Tri Apriyani | Filsa
Ilustrasi vaksin (pexels.com)
Filsa

Definisi pahlawan tidak juga harus disematkan kepada mereka yang berjuang dengan mengorbankan nyawa di medan peperangan. Namun, pahlawan juga bisa disematkan kepada mereka yang peduli akan keadaan demi kepentingan bersama. Contoh kecilnya disaat pandemi Covid-19 ini, semua manusia di bumi merasakan dampak yang begitu pahit. Mereka semua kehilangan pekerjaan, keluarga, bahkan nyawa mereka sendiri.

Beberapa upaya telah dilakukan untuk mencegah pandemi ini. Salah satunya dengan vaksinasi untuk membentuk sebuah herd immunity. Akan tetapi mengajak semua untuk berpartisipasi menyukseskan vaksinasi tidak semudah membalikkan telapak tangan, termasuk di Indonesia. Masih banyak masyarakat Indonesia yang masih berpegang teguh pada "teori konspirasi".

Agak mencengangkan ketika melihat mereka yang mempercayai teori yang belum diketahui secara pasti sumbernya. Padahal sudah banyak bukti jelas bahwa virus covid-19 nyata adanya. Sementara itu, dibalik hiruk pikuk pandemi ini ada pula orang baik yang masih patuh akan aturan, Aku menyebutnya Si Parti dan Si Patuh. Siapakah mereka berdua?, Mari aku kenalkan lebih jelas.

Si Parti

Perkenalkan pahlawan kekinian ini dengan nama Si Parti. Si Parti ditujukan kepada mereka yang ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan program vaksinasi nasional yang digalakkan oleh pemerintah. Si Parti ini tentu mempunyai peran yang vital demi terwujudnya herd immunity. Kenapa bisa begitu? Tanpa adanya campur tangan Si Parti mungkin masyarakat akan tetap berfikir covid-19 itu konspirasi.

Si Parti ini adalah motivator utama dalam pencegahan pandemi Covid-19. Ada salah satu contoh yang patut diacungi jempol, beliau adalah kakek Safarudin. Di usianya yang tidak muda lagi beliau masih mempunyai empati besar untuk ikut berpartisipasi dalam melawan virus covid-19.

Kakek Safarudin mengayuh sepeda sejauh 15 KM demi mendapatkan suntikan vaksin. Beliau sudah lama ingin mengikuti vaksinasi, tetapi keinginannya terus menerus tersendat karena hasutan dari tetangganya tentang efek samping dari vaksin Covid-19. Namun, Kakek Safarudin tetap kekeuh untuk mengikuti vaksinasi dan tak mendengarkan omongan tetangganya. Ini tentunya menjadi inspirasi kita khususnya bagi kaula muda yang harusnya menjadi garda terdepan dalam program vaksinasi. Jangan mudah terhasut berita-berita yang masih mengawang-awang kebenarannya.

Si Patuh

Selain ada Si Parti ada juga Si Patuh, dia juga patut disematkan gelar pahlawan pada masa yang sulit ini. Si Patuh ditujukan kepada mereka yang patuh akan protokol kesehatan. Sudah hampir setahun lebih virus ini masih menjajah negeri kita, namun masih saja ada orang yang tak memperdulikan dirinya akan bahayanya virus covid-19. Si Patuh ini selalu menerapkan 3M dalam hidupnya di masa pandemi yaitu Mencuci tangan dengan sabun, Memakai masker, dan Menjaga jarak.

Selain 3M Si Patuh juga menerapkan 3T yaitu Tracing, Testing, dan Treatment untuk membentuk suatu sistem kekebalan berkelompok. Jika melihat penerapan Si Patuh tentu sangat mudah bukan?, Tetapi masih saja dapat ditemui orang yang tak pernah menerapkan 3M dan 3T tersebut.

Dua pahlawan ini patut kita jadikan sebagai inspirator. Mereka berjuang untuk meyakinkan saudara, teman, dan keluarganya untuk bersama-sama melawan pandemi Covid-19 ini. Marilah di bulan yang spesial bagi bangsa Indonesia ini kita punya itikad baik untuk melakukan perubahan. Kita semua pasti bisa melewati pandemi ini.