Tepat 10 November lalu, menjadi sebuah hari yang didedikasikan untuk mengenang jasa para pahlawan. Seringkali, Hari Pahlawan diwarnai dengan diorama Pertempuran Surabaya, karena melatarbelakangi peristiwa hari bersejarah tersebut. Ulasan sejarah mengenai peristiwa Pertempuran Surabaya umumnya menyoroti para pihak pejuang dan pahlawan seperti Bung Tomo, dan jarang menyoroti pihak musuh dari Eropa.
Salah satu tokoh kunci dari meletusnya Pertempuran Surabaya adalah A.W.S Mallaby atau Brigadir Mallaby. Kematian Brigadir Mallaby menyulut ultimatum dari pihak sekutu, dan berakhir pada pengeboman disertai perlawanan dari rakyat Surabaya. Beliau merupakan pimpinan tertinggi sekutu yang diembankan tugas untuk menjaga stabilitas Indonesia setelah kekalahan Jepang pada Perang Dunia II. Naas, kehadiran beliau diterima dengan dingin oleh rakyat Surabaya dan mendapatkan perlawanan bersenjata. Beliau tewas oleh ledakan granat saat terjadi baku tembak dalam rangkaian perlawanan dari rakyat yang menolak kehadiran tentara sekutu pada 30 Oktober 1945. Beberapa dari kita mungkin timbul pertanyaan “siapakah sosok Mallaby tersebut?”
Maka dari itu, izinkan penulis memaparkan beberapa fakta singkat mengenai sosok Brigadir Mallaby.
1. Lahir dari orang tua seniman
Brigadir Mallaby lahir dengan nama Aubertin Walter Sothern Mallaby. Beliau lahir pada 12 Desember 1899 di Britania Raya. Mallaby terlahir dalam keluarga yang berkecukupan. Ayahnya bekerja sebagai aktor panggung dan manajer perusahaan teater. Ibu dari Mallaby merupakan seorang anak dari tokoh terkemuka di Cambridge. Sementara adik laki-lakinya menjabat sebagai Komisaris Tinggi Inggris untuk Selandia Baru.
2. Menempuh pendidikan militer di Inggris dan India
Berkat pengaruh keluarganya, Mallaby mampu disekolahkan di beberapa sekolah militer ternama. Beliau memperoleh komisi dan diangkat sebagai Letnan Dua pada awal pendidikan militernya di India. Beliau ditugaskan ke dalam pasukan India yang berada di bawah pendudukan Inggris dalam unit ke-27 Punjab. Kemudian ia melanjutkan pendidikan militernya di Inggris hingga memperoleh pangkat Brigadir dan memutuskan untuk kembali ke India, dan melanjutkan karier militernya.
3. Berpengalaman bertempur dengan pasukan British India
Mallaby menghabiskan sebagian besar karier militernya bertugas di dalam pasukan British India yang mayoritas prajuritnya adalah penduduk India yang pada saat itu berada di bawah kekuasaan Inggris. Bahkan saat beliau ditugaskan di Indonesia untuk melucuti tentara Jepang, pasukannya terdiri atas pasukan India dalam jumlah yang cukup signifikan. Pada saat menghadapi perlawanan rakyat Surabaya, ia bertempur bersama Infanteri Ringan Mahratta.
4. Dikenal sebagai pemimpin yang memilih diplomasi ketimbang konfrontasi
Beberapa tabloid Inggris sempat mewawancarai sosok Mallaby. Beliau memberikan beberapa pandangannya tentang perang dan dunia militer. Melalui beberapa wawancara, salah satunya oleh majalah Standpoint, mereka menuliskan bahwa Mallaby merupakan seorang yang lebih memilih diplomasi ketimbang konfrontasi.
5. Sosok pembunuh dan lokasi makam Mallaby
Mallaby tewas saat berkendara untuk melaporkan gencatan senjata antara sekutu dengan rakyat Surabaya. Mobil yang Mallaby kendarai terkena ledakan granat saat terjadi baku tembak di Jembatan Merah, Kota Surabaya. Sosok yang melempar granat tersebut menjadi misteri hingga bertahun-tahun lamanya. Pada akhirnya, terungkap sosok Muhammad Chotib, seorang warga Ampel. Chotib menceritakan bahwa ayahnya yang bernama Abdul Aziz (dipanggil oleh orang terdekat dengan nama Endog) merupakan pejuang yang melemparkan granat tersebut.
Mobil Mallaby terbakar akibat ledakan granat tersebut. Jenazah Mallaby sempat susah dikenali akibat luka bakar di sekujur tubuhnya. Pada akhirnya, Mallaby dimakamkan di Menteng Pulo, Jakarta.
Keberadaan Mallaby merupakan salah satu unsur kunci dalam Pertempuran Surabaya. Beliau menjadi sosok yang memicu pertempuran bersejarah ini. Pertempuran ini akhirnya dimenangkan oleh rakyat Indonesia dan diperingati sebagai Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November.
Referensi
- Blockbuster! 2015. Fergus Hume and the Mystery of a Hansom Cab.
- Gittings, Robert. 2004. "Mallaby, Sir (Howard) George Charles
- Parrott, J. G. A. 1975. "Who Killed Brigadier Mallaby?"
- Standpoint
- The London Gazette. 1994.
Tag
Baca Juga
-
Kenapa Cuma di Indonesia Artis Pindah Agama Dijadikan Komoditas Berita?
-
Mengintip Surga Laptop Second Jogja yang Jadi Penyelamat Mahasiswa Rantau
-
Modal Rp7 Juta Bisa Dapat Motor Gahar Apa? Ini 5 Rekomendasi Paling Gagah
-
Tips Ngabuburit dari Buya Yahya: Menunggu Berbuka tanpa Kehilangan Pahala Puasa
-
Mengenal Orang Tua Alyssa Daguise: Calon Besan Ahmad Dhani Ternyata Bukan Sosok Sembarangan
Artikel Terkait
Kolom
-
Masih Pentingkah Mahasiswa Punya LinkedIn di Era AI?
-
Kepergok Ngomong Sendiri saat Berimajinasi, Pernah Mengalaminya Juga?
-
Ironi Ketidakadilan yang Dibiarkan Terjadi di Drama Pyramid Game
-
Pajak Dibayar, BBM Mahal, Jalan Masih Rusak: Rakyat Wajar Bertanya
-
Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan
Terkini
-
MotoGP Inggris 2026 Resmi Dimulai Hari Ini, Cek Jadwal Lengkapnya
-
BLACKPINK Hadir Lengkap di Perayaan 10 Tahun Debut, Acara Banjir Kritik
-
Home Sweet Loan: Ketika Mimpi Punya Rumah Berhadapan dengan Realita Hidup
-
Netflix Dikabarkan Batal Garap Squid Game Versi Amerika, Apa Alasannya?
-
Ulasan Recipe for Farewell: Memaknai Perpisahan Lewat Sepiring Masakan