Loyalitas pelanggan adalah ukuran kemungkinan pelanggan untuk melakukan bisnis atau transaksi yang berulang dengan suatu perusahaan atau merek. Ini adalah hasil dari kepuasan pelanggan, pengalaman pelanggan yang positif, dan nilai keseluruhan dari barang atau jasa yang diterima pelanggan dari sebuah bisnis. Karena memiliki kepuasan yang tinggi terhadap produk atau jasa yang digunakan, akan cenderung timbul rasa untuk merekomendasikan produk atau jasa tersebut ke orang lain, agar mereka dapat merasakan kepuasan seperti apa yang dirasakan saat menggunakan produk atau jasa yang di gunakan.
Menurut saya, pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini, sebagian konsumen masih setia pada merek tertentu untuk pembelian produk kebutuhan sehari-hari mereka. Tetapi untuk pembelian produk terkait dengan pandemi (hand sanitizer, masker, cairan disinfektan) maka orang tidak mementingkan merek. Mereka lebih mengutamakan ketersediaan produk dengan pengertian pembeli akan mencari merek produk lain sebagai pengganti dari merek produk yang mereka cari jika ketersediaannya habis atau langka.
Dari sini, dapat disimpulkan bahwa dalam keadaan tertentu, kesetiaan merek tidak menjadi hal yang utama bagi konsumen dalam pembeliannya. Mereka akan membeli produk merek apapun dalam keadaan yang mendesak seperti yang terjadi saat pandemi sekarang ini, dimana pemenuhan kebutuhan tidak lagi didasarkan kepada merek tetapi memprioritaskan ketersediaan produk yang ada walaupun dengan merek berbeda.
Artikel Terkait
-
Viral Pria Pamer Tumpukan Uang Hasil Berhenti Merokok, Reaksi Istri Disorot
-
Temani Istri Belanja Bulanan, Suami Kaget Total Tagihan Capai Rp 113 Juta
-
Paket Belanja Online Dibanting, Emak-emak Kecewa Pesan Kipas Angin yang Datang Sabun Colek
-
Menarik Perhatian Pelanggan dengan Consumer Engagement
-
Mengenal Perilaku Konsumen dalam Belanja Online
Kolom
-
Kritik Tanpa Filter: Menakar Getirnya Realitas di Balik Tawa Mens Rea
-
Belajar Hukum Lewat Komedi: Mengapa Mens Rea Lebih Kena dibanding Seminar?
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Kierkegaard dan Eksistensialisme: Menemukan Makna Hidup di Dunia yang Berisik
-
Pandji Pragiwaksono dan Polemik Mens Rea: Mengapa Kita Sering Dibenturkan Sesama Warga?