara dunia tersebut.

Mesir diperkirakan tetap mengandalkan pengalaman Mohamed Salah sebagai pemimpin di lini depan, sementara Argentina datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Cape Verde. Pertandingan tersebut akan menjadi salah satu duel paling dinanti oleh para pecinta sepak bola di babak 16 besar Piala Dunia 2026.