Seperti pada umumnya aku menginjakkan kaki di Bombang salah satu desa di kabupaten Polewali Mandar yang menurut pengamatanku masih terjaga alamnya.
Hutan belantara di kaki gunung menyejukkan kami pada saat tiba, kami berkunjung untuk melihat dan mengamati bagaimana kondisi sosial di sana.
Namun perasaanku syok ketika melihat anak-anak disana tidak punya pendidikan. Bangunan sekolah yang hampir rubuh ,usang tua di makan rayap. Kami tidak melihat tenaga pengajar di sekolah itu, hal ini menyulitkan anak-anak belajar dikarenakan orang tua mereka sendiri tak tahu bahasa indonesia.
Salah satu alasan yang logis adalah daerah kecil ini jauh dari pusat kota dan kondisi jalan yabg sangat tidak memungkinkan untuk di lalui kendaraan, belum tersentuh pembangunan jalan.
Desa Bombang adalah desa kecil yang terletak di kecamatan Bulo, kabupaten Polewali Mandar. Kondisi di daerah itu masih sangat memprihatinkan dikarenakan beberapa pelayanan sosial belum tersentuh sampai ke desa.
Kesehatan, pendidikan sampai konstruksi penerangan lampu madih sangat minim, mirisnya pendidikan yang sama sekali tidak berjalan sehingga membuat masyarakat di sana pasrah akan keadaan.
Mayoritas penduduk desa Bombang adalah petani, ketika musim tanam dan panen bukan kali pertama mereka meninggalkan rumahnya demi menjaga tanaman mereka sebab hama di daerah perbukitan sangatlah banyak sehingga di butuhkan tindakan penjagaan yang ketat. Biasanya mereka meninggalkan rumah selama 3 bulan bahkan sampai pemanenan untuk menjaga hasil tanaman yang maksimal.
Sautu persolan yang kupikirkan adalah sampai kapan mereka akan seperti ini , melihat anak-anak bermain di ladang mengingatkanku akan anak-anak yang ada di perkotaan yang alat permainnya lagi bukan dari alam tetapi teknologi terbarukan handphone ,tablet dan lain-lain.
Namun membuatku sedikit heran adalah pihak pemerintah yang tidak melihat kondisi pendidikan disana, seharusnya pihak pemerintah memperhatikan daerah-daerah terpencil seperti Bombang untuk di berikan pelayanan publik baik pendidikan, kesehatan dan pelayanan administrasi dan sebagainya.
Berharap bahwa pemerintah meninjau kembali daerah terpencil ini dikarenakan mereka punya hak yang sama dengan daerah lain, mereka masih warga negara Indonesia sepatutnya pemerintah berlaku adil.
Catatan kecil dari anak-anak yang tak punya pendidikan di pelosok desa. Bombang, Desa Patampanua ,kab. Polewali Mandar.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Prabowo Usul Penjara Koruptor di Pulau Terpencil, Legislator DPR Sebut Aceh dan NTB Bisa Jadi Opsi
-
Sorot Ide 'Lucu' Prabowo, ICW: Penjara di Pulau Terpencil Malah Bikin Napi Korupsi Semakin Sulit Diawasi
-
Ngeri! Koruptor Kabur Langsung Jadi Santapan Hiu? Inikah Penjara Impian Prabowo?
-
Prabowo Tak Gentar Hadapi Koruptor: Mafia Manapun Tidak Takut, kalau Perlu Usir Mereka dari Indonesia!
-
Prabowo Mau Bangun Penjara di Pulau Terpencil Berpenghuni Hiu Khusus untuk Koruptor
Kolom
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
Menelisik Kiprah Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan dan Politik Indonesia
-
Penurunan Harga BBM: Strategi Pertamina atau Sekadar Pengalihan Isu?
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor
-
Ketimpangan Ekonomi dan Pembangunan dalam Fenomena Urbanisasi Pasca-Lebaran
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop